
Sementara ditempat lain setelah tiba arisha dengan segera membersihkan tubuhnya yang begitu kotor seharian berkeliling
" huff segar nya tubuh ini seharian berkeliling capek juga " sambil mendudukkan tubuhnya ditempat tidur
arisha pun segera mengambil ponsel intuk mengecek pesan masuk dan sesaat dia ingat akan ajakan sang kekasih dia pun ingin menghubungi kedua orang tua nya
" apa aku telfon ibu aja ya buat ngasih tau ajakan kak bryan " sambil menatap layar ponselnya
" iya deh lebih baik segera menghubungi biar tuntas semuanya " guman arisha sambil mencari nama mama nya
tut tut tut
" halo assalamualaikum ma "
" wa'alaikum salam sayang ,tumben anak mama telfon ?"
" iya arisha kangen banget sama sama ayah ? sekeluarga sehat kan disana ?"
" Alhamdulillah kami sekeluarga sehat sayang dan makasih ya atas transfer uangnya Alhamdulillah bisa buat modal usaha dan buat bayar sekolah adik kamu "
" iya sama sama ma, Alhamdulillah kalau bermanfaat dan semoga berkah aminnn "
" ma ada yang mau arisha sampai kan ?" tanya arisha dengan gugup
" iya sayang ada apa ?"
__ADS_1
" gini ma,apa mama masih ingat sama kakak kelas arisha yang namanya kak bryan yang dulu pernah arisha kenali sama mama ?"
" ya mama masih ingat bryan kakak kelas kamu waktu sma itu kan ? dan kalau gak salah kamu dulu kan pernah ada rasa sama dia ?" goda mama
arisha pun langsung tersipu malu sebab mama nya masih mengingat masalah itu
" em iya ma kak bryan itu "
" kalau mama boleh tau ada apa sama bryan ? "
dengan sedikit ragu dan takut dia pun memberanikan diri untuk mengatakan
" gini ma arisha dan kak bryan mau menikah "
" iya ma " ucap arisha dengan nada takut dia takut jika mama nya akan marah tentang hubungannya dengan bryan
sekejap suasana begitu hening kedua masih dengan pikiran masing masing
" apa kamu sudah yakin dan mantap dengan pilihan mu nak ? tanya mama
" insyaallah arisha yakin ma "
" ya sudah kalau kamu sudah yakin dan mantap dengan pilihan mu maka mama sebagai orang tua hanya bisa memberikan restu dan doa semoga ini yang terbaik untukmu nak "
arisha yang mendengar ucapan mama nya tanpa terasa meneteskan air mata sebab dia terharu akan restu mama nya dia akan berpikir bahwa tidak akan mendapatkan restu
__ADS_1
" makasih ya ma " sambil terisak menangis bahagia
" iya sama-sama nak,semoga ini yang terbaik untuk kamu nak "
mereka berdua pun mengobrol dengan asik hingga larut dan arisha pun segera mengakhiri sambungan teleponnya setelah itu dia terkejut dengan begitu banyak notifikasi pesan dan panggilan dari sang kekasih dan sedetik kemudian ponselnya berdering dari sang kekasih
" sayang kenapa lama sekali kamu telfonnya sampai selarut ini memang kamu telfon sama siap sich ? " rentetan pertanyaan bryan
" maaf kak tadi arisha keasyikan telfon sama mama jadi lupa deh sama kakak hehehehe " sambil terkekeh
" oh sama mama kirain sama cowok lain ? "
" ya ampun kak kok kakak ngomong kayak gitu sih ? tadi arisha ngobrol sama mama tentang ajakan menikahi sama kakak ? "
" apa? terus bunda ngomong apa ? "
" Alhamdulillah mama setuju kak,dan mama menunggu niat baik kakak dan keluarga bersilaturahmi ke rumah "
" Alhamdulillah tenang yang nanti biar mas saya yamg akan mengurus segala sesuatunya kamu tinggal menikmati saja yang "
setelah sedikit bercerita mereka pun segera mengakhiri panggilan nya sebab ini sudah larut malam dan besok akan bekerja kembali
jangan lupa like vote dan kasih hadiah
sehingga author semangat buat up nya
__ADS_1