
Keesokan hari nya Kanza bangun Lebih awal, ia ingin bertemu dengan kekasih nya pagi ini . Kanza turun dari kamar nya menuju meja makan, untuk sarapan seperti biasanya.
"Tumben sekali kamu cepat bangun sayang? " tanya Merry kepada Kanza, yang biasa nya selalu di bangun oleh nya.
"Iya bu, hari ini aku harus cepat datang, untuk mengganti ujian ku kemarin."
"Baiklah sayang, nanti siang setelah pulang kuliah, jangan keluyuran kemana pun lagi. "
"Memang nya kenapa bu?"
"Kamu lupa ya? "
"Hari ini kamu dan Haikal akan membeli cincin pertunangan. "
"Iya Kanza ingat kok bu. "
"Baiklah, kalau begitu habiskan sarapan mu."
"Iya bu, Kanza berangkat dulu bu. "
"Hati-hati di jalan sayang. "
"Iya bu. "
Kanza menyetir mobil nya dengan kecepatan sedang, ia tidak mau sampai menabrak mobil orang lain lagi.
Sesampai nya Kanza di kampus, ia memutuskan untuk bertemu Andre pagi ini, karena mengingat siang ini ia akan membeli cincin pertunangan. Kanza memutuskan akan menyampaikan kepada Andre, prihal tentang perjodohan, dan pertunangan nya.
Kanza duduk di kantin kampus, sambil menunggu kedatangan Andre.
"Hei sayang. " Andre menarik kursi nya untuk duduk di depan Kanza.
"Hei juga sayang. "
"Apa kau sudah lama menunggu?"
"Tidak aku baru saja sampai sayang. " Kanza memberikan uang yang akan di pinjam Andre.
"Terima kasih sayang, aku janji akan mngembalikan uang mu secepatnya. "
"Tidak usah sayang, kamu pakai saja, tidak perlu memikirkan cara, untuk mngembalikan nya. "
__ADS_1
"Sekali lagi aku ucap kan, terima kasih sayang, kamu memang pacar terbaikku. "
"Ada yang ingin aku kata kan pada mu. "
"Ada apa sayang?"
"Kata kan Lah. "
Kanza menghela nafas nya, tidak tahu harus memulai kata nya dari mana.
"Begini sayang, aku ingin mengatakan bahwasannya aku sudah di jodohkan. "
"Apa!? "
"Kamu pasti bercanda kan sayang? "
"Tidak sayang, aku tidak bercanda, aku akan tunangan satu minggu lagi. "
"Lalu, bagaimana dengan hubungan kita? "
"Kamu tenang Lah sayang, aku akan membuat kesepakatan dengan laki-laki yang akan di jodohkan dengan ku, agar pernikahan kami tidak sampai terjadi. "
"Dia pasti mau, dia juga tidak menyukai ku sayang. "
"Baiklah kalau begitu. "
"Terima kasih sayang, kamu sudah mengerti aku. "
"Tidak masalah sayang, asal kau tetap bersama ku. "
"Baiklah sayang, aku masuk kelas dulu. "
Kanza mengakhiri pembicaraan nya dengan Andre, ia kembali ke kelas nya, untuk mulai ujian hari ini. "
Selesai ujian Kanza memutuskan untuk Langsung pulang, mengingat ia harus membeli cincin pertunangan nya dengan Haikal.
Kanza mengenakan long dress berwarna maron, dan melepaskan ikatan rambut nya. Ia berusaha untuk tersenyum, walaupun sangat sulit baginya untuk tersenyum.
"Kamu sudah siap sayang? " tanya Merry kepada Kanza.
"Sudah bu. "
__ADS_1
"Baiklah , kalau begitu segera Lah turun Haikal sudah menunggu di bawah. "
"Baiklah bu. "
Kanza menuruni tangga, ia melihat Haikal, dan Fandy sedang berbincang di ruang tamu . Kanza memaksa kan diri nya untuk tersenyum, walaupun ia sebenar nya sangat malas untuk pergi bersama Haikal.
Haikal melihat Kanza, sampai membulat kan mata nya terbuka sempurna . Haikal baru sadar betapa cantik nya wanita ini, ia menatap Kanza dari jauh . Merry yang melihat wajah Haikal yang melongo melihat Kanza, membuatnya nya tersenyum, dan berpikir ini adalah awal yang bagus, untuk hubungan kedua nya.
"Ayo kita segera jalan. " ucap Haikal dengan wajah datar, tanpa ekspresi.
"Iya. " jawab Kanza dengan singkat.
"Ayah, Ibu, Kanza pergi dulu. "
"Iya sayang ." ucap Fandy dan Merry.
"Om, tante, saya permisi bawa Kanza dulu. " ucap Haikal yang meminta izin, kepada Fandy dan Merry.
"Iya Haikal, tante, dan om, titip Kanza ya. "
"Iya tante. "
Kanza dan Haikal keluar dari rumah besar itu, Haikal jalan terlebih dulu, sementara Kanza mengekor di belakang Haikal. Mereka masuk ke dalam mobil, Kanza duduk di belakang, ia tidak mau duduk di samping Haikal.
"Apa kau pikir aku supir mu?" tanya Haikal dengan wajah dingin nya.
"Tidak. " jawab Kanza singkat.
"Kalau begitu duduk Lah di depan, aku bukan supir mu. "
"Tidak mau, aku tidak ingin dekat-dekat dengan mu. "
"Cih, kau pikir aku mau dekat-dekat dengan mu. "
"Ya sudah kalau begitu, aku tetap di sini. "
"Kalau kau tidak mau duduk di depan, maka kita tidak akan jalan. "
Kanza merasa kesal dengan sikap Haikal yang seenak nya saja, ia malas untuk berdebat dengan Haikal, Kanza memilih untuk mengalah, untuk pindah duduk ke depan.
Bersambung..
__ADS_1