
Haikal yang telah lelah mengurung diri nya selama seharian ini memutuskan untuk keluar dari kamar nya . Haikal merasa lapar setelah seharian ini ia tidak berkerja bahkan tidak turun dari kamar nya, hanya untuk makan saja. Wulansih yang merasa kuatir dengan Haikal, menyuruh Kanza agar datang ke rumah nya.
"Haikal kamu tidak berkerja?" tanya Wulansih kepada Haikal.
"Tidak ma, hari ini Haikal libur. "
"Tapi kan hari ini bukan hari libur? "
"Haikal libur sendiri ma. "
"Kenapa Haikal, mama lihat kamu mengurung diri saja hari ini ?"
"Haikal cuma lagi gak mood saja ma. "
"Kamu yakin?"
"Mama tadi nyuruh Kanza kemari , untuk menemani kamu, soal nya sore ini mama mau berangkat ke Korea. "
"Mama mau ngpaen mama ke Korea?"
"Ada urusan bisnis disainer mama, yang harus mama urus di sana. "
"Berapa lama mama di sana ?"
"Kemungkinan cuma tiga hari. "
"Baiklah Haikal, mama harap kamu bisa Lebih dekat lagi dengan Kanza."
"Iya ma. "
Setelah perbincangan ibu dan anak itu, Haikal sudah merasa lapar ia mengambil semua bahan-bahan masakkan di dalam kulkas nya. Haikal mulai memasak .
Haikal Hanif
Tidak lama setelah Haikal memasak, Kanza sudah berada di depan rumah Haikal . Kanza datang ke rumah Haikal atas permintaan Wulansih, mengingat ia dan Haikal sudah sepakat, pura-pura menyetujui perjodohan ini. Kanza pun mau tidak mau harus menemani Haikal hari ini.
"Maaf tuan Haikal, di depan ada nona Kanza. " ucap pak Dodi pelayan di rumah Haikal.
"Persilahkan dia masuk pak Dodi. "
"Baik tuan."
Pak Dodi mempersilah Kanza masuk ke dalam rumah Haikal.
__ADS_1
"Silah kan masuk nona Kanza, tuan Haikal sedang memasak."
"Baik pak terima kasih. "
Kanza Hafni
Kanza duduk di ruang tamu, sambil menunggu Haikal, Kanza melihat foto-foto yang ada di rumah Haikal . Di sana terdapat foto masa kecil Haikal, dan foto wisuda nya ketika masih kuliyah di singapore .
"Kamu sudah datang sayang. " tanya Wulansih kepada Kanza.
"Sudah tante, tante mau kemana, kok sudah bawa koper?"
"Tante mau pergi ke Korea , ada urusan kerjaan, yang harus tante kerjakan di sana, selama tante pergi, kamu temanin Haikal ya Kanza ."
"Baik tante. "
Wulansih
Haikal sudah selesai memasak, ia membawa kan segelas jus jeruk untuk Kanza.
"Loh mama sudah mau berangkat. " tanya Haikal kepada Wulansih.
"Mama pergi dulu Haikal, Kanza kamu jangan sungkan -sungkan anggap saja ini rumah sendiri."
"Iya tante. "
"Hati-hati ma, kalau sudah sampai kabarin Haikal. "
"Iya sayang. " ucap Wulansih sambil memeluk Haikal.
Setelah kepergian Wulansih, tinggalah Haikal dan Kanza di ruang tamu rumah Haikal. Mereka berdua terlihat canggung , tidak ada yang saling menyapa, Haikal sibuk dengan handpone nya, dan Kanza sibuk dengan pikiran nya.
"Hei minum Lah, ini minum untuk mu. " ucap Haikal menawarkan minuman yang di bawa nya.
"Eh iya terima kasih. "
"Tenang saja, minuman itu tidak ada racun nya."
"Cih, siapa yang bilang ini beracun. "
"Kalau tidak beracun, minum Lah Kanza. "
__ADS_1
"Terima kasih."
"Aku lapar, apa kau mau ikut makan. " tanya Haikal menawarkan kepada Kanza, sambil berjalan menuju meja makan.
"Boleh juga, kebetulan aku sangat lapar. "
"Baiklah, mari kita makan. "
Kanza dan Haikal duduk di meja makan, menikmati makan siang yang di masak oleh Haikal.
"Apa di rumah mu, tidak ada yang memasak? "
"Ada, Kenapa ?"
"Tidak ada, kenapa kau yang memasak?"
"Memasak adalah hobi ku, jadi pelayan di rumah ini hanya memasak pada saat aku sibuk."
"Hmm begitu ya."
"Iya bagaimana rasa nya. " tanya Haikal kepada Kanza.
"Lumayan. "
Selesai makan bersama Haikal mengajak Kanza, untuk duduk di taman belakang rumah Haikal.
"Kamu kenapa gak berkerja hari ini ?" tanya Kanza kepada Haikal.
"Tidak ada, aku hanya sedang tidak mood. "
"Kau yakin, karena itu ?"
"Iya. "
"Tapi dari raut wajah mu mengatakan, kau baru saja putus cinta. "
"Haha kamu itu sok tahu banget ya Kanza. " ucap Haikal sambil menggelitik pinggang Kanza.
"Udah dong Haikal, geli tahu. "
"Habis nya kamu sok tahu sih. "
Bersambung.
Happy reading guys. 😍😘
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, dan vote guys. 😊🤗