My Lovely,My CEO

My Lovely,My CEO
Bab 25


__ADS_3

sepanjang perjalanan bryan dan arisha mengobrol dengan serius


" sayang aku pengen segera halal'in kamu yang " ucap bryan sambil mengecup punggung tangannya


" apa tidak terlalu cepat kak ? aku juga masih takut hubungan kita dipublikasikan sebab kamu seorang CEO yang begitu terkenal sementara aku hanya karyawan biasa " sambil menundukkan kepala


" hey come on baby,yang menjalani hubungan ini kita berdua bukan mereka " sambil meraih wajah sang kekasih


sementara arisha yang terharu berhamburan ke pelukan bryan sementara sang sekretaris yang baru mengerti akan hubungan bos dan karyawannya dia menyimpan sejuta pertanyaan sebab selama ini bryan yang tak lain bos dan sekaligus temannya tidak pernah bercerita tentang hubungan nya dengan karyawan nya sendiri


" sudah kamu gak usah khawatir jika kamu masih belum siap untuk dikenalkan di umum saya bisa terima dan saya akan menunggu kamu siap " sambil mengelus punggung arisha


" tapi kamu tidak keberatan kan jika saya mensahkan dulu hubungan kita dan untuk resepsi menunggu kamu siap " sambil melepaskan pelukannya


arisha hanya bisa diam


" aku hubungi kedua orang tua ku dulu ya kak " sambil menyeka air matanya !"


bryan tak menjawab pertanyaan nya sang kekasih dan segera memeluk erat arisha


" terima kasih sayang sudah mau menerima ku ?" sambil mengelus puncak kepala arisha


setelah beberapa menit menempuh perjalanan ke kost arisha akhirnya mereka sampai risky pun segera membuka pintu bryan dan arisha sementara Bryan turun dengan membawa beberapa paper bag belanja


" risky kamu tunggu disini saja saya mau mengantar dia dulu " berlalu meninggalkan sang sekretaris


" cikk... ada yang baru yang lama dilupakan " gerutu risky


sesampainya di kost arisha bryan hanya mengantar sampai depan pintu sebab peraturan ditempatnya arisha dilarang membawa laki laki

__ADS_1


" sayang aku pulang dulu ya nanti aku hubungi lagi " sambil menaruh paper bag dimeja depan kamar arisha


" iya kak makasih ya hari ini dah antar arisha pulang" ucap arisha


Bryan pun berlalu meninggalkan arisha dan kembali pulang ke apartemennya


" cikk..sejak kapan seorang bos ada hubungan dengan bawahan " ledek risky


" sudah gak usah bawel mau aku pecat " dengan tatapan sinis


" cikk... oh aku tau mangka dari itu kamu selama ini selalu pulang pergi sendiri " sesekali melihat sang bos dari kaca spion dan kembali lagi fokus ke depan


" aku kenal dia sebelum aku menjadi sekarang ini dia adik kelas ku waktu SMA dulu " ucap bryan sambil mengenang masa lalu


sang sekretaris hanya diam mendengarkan cerita sang bos


sementara itu zea yang sudah selesai dengan pekerjaannya segera merapikan meja kerjanya dan bergegas pulang namun ketika ingin melangkah pulang suara ketukan pintu mengentikan aktivitasnya


" ya silakan masuk !"


ketika pintu terbuka betapa terkejutnya dokter erick yang datang


" eh dokter erick " ucap zea


" apa aku ganggu waktu dokter ?" tanya erick


" tidak dok kebetulan saya mau pulang ."


" kalau boleh tau ada keperluan apa ya dokter erick menemui saya "? sambungnya

__ADS_1


" ah gini kamu sudah makan belum kebetulan tadi saya habis dari luar lihat ada tukang gado gado tiba tiba pengen dan beli deh sekalian sama kamu dok " sambil menunjuk kan kantong plastik dane menuju sofa yang ada di ruang zea


" ah begitu ya dok,ya sudah mari dok silakan duduk " sambil menuju sofa


mereka berdua pun menikmati makanannya dan sesekali bercanda cerita


" oh ya dok saya mau ngomong sesuatu sama dokter ?" tanya zea


" kamu mau ngomong apa ze ?" sambil memecahkan rasa canggung diantara mereka


" gini dok eh mas, tentang yang kemarin zea sudah tau jawabannya mas ?" jawab zea dengan gugup


sesaat suasana ruang hening tanpa ada suara


" mas zea sudah putus kan bahwa " menjeda sesaat pembicaraan nya


" zea mau jadi kekasih mas " dengan sedikit keberanian zea berbicara dengan erick


sementara erick yang mendengar jawaban dari zea begitu gembira sehingga secara spontan langsung memeluk zea


" makasih kamu sudah mau nerima mas ? " ucapnya dengan gembira


sementara zea yang belum siap dan kaget akan perlakuan erick hanya diam dengan perlakuannya


" ehh..maaf mas bisa gak lepasin pelukannya sebab zea merasa sesak mas terlalu erat meluknya ! "


" ahh..maaf mas terlalu bahagia " sambil melepas pelukannya


mereka pun larut dengan suasana mereka tampak ada kebahagiaan di wajah kedua sejoli itu

__ADS_1


jangan lupa vote like karya author ya 😘


biar author makin semangat buat up nya 🙏❤️


__ADS_2