My love litlle wife

My love litlle wife
perasaan yang mulai tumbuh


__ADS_3

Benar yang di katakan semua orang cinta datang karena seringnya bersama, seperti yang di alami fiona saat ini sepertinya dia sedang jatuh cinta pada David, perhatian dan kasih sayang David membuat hati seorang fiona cedrik akhirnya luluh juga.


Suasana vila begitu sepi hanya ada Alex dan fiona saja bela dan clara pergi entah ke mana. Apa mungkin mereka bedua membiarkan Alex dan fiona berduaan?


Alex yang melihat fiona sedang duduk di sisi kolam segera mendekatinya, fiona diam saja dia hanya menoleh sebentar saat Alex duduk di dekatnya.


"Kenapa di sini sendirian?" Tanya Alex, Alex meraih tangan fiona, dia diam saja saat Alex mengengam tangan nya, tidak ada lagi rasa yang dia rasakan dulu, apa ini artinya fiona sudah mencintai david?


"Fi apa ini hanya perasaan ku saja, sejak semalam aku merasa kau begitu berbeda" Tanya Alex. menatapnya dengan intens, Fiona menarik tangannya kini dia duduk berhadapan dengan Alex.


"Lex," Sebelum melanjutkan ucapannya fiona menarik napas sejenak, mungkin ini saat nya untuk jujur, mau Alex marah atau tidak dia sudah tidak perduli toh sudah tidak ada lagi perasaan untuk Alex. Alex diam saja dia mau mendegar apa alasan fiona seperti itu.


"Lex sebelumnya aku minta maaf, aku tahu apa yang aku lakukan sangat menyakiti hati kamu, untuk itu aku minta maaf,"Tanpa di sadari air mata fiona terjun bebas begitu saja. Apa lagi mengingat perkataan Alex semalem membuat dia tidak bisa menahan air matanya.


"Hai ada apa, apa yang terjadi? "Alex yang melihat fiona menangis begitu bingung.


"Sebenarnya aku ... aku sudah menikah, "ucap fikna dengan lirih, Sontak ucapan fiona membuat Alex begitu kaget replek Alex melepas gengaman tanggannya. Alex tertawa begitu kencang terlihat jelas bila dia tidak percaya akan hal ini.


"Aku serius lek, aku sedang tidak bercanda, jadi aku mohon maafkan aku, " Fiona melangkah meningalkan Alex yang masih terdiam.


"Jangan membual fiona, apa yang kamu katakan hanya menipu aku saja bukan." Alex mendekat lalu menarik fiona ke dalam pelukannya, dengan susah payah fiona melepaskanya namun usahanya sia - sia.


"Kamu hanya bercanda kan fiona? " Alex menatap wajah fiona begitu intes membuat fiona mengalihkan pandangannya fiona tidak sanggup menatap mata alex begitu lama.

__ADS_1


"Maaf aku minta maaf. Aku sudah menikah dua bulan yang lalu ke dua orang tua ku menjodohkan aku dengan rekan bisnis dedy, " Ucap fiona dengan pelan, fiona tau pasti berat untuk Alex menerima semua ini.


Alex tertawa dengan keras sungguh lolucon yang sangat lucu. baru semalam dia mengutarakan niatnya.


"Kenapa kamu melakukan ini padaku fiona, " Teriak alex lantang.


"Pelan kan suaramu! "Bentak fiona kini matanya menatap Alex dengan tajam. " Menurut kamu aku harus melakukan apa ketika kedua orang tua ku memilihkan laki laki untuk pendamping hidupku, aku tidak mungkin melawan kedua orang tua ku bukan, jadi aku mohon maaf kan aku, " Ucap fiona kini air matanya benar - benar jatuh fiona berlari namun Alex mengejarnya dan lngsung memeluk fiona begitu saja.


"Kenapa kamu melakukan ini, kamu tau bukan kalau aku sangat mencintai kamu,"ucap Alex dengan lirih.


"Mas David, " Ucap fiona tiba tiba dengan cepat fiona mendorong tubuh Alex menjauh, David pergi begitu saja setelah melihat fiona, dia pikir fiona sudah mempunyai perasaan padanya namun pikiran dia slaah teryata fiona masih saja menjalin hubungan dengan Alex.


David yang baru saja pulang dari kantornya memutuskan untuk menyusul fiona ke vila namun apa yang baru saja dia lihat membuat David memutuskan untuk pulang kembali.


David berhenti saat fiona menarik tanggannya, jujur dia sangat kecewa tapi memang itu resiko yang harus iya terima, dari awal fiona sudah mengatakan bila dia sudah punya kekasih, jadi apapun itu david harus mengerti.


"Mas jangan salah paham. Apa yang mas liat tidak seperti apa yang mas pikirkan, " Ucap fiona, dia takut David mengira dia masih punya perasaan untuk alex padahal rasa cinta kepada David sudah mulai tumbuh.


"Aku tidak memikirkan apapun, " Jawab David dengan santai.


"Mas jangan seperti itu, " Tiba tiba fiona memeluknya membut David sedikit terkejut.


"Mas jangan tinggalkan saya, " Fiona menangis di dalam pelukan David, apa mungkin sudah ada rasa cinta untuk dirinya?

__ADS_1


"Fi apa itu tandanya kamu sudah ada perasaan untuk aku? " Tanya David. Fiona terdiam tapi tidak lama kemudian dia mengganguk di dalam pelukan David. David terseyum kini dia mulai membalas pelukan fiona.


Kini tatapan mata mereka bertemu fiona terpejam saat David mendekatkan bibirnya, hanya ciuman ringan yang David berikan namun sudah membuat fiona tersipu malu.


"Terima kasih, " Ucap David mencium bibir fiona kembali, tidak jauh dari tempat mereka berpelukan alex melihatnya dalam diam rasa sesak di dada begitu terasa. Baru semalam dia mengutarakan niatnya untuk menikahi fiona tapi apa yang terjadi saat ini sama sekali tidak pernah dia bayangkan.


Alex menjauh lebih baik dia pergi dari pada melihat hal yang sangat menyakitkan, jujur dalam hatinya dia begitu kecewa, apa fiona pikir dia tidak serius dengannya.


David begitu senang, dia tidak henti hentinya memberi ciuman di wajah fiona, sejujurnya fiona sangat malu tapi dia biarkan saja David melakukannya. Usapan lembut fiona dapatkan membuat iya begitu senang.


"Mau sampai kapan kita seperti ini? " Tanya fiona dia begitu sesak di peluk seperti itu.


"Owh astaga, maaf aku terlalu senang, " Sebuah kecupan di dahi fiona dapatkan Kembali rasanya enggan untuk melepaskan fiona dalam pelukannya.


"Apa kamu masih mau di sini? " Tanya David.


"Tidak, saya mau pulang bareng mas tapi sebelum itu saya pamit pada bela dan clara terlebih dahulu takut dia mencari aku. "


"Baik lah, apa perlu aku temani?" Ucap David.


"Tidak perlu, mas tunggu aja, " Fiona melangkah meningalakn David sebelum pergi fiona ingin ijin terlebih dahulu kepada dua sahabatnya walah bagai mana pun dia enggak boleh pergi gitu aja.


"Gaes, sory aku enggak bisa nemuin kalian, paman aku udah jemput, ada acara soalnya," Dusta fiona berlari keluar sambil membawa tasnya sedangkan bela dan clara hanya saling padang dengan wajah bingung

__ADS_1


__ADS_2