
Beberapa hari telah beralu semakin lama fiona dan David semakin dekat namun mereka belum menyadarinya, Fiona sudah rapi dengan pakaian santainya David yang melihat fiona sudah begitu rapi mengernyitkan dahinya.
“Kamu mau ke mana? “ Tanya David tapi matanya tetap fokus ke ponselnya.
Fiona baru ingat kalau dia belum memberitahu David perihal liburan ke vila, dengan senyum yang begitu manis fiona mendekati David, David diam saja melihat tingkah Fiona pasti ada sesuatu yang mau fiona bicarakan.
“Mas, “ Panggil Fiona David melihatnya sekilas lalu fokus ke layar hapnya lagi.
Fiona bingung harus mulai ijin dari mana melihat David hanya diam seperti itu.
“Mas dengar saya enggak sih? “
“Iya apa, “ ponsel diletakan kini matanya fokus melihat wajah Fiona nyang terlihat begitu cantik.
“Mas saya ada acara sama teman teman saya, sebenarnya ini sudah di rencanakan dari beberapa hari yang lalu tapi saya lupa bilang ke Mas, hanya satu malam aja mas bolehnya, “ David diam saja membuat Fiona begitu kawatir dia takut enggak di ijinkan bisa terbongkar semua rahasia yang selama ini yang tutupi.
“Ada Alex? “ David hanya ingin tahu apa Alex ikut bersama mereka juga. Fiona bingung harus jawab apa.
“Ada Mas,”
“Apa aku boleh ikut, “ ucap David membuat fiona bingung harus jawab apa.
“Tapi Mas, “
“Jangan di pikirkan aku hanya bercanda saja, “ jawab David.
“Jadi! “
“Boleh, asal jangan berbuat yang aneh aneh, “ David sebenarnya ingin sekali ikut bersama mereka tapi dia enggak boleh egois dia harus memikirkan perasaan fiona terlebih dahulu.
“Terima kasih Mas, “ replek fiona memeluk David dan mencium pipinya dengan wajah malu Fiona berlari keluar, setelah fikna kuar David hanya memegangi pipinya sambil tersenyum.
Suasana Cafe begitu sepi itu karena bela tidak membukanya, fiona masuk begitu saja duduk menunggu para sahabatnya yang belum juga datang.
“Apa kamu udah lama menunggu, “ terdengar suara laki laki membuat fiona langsung menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Alex tersenyum menghampiri fiona tangannya mengusap rambut fiona begitu lembut sedangkan filna hanya tersenyum canggung, entah kenapa rasanya begitu berbeda.
“Aku baru saja tiba, yang lain mana? “ tanya filna matanya tidak lepas dari Alex.
“Entahlah mungkin lagi di jalan, aku kangen banget sama kamu, “ Alex mendekat hendak duduk di sebelah fiona, sebenarnya fiona juga begitu merindukan Alex namun apa boleh buat sekarang dia susah menjadi istri orang. Fiona diam saja saat Alex memeluknya dia bingung harus bersikap seperti apa.
“Ayo ke tauan, “goda clara yang baru saja datang, dengan cepat fiona mengeser duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Alex.
“Sudah siap berangkat? Bela begitu bersemangat begitu juga dengan yang lainnya tapi tidak dengan fiona raganya bersama mereka tapi pikirannya sedang di mana? Sedari tadi dia selalu memikirkan David.
Tibanya di vila mereka segera memberikan barang bawaannya, filna hendak masuk ke kamar sambil membawa tasnya namun di tahan dengan clara.
“Loe mau ke mana! “ tanya clara.
“Kamar lah istirahat, “ jawab filna dengan santai.
“Enak aja, ini kamar gue, “ ucap clara menerobos masuk di ikuti fiona dari belakang.
“Sana sama Alex, “ fiona begitu terkejut dengan ucapan clara, bagai mana mungkin dia tidur bersama alex walaupun dulu mereka sering tidur satu ranjang tapi sekarang situasinya susah berbeda.
