
Di sepanjang perjalanan Haikal, dan Kanza hanya diam, tidak ada yang mau memulai, untuk bicara, Kanza yang merasa masih kesal dengan Haikal, memilih untuk diam. Sementara itu Haikal tetap fokus menyetir mobil nya, walaupun sekali-kali ia melirik Kanza yang terlihat kesal kepada nya. Tidak butuh waktu lama, hanya dalam satu jam, Haikal, dan Kanza sudah sampai di toko perhiasan.
"Pilih lah sesuai selera mu. " ucap Haikal yang malas memilih kan cincin pertunangan nya.
"Kau saja yang milih, kenapa harus aku. "
Mendengar jawaban Kanza, Haikal merasa jengah, dengan sikap Kanza yang menyebal kan menurut nya. Haikal memilih untuk mengalah, dan memilih kan cincin pertunangan mereka .
"Baiklah, bagaimana kalau kita pilih yang ini. " ucap Haikal yang meminta persetujuan Kanza.
"Bagus. " jawab Kanza asal.
"Baiklah kami pilih yang ini. " ucap Haikal kepada seorang pelayan toko perhiasan.
"Baik tuan, nona tunggu sebentar" ucap pelayan toko.
Tak lama kemudian pelayan toko, itu menyerah kan sepasang cincin kepada Haikal, dan Kanza. Selesai membeli cincin pertunangan, Kanza, dan Haikal mampir di restauran milik Haikal, yang terdapat banyak cabang di kota ini. Semua pelayan restauran menyambut kedatangan mereka.
"Ini restauran milik mu. " tanya Kanza kepada Haikal.
"Iya ini salah satu, cabang restauran ku di kota ini. "
"Wah, ternyata kau sesukses itu ya. "
"Tentu saja, Haikal gitu. "
"Cih, tapi sayang di balik kesuksesan mu itu, tetap saja kau seperti rentenir. " ucap Kanza sambil mengejek.
"Apa kau bilang!?"
"Kau mengatai ku rentenir. "
"Iya, kau seperti rentenir, padahal uang mu sangat banyak, kau begitu sukses, tapi kau masih sempat nya memerasku. " cibir Kanza kepada Haikal, dengan wajah yang terlihat kesal.
"Hahaha, jadi kau mengataiku rentenir, karena itu. "
"Iya. " ucap Kanza dengan singkat.
__ADS_1
"Aku hanya memberi mu pelajaran, bagaimana seharus nya kau bertanggung jawab, setelah merusak mobil ku. " ucap Haikal dengan santai.
"Cih, kau sudah seperti guru saja. "
"Haha, kau ini Lucu sekali Kanza, sudah lah mari kita makan. "
"Kau mau pesan apa?"
"Hari ini aku yang teraktir. "
"Benarkah."
"Aku boleh pesan apa saja?"
"Tentu saja. "
"Kalau begitu, aku pesan ikan gurame, udang saus tiram, nasi goreng, es krim, dan, jus jeruk." ucap Kanza dengan mata bebinar, membayangkan betapa lezat nya makanan itu.
"Kau yakin, ingin makan sebanyak itu?"
"Tentu saja, aku sangat lapar, aku bahkan belum sempat makan siang tadi. "
Pelayan yang sedari tadi berdiri, di depan meja tempat duduk Haikal, dan Kanza, mencatat semua pesanan yang mereka pesan .
"Baiklah tuan Haikal, dan nona Kanza tunggu sebentar, saya akan menyiapkan semua nya. "
Kanza hari ini ingin menyampaikan niat nya, untuk membuat kesepakatan dengan Haikal, agar pernikahan nya dan, Haikal tidak terjadi.
"Ada yang ingin ku bicarakan pada mu. "
"Bicara apa?"
"Apa kau menginkan perjodohan ini? "
"Tidak, sejujur nya aku ingin menolak, tapi karena aku tidak ingin membuat mama ku kecewa."
"Lalu bagaimana dengan mu? " tanya Haikal balik.
__ADS_1
"Sejujur nya, aku juga tidak menginkan perjodohan ini, aku sudah punya pacar. "
"Jadi apa yang akan kita lakukan?"
"Apa kita akan pasrah saja?" tanya Haikal kepada Kanza.
"Tentu saja tidak, aku tidak mau menjadi istri mu. "
"Cih, aku juga tidak mau menjadi suami mu. "
"Lalu apa yang akan kita lakukan? "
"Entahlah, aku rasa kita harus menolak nya. "
"Tapi tidak semudah itu menolak. "
"Bagaimana kalau kita pura-pura menginginkan perjodohan ini, tapi begitu waktu itu tiba, kita bilang saja kalau kita masih tidak bisa, untuk saling mencintai. " ucap Kanza, memberi ide kepada Haikal.
"Ide yang bagus, baiklah, kita akan pura-pura menginkan perjodohan ini. "
"Kalau begitu kita tos dulu dong, tanda misi kita akan berjalan. "
Haikal, dan Kanza saling memberi kan tos nya, menanda kan misi akan di mulai.
Tidak lama setelah kesepakatan mereka, makanan yang mereka pesan telah datang.
"Silahkan tuan, nona . " ucap pelayan itu, sambil menundukan kepala nya.
"Terima kasih. " ucap Kanza , sambil melihat makanan yang terlihat begitu lezat, telah tersusun rapi di atas meja .
"Sama-sama nona. "
Kanza menikmati makanan nya, dengan begitu lahap nya, Haikal yang melihat itu hanya senyum-senyum, sambil menggeleng kepala nya .
"Ini sangat enak. " ucap Kanza sambil memegangi perut nya, yang terasa kenyang, Kanza sampai bersendawa di depan Haikal.
"Maaf -maaf. " ucap Kanza, kepada Haikal.
__ADS_1
Haikal hanya tertawa melihat Kanza, seperti orang yang tidak makan satu bulan.
Happy reading guys, jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen, dan vote nya. 😇😍