
arisha menggerutu sebab Acara mandinya harus terusik oleh sang suami
" sayang kenapa kamu cemberut gitu " ucap bryan
" habis kakak sekarang kita jadi telat kan " sambil cemberut
" iya aku minta maaf deh,tapi kamu juga sangat menikmati tadi ?" sambil tersenyum dan menaikkan alisnya
" kakakkkkk" melotot kearah sang suami
" ya sudah nanti sebagai gantinya pulang kerja kita jalan jalan gimana ? kebetulan hari ini aku gak begitu sibuk dikantor " ucapnya sambil fokus menyetir mobil
arisha tak menjawab apa apa hanya diam dan memasang wajah cemberut
mereka berdua telah sampai dikantor dan seperti biasa arisha meminta untuk diturunkan di halte bus dekat kantor
****
Tanpa terasa 5bulan sudah mereka menjalani pernikahan ini dan mereka menjalani nya seperti biasanya sebab arisha belum siap untuk mempublikasikan hubungan mereka dia membiarkan berjalan seperti biasanya
hari ini adalah hari pernikahan zea dan dr erick dimana setelah pernikahan arisha mereka segera menyusul sahabat nya itu
" sayang kira kira gaun ini cocok gak buat aku " sambil melihat pantulan dirinya dicermin
" sayang sudah berapa kali aku harus jawab kami cocok memakai gaun apapun dan di mataku semuanya cocok sudah aku tunggu dibawah yang " ucap nya sedikit dengan nada kesal sebab sudah kesekian kalinya arisha mengganti baju dan meninggalkan sang istri
" ya ya aku tahu ya sudah pakai ini saja kalau begitu " ucapnya sambil melangkah keluar menyusul sang suami
setibanya ditempa acara suasana begitu ramai oleh para tamu undangan
arisha segera memberi selamat kepada sahabatnya
" beb selamat ya akhirnya kami nyusul juga " sambil memeluk sahabatnya itu
" ahhh... makasih ya sha ucapan nya dan terima kasih juga kamu sama suami mu sudah mau hadir" sambil melirik bryan yang ada disebelah arisha
__ADS_1
setelah mengucapkan selamat arisha dan bryan segera menikmati hidangan yang ada dan entah kenapa nafsu makan arisha begitu besar apa lagi berhubungan yang manis manis
" sayang aku tinggal ke toilet sebentar ya dan kamu jangan kemana-mana ya yang " ucap bryan berpamitan dengan sang istri
arisha hanya mengangguk kepalanya dan meneruskan menikmati hidangan tersebut
dan tanpa arisha dan Bryan sadari sedari tadi ada beberapa mata pasang yamg mengintai mereka berdua dan mengambil foto kemesraan mereka
dan orang tersebut tersenyum puas dengan foto itu dan segera menyebar kan
****
keesokan harinya arisha tiba tiba terbangun dari tidurnya sebab dia merasakan gejolak sang sangat menggangu perutnya dia memuntahkan isi perutnya berkali-kali di kamar mandi
dengan tubuh lemas dan wajah pucat dia mencoba berjalan keluar kamar mandi bryan yang menyadari ada yang tidak beres dengan sang istri segera menyusul
" sayang kenapa? apa kamu sakit ? tanya bryan sambil memapah sang istri menuju ranjang
" entahlah sepertinya aku masuk angin yang " sambil merebahkan tubuhnya di kasur
" gak perlu yang mungkin bentar lagi juga hilang! oh ya yang bisa minta tolong buatkan aku teh jahe supaya mual nya reda "!
" ya sudah kamu tunggu sebentar ya aku buatkan" sambil melangkah keluar
****
sementara dikantor
arisha segera ke meja kerjanya dan memulai bekerja sebenarnya tadi bryan sudah tak mengizinkan arisha masuk tapi dia ngotot masuk sebab dia merasa mampu dan kuat dan dengan terpaksa dia menuruti sang istri
setelah ruangan mulai ramai semua mata tertuju pada arisha mereka melihat kearah arisha seolah jijik melihat arisha
dan ketika arisha menyadari tatapan mereka ada 3 karyawan yang mendekati arisha
" oh jadi kamu yang jadi wanita j***g " ejek wanita itu
__ADS_1
arisha tak menjawab dia hanya mengerutkan keningnya
" maksud kalian apa siapa wanita j***g yang kalain maksud aku gak ngerti"
brakkk
" heh gak usah sok suci kalau p****r ya tetep aja wanita murahan" sambil mengebrak meja kerja arisha
Arisha yang tak terima segera mendekati 3wanita itu
" maksud kalian apa? siapa p****r yang kalian maksud" sambil marah kepada 3 wanita itu
" alah sekali murahan tetap aja murahan kami punya buktinya kalau kamu itu wanita murahan dan ink buktinya" sambil memperhatikan ponsel yang memperlihatkan dirinya dengan seseorang dan seseorang itu adalah suaminya
" kamu ya tidak punya malu" olok wanita itu
devi dan ady yang baru saja datangtang segera melerai pertikaian itu
" heh kalian kalau ngomong di jaga ya arisaha itu wanita baik baik bukan kayak kalian" tunjuk devi dengan penuh amarah
" alah gak usah belain dia,sebab dia wanita murahan dan dia juga sudah berani menggoda bos kita juga dasar gak tau malu "
arisha yang bingung dengan keadaan ini hanya bisa diam dan dengan segera dia merasa bahwa tubuhnya lemas dan seketika pandangan nya kabur dan dia tak sadarkan diri
devi dan ady yang menyadari temannya tak sadar diri merasa panik
bu dewi yang baru saja sampai ditempat kerjanya segera menuju asal keributan itu dan segera membubarkan keributan itu
" hey kenapa kalian ribut apa kalian digaji untuk ribut " seketika bu dewi kaget sebab arisha tak sadarkan diri dilantai dengan kepala dipangkuan devi
" Astaga arisha kenapa dia? dan kalian kenapa hanya diam cepat bantu bawa kerumah sakit " dengan nada panik
devi dan ady dan dibantu beberapa karyawan segera membopong arisha dan membawanya ke rumah sakit yang jaraknya dekat dengan kantornya
dan sesampainya disana arisha segera diperiksa oleh dokter dan setelah itu karyawan yang tadi membantu segera kembali dan meninggalkan ady dan devi disana menunggu kabar arisha
__ADS_1