My Love Only One

My Love Only One
BAB 19 Perasaan Aneh


__ADS_3

Happy reading guys. 😘


Maaf lama up nya ya.🙏


Satu minggu sudah berlalu setelah putus nya Kanza dari Andre. Wanita itu sudah mulai terlihat tegar dan bersemangat menjalani hari-hari nya kembali. Sementara itu Andre di tempat lain sekarang ini sering mabuk -mabukan di club malam.


"Hei Kanza. " ucap seorang pria yang tiba-tiba datang ke kampus nya.


Semua mahasiswa perempuan yang ada di kampus itu melihat seorang pria tampan datang menghampiri Kanza.


"Hei kau Haikal. "


"Iya aku Haikal Kanza."


"Kenapa kau terlihat begitu terkejut?"


"Ya tumben saja kau datang ke Kampus ku Kal. "


"Iya aku datang kemari ingin mengajak mu menonton. "


"Apa kau mau menonton dengan ku Kanza. "


"Hmm. " Kanza menganggukan kepala nya tanda setuju.


Haikal menggenggam tangan Kanza untuk berjalan bersama mengikuti nya ke parkiran mobil. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, bagaimana dua sejoli itu berjalan sambil mengengam tangan.


Sesampai nya di parkiran Kanza meminta Haikal untuk melepaskan gengaman nya.


"Haikal kenapa kamu menggegam tangan ku. "


"Tidak apa-apa Kanza, kamu malu ya? "

__ADS_1


Aku bukan nya malu Kal, hanya saja jika kamu memperlakukan aku seperti ini aku rasa nya bisa sakit jantung . Itu tidak bagus untuk kesehatan hati ku.


"Ah tidak kok Haikal hanya saja tidak biasa nya kau menggegam tangan ku. "


"Hmm maaf ya, kalau aku buat kamu gak nyaman. "


"Ah tidak kok Haikal, malah rasa nya nyaman sekali. " kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Kanza.


"Apa? " Haikal sebenarnya sudah mendengar perkataan Kanza dengan jelas, tapi ia pura-pura tidak dengar.


"Ah tidak maksud ku, aku suka pergi jalan-jalan bersama mu. "


Sesampai nya di sebuah mall terbesar di salah satu kota ini Haikal dan Kanza turun dari mobil yang mereka kendarai. Kanza dan Haikal masuk ke dalam mall itu.


Sebelum masuk ke dalam bioskop Haikal membeli cemilan pop corn dan minuman untuk di bawak ke dalam bioskop. Seperti layak nya pasangan kekasih Haikal dan Kanza terlihat seperti seorang yang sedang pacaran, walaupun kenyataan nya kedua nya tidak pacaran hanya saja mereka sudah bertunangan bukan. Walaupun keduanya sama sekali belum mengungkapkan perasaan mereka . Bayangan cinta masih begitu semu buat mereka tetapi tidak bisa di pungkiri jika kedua nya merasakan debaran jantung yang sama.


"Ayo kita masuk seperti nya filim akan segera di mulai. "


"Sudah dong. "


"Kapan? "


"Sudah gak usah di bahas kapan aku beli tiket nya, ayo kita masuk. "


"Baiklah. "


Haikal membawa Kanza masuk ke dalam bioskop, ia memilih salah satu kursi kosong untuk mereka nonton. Semua yang nonton sudah memasuki ruang bioskop.


"Haikal kenapa di barisan kita tidak ada orang, hanya kita berdua? "


"Iya aku membeli tiket satu barisan ini. "

__ADS_1


"Untuk apa? "


"Bukan kah itu mubajir Kal? "


"Tidak apa, aku hanya tidak mau ada yang mengganggu kita ketika menonton. "


"Cih memang nya siapa yang mau menganggu. " gerutu Kanza kepada Haikal.


Tidak lama setelah perdebatan Haikal dan Kanza filim pun segera di mulai. Filim yang di tonton Haikal dan Kanza filim horor yang pertama kali tayang di bioskop.


Kanza duduk bersebelahan dengan Haikal sementara itu beberapa penonton di bioskop terlihat ketakutan dan berteriak ketika sesok hantu di filim itu keluar dengan wajah yang sangat seram. Kanza yang ikut terbawa dalam suasana horor nya filim pun sesekali menutup matanya dengan jari tangan nya kemudian tanpa sadar Kanza memeluk Haikal yang berada di samping nya. Haikal hanya terlihat tenang dan santai bahkan ia tidak terlalu memperhatikan filim nya. Ia lebih tertarik memperhatikan wanita yang berada di samping nya yang sedang ketakutan.


"Duh seram banget sih filim nya. " gerutu Kanza yang di dengar oleh Haikal.


"Tidak ada yang seram, biasa saja. "


"Cih memang nya kau tidak takut? "


"Tidak. " jawab Haikal singkat.


Suasana di filim itu semakin menakutkan membuat Kanza berteriak dengan keras.


"Auuuuuwwww."


Haikal yang melihat Kanza ketakutan kemudian menyender kepala Kanza di panggung nya sambil membelai kepala Kanza dengan lembut.


"Tidak apa, ada aku di sini jangan takut. "


Kanza merasa tenang berada di samping Haikal .Cukup lama Haikal memeluk Kanza sambil menenang wanita itu agar tidak ketakutan.


Perasaan aneh kembali menderai di dada Kanza dan Haikal. Debaran jantung semakin memacu lebih cepat. Entah kenapa keduanya rasa nya tidak ingin pelukan nya berakhir begitu cepat.

__ADS_1


Setelah memakan waktu hampir dua jam filim pun berakhir mereka memutuskan untuk makan di restauran Haikal sebelum kembali ke rumah.


__ADS_2