
sementara ditempat lain arisha yang sejak tadi tidak fokus kerja mulai gelisah dengan pikiran nya yang bercampur aduk
" apa benar tadi kak bryan,atau hanya ilusi semata,ahh... kenapa jadi gini sih dan kenapa saat ketemu pria tadi tiba tiba jantung ku jadi gak karuan sich " guman nya dalam hati
" eh...sha, kenapa kamu dari tadi bengong aja " tanya adi yang membuyarkan lamunan sahabat nya itu
" eh..itu anu engak apa apa kok " jawab arisha gelagapan
" gak ada apa apa gimana dari tadi kita ngeliat kamu gak fokus kerja,apa kamu lagi sakit sha " tanya devi
" ehh.. enggak kok aku gak kenapa kenapa cuma lagi mikirin keluarga aja " kilah nya kepada kedua sahabatnya itu
" oww...z udah kalau ada apa apa kamu bisa cerita ke kita,siap tau kita bisa bantu kamu" ujar devi
" iya aku gak pa pa kok udah ayo lanjutin aja kerjaannya nanti malah gak kelar kelar lagi" perintah arisha kepada kedua sahabatnya itu
" siap bu boss" jawab kedua sahabatnya sambil memberi hormat
arisha hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah kedua sahabatnya itu
sementara diluar kantor cuaca tidak mendukung seperti nya akan turun hujan sebab diluar langit sudah terlihat gelap
Jam kerja sudah usai semua karyawan berhamburan keluar kantor mereka bergegas pulang sebab langit sudah terlihat gelap
dan benar saja seperkian detik berikutnya hujan turun dengan lebatnya
" yah pakek hujan lagi " ucap devi
" ehh...dev loe mau bareng gue gak kebetulan kan rumah kamu searah " tanya adi
" boleh juga usulan kamu,tapi giman dengan arisha " tanya devi sambil melihat sahabatnya itu
" kalian duluan aja aku bisa pulang sendiri kok lagian taksi online ku udah OTW " ucap arisha
kedua sahabatnya saling berpandangan mereka tidak tega sebenarnya meninggalkan arisha sendiri apa lagi sekarang keadaan kantor sedang sepi
__ADS_1
" udah buruan pulang kalian nanti malah pulang telat kasian yang dah nungguin dirumah " arisha berusaha menegaskan kepada kedua sahabatnya itu
" apa sebaiknya kita antar kamu pulang dulu sha " tanya adi
" udah gak usah malah nanti aku kasiha sama kamu soalnya kan arah kita jauh beda beb " ucap nya penuh ketegangan agar kedua sahabatnya itu tak mengkhawatirkan dirinya
akhirnya dengan hati yang tak tega mereka meninggalkan sahabat itu sendiri,
sementara itu arisha menunggu kedatangan takxi online nya sebab sudah hampir 10menit belum juga datang dengan perasaan yang was was dia menunggnya sebab sekarang keadaan kantor sudah sangat sepi sebab para karyawan sudah meninggal kan kantor
ditemani suara gemuruh hujan arisha menunggu dengan hawa dingin yang menusuk tulang
" ehemm...." suara bryan memecahkan keheningan saat itu
deg deg
jatung arisha langsung berdetak kencang seperti nya dia sangat familiar dengan suara itu
" kamu belum pulang " tanya bryan
ketika melihat sesosok pria yang berdiri disampingnya dia kaget begitu melihatnya dia tak percaya dengan apa yang dia lihat
" hey ditanya malah bengong" ucap bryan
" eh itu anu pak masih nunggu takxi online pak " jawab Arisha gelagapan
" memang jam berapa tadi pesan nya kok sampek jam segini belum datang " sambil melihat arloji ditangannya
" seharusnya sudah datang pak,tapi saya juga kurang tahu kok sampai sekarang belum datang " sambil melihat handphone nya
seperdetik berikutnya handphone arisha berbunyi
" iya halo, iya benar saya arisha!
" apaa...baik lah pak kalau begitu terimakasih atas informasinya" dengan wajah muram dia mengakhiri panggilan telepon nya
__ADS_1
" kenapa " selidik bryan
" itu pak takxi online yang saya pesan ternyata tidak bisa datang sebab terjebak macet karena ada pohon tumbang dijalan menuju kesini pak " jawabannya dengan nada lesu
" za sudah kamu saya antar saja " ajak bryan
" jangan pak nanti malah saya merepotkan anda pak" ucap arisha
" enggak kok saya gak merasa direpotkan,malah saya akan kepikiran jika saya pergi ninggalin kamu disini sendiri dengan kondisi kantor yang sudah sepi dan kondisi hujan lebat begini
" tapi pak...?"
"sudah ini perintah atasan" potong bryan
dengan terpaksa arisha pun menerima ajakan atasnya,dalam hati dia merasa senang tapi juga agak sedikit canggung sebab pria yang mengantarkan nya tak lain adalah orang yang dulu pernah dia suka i ya dia adalah bryan kakak kelasnya waktu SMA dulu
Setelah masuk kedalam mobil suasana begitu sunyi,risky yang sedari tadi fokus menyetir sambil sesekali melihat pantulan kaca spion merasakan adanya keanehan sebab ini baru pertama kali tuannya memperhatikan bawahannya
" kamu tinggal dimana?" suara bryan memecahkan suasana mobil
" saya tinggal dijalan cempaka pak " jawab arisha
" ris,kita ke jalan Cempaka dulu" perintah bryan
tanpa menjawab riski pun melaju kan mobilnya sesuai perintah tuannya,
setelah pembicaraan itu suasana mobil kembali sunyi arisha yang mencoba mengurangi ketegangan dengan melihat pemandangan diluar mobil yang sedang berjalan sementara bryan sibuk dengan handphone nya
setelah cukup lama akhirnya mereka sampai ditempat tujuan dan dengan sampai nya mereka ditempat itu hujan pun sudah agak redah hanya gerimis yang ada
" terimakasih pak atas tumpangan nya dan mohon maaf saya merepotkan anda " ucap arisha dan langsung keluar dari mobil
" sekali lagi terimakasih pak " sambil membungkuk
" baiklah kalau begitu saya pamit dulu " ucap bryan
__ADS_1
setelah itu mobil meninggalkan tempat arisha