
Cuaca malam ini begitu terasa sepi, angin yang berhembus begitu terasa dingin membuat fiona melangkahkan kakinya untuk membuat teh, membuat teh untuk menghangatkan tubuhhya ide yang tidak buruk jadi dia akan lakukan.
Saat fiona sedang berada di dapur david mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya David sambil menghirup wangi sampo yang menempel di rambut fiona.
"Hanya membuat teh, " Jawab fiona."apa kamu mau? "
"Boleh, gulanya jangan telalu banyak," fiona menganguk tapi dia menghentikan kegiatannya saat david memutar tubuhnya.
David melepaskan pelukannya dia memutar tubuh fiona agar berhadapan dengannya, mata mereka bertemu tanpa ragu david mengangkat dagu fiona, ciuman lembut di bibir fiona dapatkan, cuaca yang dingin membuat David mencium fiona kembli tapi kali ini ciumanya begitu berbeda.
__ADS_1
Fiona kaget mendapat serangan mendadak dari David, tapi dia menikmati ciuman yang David berikan hingga membuat mereka terbawa suasana, ciuman yng awalnya lembut kini berubah menjadi panas, lidah mereka sudah saling membelit fiona di angkat dan di dudukan di atas meja tampa melepaskan bibir mereka.
David melepaskan ciumannya karena mereka hampir kehabisan napas. Wajah fiona merah menona akibat menahan malu, baru kali ini dia berciuman begitu bergairah.
"Sayang, apa aku boleh meminta hak aku? " David betanya walaupun mereka saling mencintai tetapi David tidak mau memaksa jika fiona belum mau. Jika fiona belum siap dia akan menunggu sampai waktunya tiba, jangan sampai karena hal ini membuat fiona pergi meningalkanya.
Fiona tersenyum membelai wajah David yang semakin terlihat tampan.
"Lakukan apa yang hendak kamu lakukan Mas, saya ini milik kamu, jadi tidak perlu ragu," ucap fiona dengan yakin. Dia sudah menjadi istri David, kewajiban seorang istri melayani suami bukan, jadi dia tidak ragu lagi untuk menyerahkan dirinya pada David.
Baju yang fiona kenakan di lepaskan begitu pun dengan david, fiona diam saja dengan wajah merah sejujurnya dia begitu malu dengan ke adaa hanya memakai dalaman saja di depan David.
__ADS_1
Fiona memejamkan mata saat David menyusuri wajahnya,telingga hinga lehernya tidak lepas dari bibir David membuat filna hampir berteriak akibat permainan David.
"Mas, kita akan mekakukannya di sini? " tanya fiona polos, pasalnya mereka sedang berada di dapur.
"Tidak, sayang, " Fiona sudah berada di gendongan tavid, dengan tidak sabar david membawa fiona menuju kamar, fiona di baringkan david tidak henti hentinya memandangi tubuh fiona hingga membuat fiona begitu malu.
"Awalnya akan sakit, tapi lama lama tidak," ucap david mencium keningnya, fiona menganguk rasa aneh begitu terasa saat davis sedang bermain di dadanya.
Fiona memejamkan mata saat David hendak memasukanya, rasa takut fiona rasakan tapi tidak berlangsung lama karena davis mencium bibirnya dengan sangat lembut.
"Aww," Pekik fiona mencengram punggung David. Air mata fiona mengalir begitu saja. Benar yang di katakan orang rasanya begitu sakit tapi tidak berlangsung lama.
__ADS_1
Davis tersenyum melihat fiona sudah terlelap, fiona sudah menjadi miliknya, dia berjanji tidak akan pernah mengingalkan fiona dengan ke adaan apapaun dia bersumpah akan mencintai fiona sampai mati.
lampu di matikan david menarik selimut agar menutupi tubuh mereka hingga David pun ikut terlelap.