
Setelah mengetahui semuanya alex memutuskan untuk pergi menjauh, alex takut tidak bisa melupakan fiona jika terus terusan berada di sini. Pergi menjauh adalah pikirannya saat ini, dengan berjalannya waktu dia pasti bisa melupakan fiona walaupun perasaannya masih sangat besar untuk fiona.
Sebenarnya dia masih tidak percaya fiona sudah menikah dan menghianati cintanya, tapi alex sadar jika itu memang nyata.
Dua buah koper sudah dia masukan ke dalam mobil, alex memejamkan mata sejenak ini sudah keputusannya jadi jangan ragu lagi.
"Apa sudah siap? " tanya ayahnya.
"Jaga diri kamu baik baik di sana, mama cuma bisa mendoakan kamu dari sini, maafkan mama yang enggak bisa ikut, kamu tau bukan adik kamu tidak mau tinggal di sana," ucap mama alex memeluk nya.
"Iya mam, mama jaga kesehatan," ucap alex membalas pelukan mamanya. Sebelum masuk mobil alex mengcak ngacak rambut adik satu satunya itu.
"Ikh kak alex rambut aku jadi berantakan lagi," ucap sisil adik alex, namun setelah berkat begitu sisil memeluk alex begitu erat seakan akan engan untuk melepaa sang kakak.
__ADS_1
Alex menganguk, mengikuti sang ayah pergi ke Belanda menjalankan bisnis adalah keputusan yang sangat tepat. Mobil mulai di jalankan semua kenangan bersama fiona kembli teringat. Lupakan Alex lupakan.
"Ayah sangat senang mendengar kamu mau memulai bisnis,"ucap sang ayah menepuk bahu Alex. Sudah sedari lama dia menantikan ini akhirnya apa yang dia harapkan akan terwujud.
" Aku butuh bimbingan dari mu, ayah tau bukan aku masih sangat amatir untuk memulai ini semua, "
"Tentu saja, kamu tidak perlu kawatir, jika ada yang kamu tidak mengerti kamu tanyakan pada ayah langsung tidak perlu ragu, " Alex menganguk ini awal dari kesuksesan.
Saat Alex dalam perjalanan menuju belanda fiona sedang asik menikmati waktunya bersama David. Seperti saat ini fiona sedang berbaring di atas paha David.
"Mas, apa kita tidak perlu bulan madu, " ucap fiona malu malu. Davis tersenyum sambil mengelus rambut fiona dengan lembut.
"Kamu mau bulan madu ke mana?" tanya David.
__ADS_1
"Saya mau keliling dunia mas, " ucap fiona asal.
"Uang aku belum sebanyak itu sayang, tapi jika kamu mau aku akan mengabulkannya," ucap David dengan serius.
"Saya hanya bercanda Mas, tidak perlu keliling dunia asal mas selalu ada di saat saya butuh saya sudah sangat senang, " Fiona bangun kini mereka saling berhadapan, David tersenyum jelas sekali jika David sedang bahagia.
Sebuah ciuman fiona dapatkan, terlihat sekali jika fiona menikmati ciuman meraka, David melepaskan ciumannya karena aura panas sudah menjulur ke tubuhnya, jangan sampai dia tidak bisa menahan dirinya jika fiona sudah siap akan dia lakukan nanti.
"Apapun yang kamu mau sebisa mungkin aku kabulkan, " Ucap David memeluk fiona.
"Makasih Mas, saya bahagia banget begitu di cintai, " ucap fiona membalas pelukan David. Fiona begitu menikmati waktunya tanpa tahu jika alex sudah pergi ke Belanda.apakah fiona akan mencari alex dan meminta maaf. sepertinya tidak.
biarkan masa lalu akan menjadi sebuah kenangan, bukan kah setiap manusia pasti mempunyai masa lalau, jadi angap saja alex masa lalu nya dan masa depan nya adalah pria yang sedang memeluknya saat ini
__ADS_1