
Kanza mencari meja kosong untuk duduk, kemudian pelayan datang menghampiri meja Kanza.
"Nona mau pesan apa? "
"Tunggu sebentar ya mbak, saya lagi menunggu seseorang. "
Tidak lama setelah Kanza menunggu Haikal datang ke salah satu cabang restauran nya.
"Maaf Kanza, kau sudah menunggu lama ya? "
"Ah, tidak juga Kal, aku juga baru sampai. "
Haikal menarik kursi yang ada di restauran nya itu, kemudian pelayan datang menghampiri Kanza dan Haikal.
"Selamat siang tuan Haikal. Ada yang bisa kami bantu, atau ada yang ingin anda pesan ?" ucap pelayan restauran itu dengan ramah, sambil menundukan kepala nya .
"Berikan menu terbaik kalian hari ini. " ucap Haikal kepada pelayan itu.
"Baik tuan Haikal. "
Haikal duduk di depan Kanza, Haikal memperhatikan wajah Kanza yang kurang bersemangat dan mata nya yang sembab seperti habis menangis.
"Apa yang terjadi dengan mu Kanza? " tanya Haikal kepada Kanza.
"Haikal.. hiks.. hiks. " Kanza kembali menangis di depan Haikal.
"Kanza kamu kenapa? "
"Ayo cerita sekarang sama aku. " ucap Haikal sambil memegang tangan Kanza.
Kanza menceritakan semua nya kepada Haikal tanpa ada di tutupin sedikit pun, Kanza selalu merasa nyaman jika dekat dengan Haikal, Kanza merasa sangat perlu menceritakan masalah nya kepada Haikal, karena Kanza percaya Haikal adalah teman yang baik untuk nya. Kanza sudah menganggap Haikal sebagai sahabat nya sejak kesepakatan nya dengan Haikal.
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya, jangan nangis lagi. "
"Iya Kal, tapi rasa nya ini terlalu menyakitkan bagi ku. "
"Iya aku tahu kok, apa yang kamu rasain. "
"Maafin aku ya Kal, kemarin aku sempat gak percaya sama kamu Kal. " Kanza merasa bersalah karena tidak mempercayai Haikal, ia bahkan marah kepada Haikal, saat Haikal menceritakan perselingkuhan Mira dan Andre.
"Tidak apa Kanza, kamu gak salah kok, udah ya kamu jangan nangis lagi. "ucap Haikal sembari menepuk bahu Kanza dengan pelan.
"Iya Haikal, terima kasih ya, kamu sudah mau dengerin curhat aku ."
"Iya Kanza sama-sama, aku senang kok bisa jadi teman-teman kamu. "
"Oh iya Kanza, apa kamu melihat bagaimana wajah wanita itu secara jelas?"
"Iya tentu saja aku meliha, bagaimana wajah wanita itu secara jelas. "
"Apa wanita yang kau lihat tadi wanita ini ?" tanya Haikal sembari menunjukan foto Mira kepada Kanza.
"Kau mengenal nya? "
"Tentu saja aku mengenal nya, dia adalah mantan kekasih ku. "
"Wanita yang waktu itu kau lihat selingkuh dengan Andre ?"
"Ya siapa lagi. "
Tidak lama setelah itu makanan yang di minta Haikal sudah datang, pelayan itu menyiapkan beberapa makanan laut, jus buah dan beberapa cemilan yang terhidang begitu lezat.
"Silahkan tuan, nona. " ucap pelayan itu sambil menundukan kepala nya.
__ADS_1
"Terima kasih. " ucap Kanza
"Sama-sama nona. " ucap pelayan itu kemudian berlalu pergi.
Semua menu terbaik di restauran ini terhidang di atas meja, dengan tertata begitu rapi.
"Banyak banget Kal makanan nya?" tanya Kanza kepada Haikal.
"Haha tentu saja Kanza, kau pasti sangat lapar kan? "
"Tidak juga. "
"Kau yakin. "
"Iya. "
Kruuuuk...
Cacing di perut Kanza mulai menunjukan protes nya karena tidak di isi dengan teratur.
"Kata nya gak lapar, tapi ternyata cacing nya protes. " ucap Haikal yang meledek Kanza.
"Hmm is kamu tu ya kal, bisa nya cuman meledek saja. " ucap Kanza yang merasa kesal.
Dia terlihat begitu menggemas kan jika sedang kesal.
"Sudah dong Kanza, jangan marah lagi, mari kita makan. "
"Iya Kal. "
Selesai makan Haikal mengajak Kanza untuk pergi ke suatu tempat, dengan tujuan untuk menghibur Kanza.
__ADS_1
"Kita mau ke mana Kal? "
"Kamu tenang saja, setelah kita di sana kamu pasti melupakan masalah mu. "