
Hari itu setelah acara pertunangan Kanza dan Haikal, hubungan mereka sudah mulai merenggang akibat tuduhan Haikal kepada Andre, yang membuat Kanza tidak ingin bertemu bahkan bertegur sapa dengan Haikal.
Haikal yang merasa Kanza marah kepada nya, merasa tidak enak, bahkan Haikal merasa kehilangan teman yang baru di anggap nya sahabat tersebut. Walaupun hubungan mereka di mulai dengan perjodohan, tetapi Haikal sudah menganggap Kanza sebagai sahabat nya. Kemarahan Kanza kepada Haikal, membuat Haikal merasa bersalah dengan Kanza.
Haikal yang tidak tenang dengan sikap Kanza yang hanya cuek bahkan tak menganggap keberadaan Haikal, membuat Haikal ingin minta maaf kepada Kanza, bahkan Haikal belakangan ini sering ke kampus Kanza hanya untuk melihat gadis itu dari kejauhan.
Aku merasa bersalah kepada mu Kanza, aku tidak ada maksud menghancur kan hubungan mu dengan Andre, aku hanya tidak mau nanti nya kau semakin terluka.
Dari kejauhan tidak jauh dari tempat Kanza duduk dengan teman-teman nya Haikal berdiri memperhatikan Kanza yang sedang mengobrol dengan teman nya.
"Kanza habis pulang dari kampus kamu kemana? " tanya Widya kepada Kanza.
"Gak kemana-mana Langsung pulang, memang nya kenapa? "
"Nongkrong yuk, ayo Lah Kanza !"
"Baiklah Wid. "
Haikal yang sedari tadi berdiri sambil melihat Kanza dari kejauhan sudah tidak bisa menahan diri nya untuk tidak berbicara dengan Kanza. Sementara Kanza yang sedang berbicara dengan teman nya segera permisi untuk pergi ke toilet.
Haikal mengikuti Kanza yang pergi ke toilet. Haikal menarik tangan Kanza untuk membawa nya ke tempat yang sepi, Kanza terkejut dengan kedatangan Haikal yang datang secara tiba-tiba di hadapan.
"Kanza, ikut aku sebentar. " ucap Haikal sambil menarik tangan Kanza.
"Gak mau, kamu tu apa-apa an sih kal, main tarik-tarik tangan ku. " ucap Kanza sambil meronta di depan Haikal.
__ADS_1
Haikal yang merasa kesal melihat Kanza yang meronta -meronta di depan nya, membuat Haikal mndadak mencium bibir Kanza, sambil mendorong tubuh Kanza ke tembok, yang membuat Kanza tidak bisa bergerak.
Haikal mencium Kanza semakin dalam, tapi Kanza tidak membalas ciuman Haikal. Kanza hanya diam mematung dengan perlakuaan Haikal. Jantung nya Kanza berdetak Lebih cepat dengan perlakuaan Haikal, tubuh Kanza seperti tersengat listrik. Setelah melihat Kanza tidak meronta-meronta lagi, Haikal melepaskan ciuman nya.
"Kanza dengar kan aku, aku minta maaf pada mu, aku tahu aku salah, tapi aku tidak bermaksud merusak hubungan mu, kau boleh tidak percaya pada ku, tapi jangan menjauh dari ku." ucap Haikal yang menjelaskan kepada Kanza.
Kanza hanya terdiam mendengar ucapan Haikal, ia merasa kesal kepada Haikal yang telah mengambil ciuman pertama nya.
"Kanza kau dengar aku. "
"Iya, aku dengar. "
"Jadi kau memaaf kan ku kan, kita masih sahabat kan? " tanya Haikal dengan antusias nya.
"Ye." ucap Haikal sambil menggendong Kanza.
"Turunin aku Haikal. "
"Iya Kanza, maaf aku terlalu senang."
"Ya sudah, aku pergi dulu ya Kal, teman-teman aku sudah pada nungguin aku. "
"Memang nya kamu mau kemana Kanza ?"
"Aku mau nongkrong sama teman ku. "
__ADS_1
"Baiklah Kanza, aku pergi dulu, terima kasih kau sudah memaaf kan ku. " ucap Haikal yang ingin berlalu pergi meninggalkan Kanza.
"Sama-sama Haikal. "
"Kalau kau perlu bantuan, atau kau merasa bosan, segera lah hubungi aku. "
"Iya bawel. "
Kanza bergegas kembali menemui Widya teman satu kelas nya. Sedangkan Haikal kembali ke kantor nya untuk melanjutkan perkerjaan nya.
"Kanza kamu kenapa kok ke toilet saja kok lama banget sih ?" tanya Widya
"Iya Wid, tadi perut aku sakit. "
"Ya sudah, ayo kita jalan sekarang, biar kita pulang nya gak ke sorean. "
"Iya Widya. "
Setelah pulang dari kampus Kanza dan Widya pergi ke sebuah pusat perbelanjaan hanya untuk sekedar mencuci mata, tidak ada sejarah nya dalam hidup Kanza berfoya-foya menghabis kan uang , Kanza dan Widya hanya sekedar menghilangkan penat setelah seharian belajar di kampus, sambil melihat berbagai macam benda-benda yang tertata di dalam mall besar itu. Kanza termaksud tipe wanita yang tidak suka membuang-buang uang hanya untuk hal yang tidak penting. Kanza hanya membeli beberapa keperluan saja, ia tidak terlalu suka dengan barang-barang brendid, menurut Kanza kualitas suatu benda tidak di tentukan melalui merek, melainkan dari kualitas barang tersebut.
Setelah puas berkeliling di sekitaran mall Kanza dan Widya singgah ke sebuah food court untuk mengisi perut mereka yang sudah lapar, habis berkeliling di mall tersebut.
Happy reading guys. 😍😘
Jangan lupa tinggalin jejak like, komen dan vote nya.
__ADS_1