My Lovely,My CEO

My Lovely,My CEO
Bab 16


__ADS_3

sore menjelang malam jam kantor sudah usai para karyawan sudah banyak yang meninggal kan kantor sesuai dengan perjanjian tadi arisha menuju halte bus yang berada tak jauh dari kantornya


setelah menunggu mobil sport hitam berhenti didepan arisha,dia hanya diam mengamatinya


" maaf sudah menunggu lama tadi ada sedikit masalah dikantor " ucap bryan sambil membuka kan pintu mobil untuk arisha


" tidak apa-apa pak saya juga baru saja datang " ucap arisha


mereka melewati jalanan ibu kota yang ramai kendaraan hilir mudik hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil bryan


" ehemmm..." bryan mencoba memecahkan keheningan


" kamu sudah makan sha" tanya bryan


" tadi siang sudah pak dikantin "


" kita mampir dulu buat makan ya aku lapar nich ?" sambil menoleh sekilas ke arisha dan kembali lagi fokus ke jalanan


" tapi pak..? belum sempat melanjutkan Bryan sudah menjawab


" ini perintah dan saya tidak suka penolakan " ucap bryan sambil melirik arisha


" dasar tukang perintah " batin arisha


mobil bryan sudah menuju ke sebuah restoran mewah mereka berdua turun dari mobil dan menuju restoran

__ADS_1


mereka pun segera menuju tempat yang sudah dipesan oleh bryan tadi


tempat yang menyajikan pemandangan out door yang indah dihiasi lampu yang memberikan kesan romantis


sementara arisha dia hanya bisa diam dan takjub dengan suasana di tempat itu


" ayo duduk jangan bengong saja " ucap bryan sambil menarik kursi untuk arisha


" eh..iya pak " sambil duduk di kursi yang sudah di tarik oleh bryan


" em..maaf pak ini ada acara apa ya pak kok Restoran nya dari saya masuk sampai kita kesini kok tidak ada yang masuk ?"


" tenang saja ini tidak ada acara apa apa nanti juga kamu akan tau sendiri,sudah ayo kita makan dari tadi saya lapar " perintah bryan ketika pelayan sudah menyajikan hidangan


setelah menikmati hidangan bryan memberikan sebuah kode kepada seorang pelayan dan seperdetik kemudian pelayan datang dengan membawa sebuah buket bunga mawar merah menuju meja mereka


Bryan pun meraih buket tersebut dari pelayan dan memberikan kepada arisha


" ini untuk kamu " sambil menyerahkan buket


arisha menerimanya dengan bingung dia tidak bisa berkata apa-apa antara bingung syok campur menjadi satu


" maaf pak ini untuk apa ya ?"


" itu buat kamu dari saya "

__ADS_1


" tapi untuk apa pak ?"


tanpa menjawab bryan berdiri dan berlutut dihadapan arisha dan dia meraih tangan arisha dan berkata


" arisha mau kah kamu menjadi kekasih ku dan menjadi satu-satunya yang ada di hatiku menjadi istri ku dan ibu untuk anak-anak ku kelak " sambil menatap arisha


arisha tak menjawab dia diam dan membeku seperti mimpi yang sulit diartikan dia hanya diam mengamati lebih dalam seorang Bryan


sesosok yang dia puja puja dari dulu dan kini dihadapan nya dia mengutarakan perasaannya


" arisha kamu gak pa pa ?" bryan berdiri sambil memegang kedua pipi gadis itu


" eh..maaf pak saya gak papa" jawab nya dengan gugup


" syukurlah sha,aku tidak memaksa mu untuk menjawab nya hari ini yang jelas aku sudah mengutarakan isi hatiku semoga kamu bisa mempertimbangkan ini semua " sambil tersenyum manis


arisha tak menjawab nya dia masih bingung dan belum percaya dengan semua ini


" ayo aku antar kamu pulang ini sudah malam soalnya " mencoba mencairkan suasana


dengan anggukan kepala arisha beranjak mengikuti bryan yang sudah bersiap untuk meninggalkan tempat itu sepanjang perjalan menuju parkiran bryan tak melepaskan genggaman tangannya seolah dia takut arisha akan pergi meninggalkan nya


sesampainya dimobil bryan segera membuka kan pintu mobil untuk arisha dan segera memutar menuju kemudi


selama perjalan suasana didalam mobil hanya ada keheningan dengan fikiran masing masing sesekali bryan melirik arisha sementara arisha nampak melihat keluar jendela

__ADS_1


__ADS_2