“Kenapa? “ tanya clara yang melihat fiona hanya diam.
“Gue tidur sama loe aja ya, “ ucap fiona memohon.
“Kenapa? Bukan loe udah pernah tidur satu ranjang, walau enggak melakukan apa pun tapi tetap aja udah pernah tidur bareng, “
“Tapi ra ini tuh beda, “
“Beda gimana yang loe maksud, “ucap clara. tas di letakan di atas ranjang fiona duduk sedangkan clara sedang merapikan bajunya ke dalam lemari.
Mungkin sudah waktunya dia kasih tahu clara kalau dia sudah menikah, menyembunyikan kebohongan begitu berat baginya lebih baik jujur terserah sahabatnya mau membenci dirinya. Lagi pula dia sudah sangat lelah menyembunyikan kebohongan ini begitu lama, pada saatnya tiba nanti dia pasti akan jujur pada alex.
__ADS_1
Suasana malam ini begitu ramai karena mereka mengadakan pesta kecil kecilan untuk di adakan di kolam renang, alex sedang membakar beberapa jagung untuk mereka sebotol wine juga sudah mereka siapkan untuk mereka nikmati nanti
Suara music begitu keras membuat clara dan bela bergoyang mengikuti irama music sedangkan Fiona hanya duduk diam sambil memperhatikan alex, bagai mana bisa dia jujur dengan alex perihal pernikahannya, alex yang melihat fiona sedang memperhatikannya segera menghampiri.
“Kenapa tidak ikut berama mereka? “ alex memberikan satu jagung fiona langsung menerimanya.
“Malas, lebih baik aku menikmati jagung ini, “
“Sudah lama kita tidak melakukan hal yang menyenangkan rasanya aku sangat merindukannya, “ ucap alex membuat fiona menatapnya.
Mungkin tidak ada salahnya melakukan hal menyenangkan sebelum dia jujur akan pernikahannya.
“Terdengar tidak buruk,” ucap fiona bangun dari duduknya. “ Ayo kita lakukan. “
Alex tersenyum dia mengulurkan tangannya tanpa ragu fiona menerimanya.
“Hai kalian mau ke mana? “ teriak bela yang melihat fiona dan alex berjalan keluar vila.
“Biarkan saja mereka menghabiskan waktunya, “ ucap erik.
Malam ini begitu indah malam yang di terangi rembulan dan bintang menambahkan kesan romantis. Fiona diam saja saat Alex menggenggam tangannya toh ini akan jadi malam terakhir bagi mereka.
“Fi tunggu lah sebentar lagi, aku sedang bekerja di perusahaan ayah ku, pada saatnya tiba nanti aku akan melamarmu. “ sontak perkataan Alex membuat filna menghentikan langkahnya.
“Sudah seminggu ini aku bekerja di sana, setelah aku di angkat menjadi pemilik perusahaan oleh ayah ku, dengan cepat aku akan melamar mu, sejujurnya aku sudah sangat ingin menjadikan mu milikku, “ fiona hanya diam dia tidak bisa berkata apa pun apa lagi saat alex menatapnya, tatapan matanya begitu tulus. Rasa bersalah memenuhi hati Fiona.
“Buatlah perusahaan ayah berkembang pesat, setelah itu baru memikirkan menikah. Selama ini kamu belum membahagiakan kedua orang tua kamu bukan, jadi angkat derajat kedua orang tua mu dulu, “ ucap fiona
“Berapa hari tidak bertemu kenapa kamu jadi dewasa begini, “goda Alex mencubit hidung fiona.
“Aw, sakit tau, “ fiona cemberut tapi tidak lama kemudian dia menginjak kaki Alex Dan berlari menjauh. Tawa mereka terdengar saat Alex mengejarnya.
Kebersamaan ini tidak akan terulang lagi biarkan malam ini menjadi malam terakhir mereka bersama, karena besok fiona akan mengatakan yang sejujurnya.
__ADS_1