
hari dimana arisha bertemu dengan kedua orang tua Bryan pun tiba,dia mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna dengan menatap dirinya di cermin
" hem.. sempurna " sambil tersenyum manis
arisha pun menunggu bryan datang dan yang ditunggu pun telah tiba
tok tok tok
suara pintu kos arisha diketuk oleh seseorang yang tak lain adalah bryan,arisha pun segera membukakan pintu
ketika pintu kos dibuka alangkah terkejutnya bryan melihat penampilan arisha
penampilan nya begitu mempesona dengan mini dress dibawah lutut berwana navy dengan make up tipis begitu membuat arisha sempurna
" sayang kamu kok cantik banget sih " ucap bryan terpesona
" ah..kakak bisa aja " arisha tersipu malu
" ya sudah ayo kita berangkat mama sama papa sudah menunggu kita " ucap bryan sambil mengandeng tangan arisha
didalam mobil arisha nampak gelisah memikirkan pertemuannya dengan kedua orang tua bryan ia nampak gugup,bryan yang menyadari itu langsung memecahkan suasana
" sayang rileks aja gak usah tegang gitu dong " sambil melihat arisha sekilas dan kembali fokus kedepan
" arisha gugup kak,arisha takut kalau mereka gak nerima arisha" ucap nya dengan gelisah
" hey sayang percaya deh sama aku mereka pasti nerima kamu apa adanya kok " sambil mengelus lembut kepala arisha
tanpa menjawab arisha hanya mengangguk kan kepala dia sedikit lega sebab bryan telah menyakinkan arisha
sementara itu dirumah sakit
__ADS_1
setelah selesai jam praktek zea segera merapikan meja kerjanya dan akan bersiap untuk pulang ke apartemen sebab dia begitu lelah dengan kegiatannya hari ini namun langkah tiba tiba terhenti ketika ada panggilan masuk di ponselnya
" **zea sudah pulang belum ? dan apakah h****ari ini ada waktu luang ?
" maaf ini siap ya ?
" ini aku erick** "
zea pun melotot kaget sebab dia gak menyangka kalau dr.erick akan menghubungi nya
" **ini saya mau bersiap pulang dok "
" hari ini kamu ada waktu luang gak?
" kebetulan tidak ada dok '"
" apa kamu mau nemenin aku makan hari ini ? itupun kalau kamu gak sibuk?
" emm..gimana ya dok ? jawab zea ragu
" eh..bukan gitu dok maksud ucapan saya bukan gitu,apa nanti tidak ada yang marah kalau kita makan bareng ? tanya zea dengan gugup
" ya ampun ze aku kira apa " sambil tertawa diseberang sana
" aku masih jomblo jadi gak akan ada yang marah " sambil tersenyum
" oww...ya sudah saya temenin dokter kalai begitu dokter share lokasi nanti saya samperin" berjalan keluar ruangan
tak butuh lama akhirnya zea sampai di lokasi dan segera menemui dr.erick
" maaf ya dok sudah menunggu lama " sambil duduk di kursi yang sudah dipesan dr.erick
__ADS_1
" ah.. tidak kok ze aq baru saja sampai " jawab dr erick sambil tersenyum
mereka pun mengobrol begitu banyak hal dari Masalah kerja sampai pribadi sambil menikmati makan malam dengan suasana romantis di cafe tersebut
sementara ditempat lain arisha dan bryan sudah sampai di mansion keluarga bryan
arisha pun mencoba menetralisir keadaan nya yang gugup dengan langkah pasti fan genggaman erat bryan dia melangkah kan kaki menuju mansion keluarga bryan
mereka berdua disambut hangat oleh para asisten rumah tangga
" selamat malam tuan muda dan nona " sapa mereka sambil membungkuk badan
mereka berdua tersenyum menjawab sapa para asisten dan melangkah masuk kedalam
" mah,pa bryan datang " ucap nya sambil memasuki rumah dengan arisha
mama bryan pun segera menyambut kedatangan mereka dengan perasaan bahagia
" eh..anak mama sudah datang rupanya" sambil melirik arisha
" ck..ada mau nya aja bilang nya anak sayang coba kalau gak ada maunya " guman bryan
arisha menoleh kepada bryan rasanya tak percaya bryan berkata seperti itu
" kamu gak mau ngenalin ?" memberi kode bryan tentang wanita disampingnya
" eh..maaf tante saya jadi terbawa suasana,saya arisha tante " sambil meraih tangan mama arisha dan mencium punggung tangan nya
" ternyata sopan juga anaknya tidak seperti siska ternyata dia pintar memilih " guman mama bryan dalam hati
" eh..iya gpp ayo masuk mama sudah masakin banyak banget buat kalian !" sambil mengajak arisha masuk dan meninggalkan bryan
__ADS_1
" ck...siapa anak nya siapa tamunya" guman bryan sambil mengekori kedua wanita beda usia itu
namun dalam hatinya dia merasa senang karena mamanya bisa menerima gadia pujaan nya