
sesampainya di kos arisha segera membersihkan dirinya
sementara bryan yang telah sampai di rumah kedua orangtuanya segera menemui papa mama nya yang sedang bersantai diruang keluarga
" pa ma bryan datang " sambil mencium punggung tangan kedua orangtuanya
" tumben anak mama pulang biasanya juga gak pernah pulang kerumah " sindir mama bryan
" ma anak nya pulang bukan disambut malah diolok " ucap bryan
" sudah sudah jangan berdebat" ucap papa bryan
" ya ya mama tau ow ya bryan apa kamu sudah makan malam,kalau belum ayo kita makan malam bersama sudah lama kita tidak makan malam bareng " tanya mama bryan
" kebetulan bryan belum makan ma," sambil mengikuti kedua orangtuanya menuju meja makan
mereka bertiga pun menikmati makan malam keluarga yang harmonis jarang jarang mereka bisa berkumpul bersama
" ehem.. ngomong ngomong ada hal penting apa kamu pulang bryan? tidak biasanya kamu kayak gini pasti ada sesuatu? tanya ayah menyidik
" sebenarnya bryan kesini mau minta izin sama papa dan mama bryan mau memperkenalkan calon istri bryan ke mama dan papa " ucap bryan
" wah..anak papa sudah dewasa ya sekarang sudah berani ngomong kayak gitu" sindir papa bryan
" mama jadi penasaran siapa sih wanita yang bisa menaklukkan seorang Bryan ?" ejek mami
Bryan hanya terkekeh melihat kedua orangtuanya
__ADS_1
" besok bryan akan kenalkan sama papa dan mama"
tanpa menjawab kedua orang tua hanya mengangguk kepala, mereka pun melanjutkan ngobrol mereka sebab ini kesempatan langka bisa berkumpul bersama
sementara ditempat lain arisha sudah berusaha untuk biasa saja tapi tetap saja dia gugup
" sudah sha kamu pasti bisa dan kamu pasti mampu " guman arisha
* dirumah sakit
zea yang sudah 5bulan bekerja dirumah sakit mulai memiliki banyak teman sebab dia tipe yang ramah dan ceria dan tanpa dia tahu diam diam ada seorang dokter yang mengamatinya sejak pertama dia masuk
brukk
semua berkas yang dibawa zea berjatuhan setelah dia tanpa sengaja menabrak seseorang
tanpa menjawab zea dia membantu zea merapikan berkasnya dan menyerahkan berkas itu pada zea dan ketika zea menatap orang yang membantu nya seakan dia terpana akan ketampanan nya seorang pria berkarisma tampan dan itu membuat zea kagum
" ehem "
suara deheman dari pria itu membuyarkan lamunan zea
" eh.. iya makasih atas bantuannya dan sekali lagi saya mohon maaf " ucap zea sambil menahan gugupnya
" iya tidak apa apa dr.zea " sambil melirik name take yang dipakai zea
zea pun tersipu malu mendengar pria itu memanggil zea
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi dulu dr.erick" ucap zea sambil melihat nama yang terpasang seragam nya
ketika zea mau melangkah meninggalkan erick tiba tiba langkah nya terhenti oleh tangan kekar yang memegangnya
" maaf apa kita bisa bertemu lagi setelah ini" ucap dr.Erick
" eh..iya dr.erick mungkin ketika waktu senggang" sambil melihat tangannya yang dipegang oleh dr.erick
" eh iya maaf" sambil melepas tangannya zea
" kalau begitu saya permisi dok" pamit zea sambil meninggalkan dr.erick
sementara erick hanya tersenyum melihat zea pergi ada suatu kepuasan sendiri
zea yang sudah sampai diruangannya langsung mendudukkan tubuhnya dikursinya
" ya tuhan kenapa dengan jantung ku kenapa dari tadi berdetak begitu kencang" guman zea sambil meraba jantung nya
tok tok tok
suara ketukan pintu ruangan zea
" ya masuk!" perintah zea sambil menuju meja kerjanya
" maaf dok ada pasien yang mau cek up kandungan nya dok" ucap suster
" baiklah suruh masuk langsung" ucap zea
__ADS_1
" baik dok" ucap suster itu dan meninggalkan ruangan zea