
Setelah selesai makan siang Kanza dan Widya memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Tepat nya pukul 05.00 Kanza telah sampai di rumah nya, ia segera bergegas mandi untuk membersihkan diri.
Sejenak Kanza teringat tingkah konyol Haikal kepada nya, tanpa sadar Kanza senyum-senyum sendiri.
Ah kenapa aku jadi mikirin Haikal sih, sepertinya ada yang salah dengan otak ku.
Hari sudah menjelang malam selesai makan malam bersama, Kanza kembali ke kamar nya, sembari memainkan ponsel nya ia mencoba menghubungi Andre, sudah dua hari Andre tidak memberi kabar melalui chat, mau pun telepon.
"Kemana sih Andre kenapa, dia tidak memberi ku kabar dua hari ini. " gerutu Kanza yang merasa kesal, sambil membanting ponsel nya di tempat tidur.
🌹🌹🌹🌹
Keesokan hari nya di hari yang sangat cerah, Kanza bangun dari tidur nya, ia bergegas untuk berangkat ke kampus. Sebelum berangkat ke kampus nya Kanza sarapan bersama keluarga nya di ruang makan.
"Kanza bagaimana perkembangan hubungan kamu dan Haikal ?"
"Baik bu." jawab Kanza singkat.
"Bagus lah Kanza berarti kalian sudah semakin dekat. "
"Iya bu, Kanza pamit bu. " ucap Kanza sambil mencium tangan Merry dan Fandy.
"Iya sayang, hati-hati jangan kebut-kebut bawa mobil nya. "
"Iya bu. "
__ADS_1
Sesampai nya di kampus Kanza langsung masuk ke kelas nya, untuk memulai pembelajaran perkulihan nya seperti biasa.
Tidak sampai lima jam perkulihan Kanza telah selesai.
Kanza memutuskan untuk mengunjungi apartemen Andre, mengingat kekasih nya itu sudah beberapa hari tidak ada kabar, bahkan ponsel nya pun tak aktif. Membuat Kanza merasa kuatir dengan kekasih nya.
Tidak sampai satu jam Kanza sudah sampai di depan apartemen Andre. Kanza menekan tombol lift yang ada di apartemen itu.
Kanza menekan bel apartemen Andre, tapi tidak ada jawaban dari Andre.
Kanza memutuskan untuk menunggu di depan pintu apartemen Andre. Namun sudah dua jam Kanza menunggu di depan pintu apartemen Andre, tetapi tidak ada jawaban dari penghuni apartemen.
Akhir nya Kanza memutuskan untuk pulang, namun belum sempat Kanza menjalan kan mobil nya, ia melihat Andre keluar dari apartemen nya.
Kanza melihat Andre keluar dari apartemen nya bersama wanita lain.
Kanza yang melihat Andre pergi bersama wanita itu pun, memutuskan untuk mengikuti kemana Andre pergi dengan wanita itu.
Tidak sampai satu jam mobil Andre sudah sampai di depan hotel 🏨.
Mau angpaen Andre dan wanita itu ke hotel, apa yang akan mereka lakukan.
Kanza yang masih penasaran pun mencoba mengikuti Andre sampai ke dalam hotel tersebut.
Andre dan wanita itu masuk ke dalam kamar hotel itu. Kanza yang melihat itu hati nya terasa sakit.
Kanza berada di depan pintu kamar hotel, tempat dimana Haikal dan wanita itu masuk. Kanza menempel kan telinga nya di balik pintu untuk mendengar apa yang sedang di lakukan Andre di dalam kamar bersama wanita lain.
__ADS_1
Hati Kanza terasa begitu sakit hati melihat hal ini, ia tahu betul apa yang di lakukan Andre dengan wanita itu di dalam sana.
Kanza langsung berlari keluar dari hotel itu sambil menangis, hati nya terasa begitu sakit, ia masih tak menyangka kenapa pria yang begitu di percaya nya, tega melakukan ini kepada nya.
Kanza menyetir mobil nya dengan kecepatan tinggi, ia tidak harus kemana saat ini, pikiran nya sedang kacau.
Mobil Kanza berlalu begitu cepat menebas jalan dengan kecepatan tinggi, namun sejenak ia berpikir, ia butuh seseorang untuk bercerita tentang masalah nya saat ini. Kanza mengambil ponsel nya mencari teman yang bisa di ajak nya curhat, kemudian terlintas di benak Kanza untuk menghubungi Haikal.
"Ya, Hallo Kanza. " ucap Haikal di sambungan telepon.
"Haikal, hiks.. hiks. " Kanza tidak bisa menahan tangis nya.
"Iya Kanza, kamu kenapa kok nangis? "
"Bisa kita ketemu Haikal ?"
"Iya bisa, kamu mau kita ketemu di mana Kanza? "
"Di restauran kamu saja Kal."
"Baiklah aku tunggu kamu di sini. "
"Iya. " Kanza kemudian mematikan ponsel nya, melanjutkan perjalanan nya menuju restauran Haikal.
Tidak sampai setengah jam, Kanza sudah sampai di depan restauran Haikal.
Bersambung.
__ADS_1