
"Tapi kita mau kemana Kal? "
"Sudahlah ikut saja. Kau pasti akan merasa tenang berada di sana. "
"Baiklah. " ucap Kanza pasrah kemana pun Haikal membawa nya.
Haikal dan Kanza memilih menaiki mobil yang sama. Haikal menyuruh orang suruhan nya untuk mengantar mobil Kanza kemudian rumah nya.
Selama dalam perjalanan Kanza hanya melihat ruas jalan di kota ini, yang begitu padat di siang hari di balik kaca mobil Haikal.
Sembari menyetir mobil nya, Haikal melirik Kanza yang sedari tadi hanya diam menatap jalan.
Tidak sampai satu jam Haikal sudah sampai ke tempat tujuan nya.
"Ini kita di mana Kal ?"
"Ayo ikut aku !" ucap Haikal sambil menarik tangan Kanza untuk ikut dengan nya.
Haikal yang membawa Kanza sampai ke danau tempat biasa Haikal datangin ketika sedih.
"Wah danau ini indah sekali Kal, tapi kenapa kamu bawa aku kemari ?"
"Danau ini memang indah Kanza, aku membawa mu kemari karena tempat ini, tempat dimana aku selalu mengadu ketika aku sedih, tempat ini bisa mendamaikan hati ku."
"Benarkah Kal. "
"Iya, teriak lah Kanza, marah lah sepuas nya di depan danau ini, maka setelah itu kamu akan merasa jauh lebih baik. "
__ADS_1
Kanza berteriak sekencang - kencang nya di depan danau itu, meluapkan emosi nya dan rasa sakit nya yang ia rasa kan karena sakit hati atas penghianatan yang Andre lakukan kepada nya.
"Hiks hiks kamu jahat ndre, kamu tega menghianati ku. "
Haikal yang merasa kasihan dengan Kanza, memeluk nya dengan sangat erat sambil menepuk pelan bahu dan kepala Kanza.
"Kamu sudah merasa jauh lebih baik Kanza? "
"Iya Kal, aku sudah jauh lebih baik kok. "
"Senyum dong, Kanza. "
"Iya terima kasih ya Kal, kamu sudah mau dengerin curhat aku, sudah mau jadi teman ku, di saat aku sedang sedih. "
"Iya Kanza, gak perlu terima kasih aku senang kok, bisa jadi teman baik kamu."
"Ya sudah Kanza, ayo aku antar kamu pulang. "
"Iya Kanza. "
Setelah Kanza merasa tenang dan jauh lebih baik, Haikal mengajak Kanza untuk pulang, mengingat hari sudah menjelang malam. Haikal mengantar Kanza sampai ke rumah nya.
Sesampai nya di rumah Kanza, Haikal membawa Kanza masuk sampai ke dalam rumah nya.
"Haikal masuklah dulu, mari kita makan malam bersama. " Merry mengajak Haikal untuk makan dulu sebelum pulang ke rumah nya.
"Baiklah tante, kalau tidak merepotkan. "
__ADS_1
"Tentu saja tidak Haikal, masuk lah. "
"Iya tante. "
Haikal masuk ke dalam rumah Kanza untuk makan malam bersama keluarga nya Kanza.
Di meja makan telah terhidang beberapa makanan yang sangat lezat, membuat selera makan siapa saja yang melihat makanan itu menjadi ingin segera memakan nya.
"Silahkan Haikal di makan, mungkin tidak seenak masakan Haikal ya. " ucap Merry yang melihat Haikal masih memandangi makanan yang ada di depan mata nya.
"Hmm tidak juga tante, seperti nya masakan ini jauh lebih lezat. " ucap Haikal sambil mengambil piring untuk mulai mengambil nasi, dan lauk pauk yang telah terhidang di atas meja.
"Cih bohong banget. " cibir Kanza kepada Haikal.
Selesai makan malam bersama di rumah Kanza. Haikal memutuskan untuk pulang ke rumah nya, mengingat jam sudah menunjukan pukul delapan malam, sebelum pulang Haikal menyalami kedua orang tua Kanza.
"Terima kasih tante, atas makan malam nya, Haikal pamit ya tante. " ucap Haikal kepada Merry.
"Iya Haikal, terima kasih kamu sudah mau mengantar Kanza. "
"Sama-sama tante. "
"Om Fandy, Haikal pamit pulang om. " ucap Haikal yang menyalami Fandy.
"Iya nak Haikal, hati-hati di jalan ya."
"Iya om."
__ADS_1
Happy reading guys. 😊🤗
Jangan lupa tinggalin like, komen, dan vote nya ya.😍😘