My Lovely,My CEO

My Lovely,My CEO
Bab 18


__ADS_3

dengan wajah khawatir bryan segera bangun dari sandaran nya


" hey sha kenapa kamu jadi nangis kamu jangan nakut nakutin kakak" tanya nya dengan khawatir


namun arisha masih tetap menangis


" hey jangan nangis atau sekarang kakak ketempat kamu" sambil beranjak dari tempat tidur


" eh gak usak kak " jawabnya sambil menyeka air matanya


" tapi kakak khawatir sama kamu sha " dengan nada cemas


" beneran arisha gak apa apa kak arisha cuma nangis seneng kak sebab selama ini perasaan arisha tidak bertepuk sebelah tangan " jawabnya sambil tersipu malu


" maksudnya apa sha " tanya bryan bingung


" hufff... begini kak sebenarnya arisha juga suka sama kakak dari dulu kak"


bryan pun merasa senang dan tersenyum bahagia


mereka berdua pun saling bercerita tentang masa lalu meraka tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 malam


" sha sudah malam lebih baik kamu istirahat besok kan harus kerja lagi kita teruskan besok ya " goda bryan


arisha hanya mengangguk kan kepalanya sebab dia juga sudah lelah tapi tak sanggup untuk mengakhiri panggilan bryan


" ya sudah lebih baik kamu istirahat saja besok biar fresh kerjanya,oh ya sha besok aku jemput kamu ya ? tanya bryan


" eh gak usah kak biar arisha naik taksi online saja kak " tolak nya


" gak ada penolakan " ucap bryan penuh ketegasan


" tapi arisha takut sama karyawan yang lainnya kak "


" sha gak usah dengerin mereka gak usah takut sama mereka kamu tau kan siapa saya ? jadi buang semua rasa takut mu itu sha !

__ADS_1


tanpa menjawab arisha hanya mengangguk kan kepalanya dia tak bisa mengelak dari Bryan dia tahu pasti akan kalah jika berdebat dengannya


" ya sudah kamu istirahat ya sha! selamat malam baby have nice a dream and see you tomorrow"


" selamat malam juga kak "


panggilan telfon mereka pun berakhir dan mereka pun tidur dengan perasaan masing masing


keesokan paginya sesuai dengan ucapannya bryan dia pun menjemput arisha dikost nya


tanpa menunggu lama arisha sudah siap untuk bekerja


" pagi baby " ucap bryan sambil membuka kan pintu mobil untuk arisha


" pagi pak CEO " sambil terkekeh


mereka pun segera melaju menuju kantor disepanjang jalan bryan tak henti-hentinya menggenggam tangan dan tersenyum bahagia hingga membuat arisha tak nyaman


" kak bisa gak sih ini dilepas?" sambil mengangkat tangannya


" ingat kak kita belum sah jadi nanti dosa kak "


" apa perlu hari ini kita ke KUA untuk mengesahkan hubungan ini saya siap " ucapnya bangga


" astaga kak" arisha hanya menggeleng kan kepala nya tak bisa melihat tingkah konyol pria disampingnya


setelah beberapa menit menempuh perjalanan menuju kantor mereka pun telah tiba namun sebelum sampai kantor arisha tiba tiba meminta berhenti mobil nya di halte bus dekat kantor


" kak stop arisha turun disini aja ya ?


" tapi kan ini masih jauh baby "


" iya arisha tau tapi arisha gak enak sama karyawan lainnya " meyakinkan Bryan


" tapi kan.." belum sempat menjawab arisha sudah memotong

__ADS_1


" sekarang atau tidak usah sama sekali dan tidak ada penolakan" jawabnya dengan tegas


tanpa menolak bryan pun hanya menurut dia pun akan beranjak membukakan pintu untuk arisha tapi ditolak


" ehh..kakak mau kemana disini aja gak usah keluar nanti malah ketahuan lagi" ucapnya


" ya ya kakak ngerti ya sudah turun gih sebelum yang lain lihat " dengan wajah murung


tanpa aba aba arisha pun mencium pipi bryan dia pun kaget dengan sikap arisha barusan


" kamu ya sudah berani godain kakak "


" habis kakak cemberut gitu udah arisha mau turun da pak CEO sampai ketemu nanti " sambil keluar dari mobil


Bryan pun hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu dan keadaan kantor yang belum begitu ramai hingga tidak ada yang tau akan mereka berdua


sesampainya dikantor arisha langsung menuju ruangannya dan segera bersiap dengan tugas nya dengan penuh semangat ia langsung sibuk dengan komputer nya hingga seorang OB pun menghentikan aktivitasnya


" maaf bu ini ada titipan " ucap ob itu sambil menyerahkan setangkai mawar dan coklat


" iya pak makasih ya pak " sambil menerima benda itu dan ia pun tau siapa yang memberikan benda itu


dan benar saja beberapa detik kemudian ponsel arisha berbunyi


" selamat pagi baby sudah terima kan hadiah dari kakak semoga kamu jadi semangat ya dan jangan lupa nanti waktu makan siang kamu ke ruangan saya !"


" terimakasih kak atas hadiahnya arisha seneng banget dan akan lebih semangat lagi untuk kerjanya, masalah makan siang arisha gak janji ya kak soalnya kan ini dikantor bukan di luar "


" tenang saja biar saya urus! sudah kamu lebih baik fokus sama kerjaan kamu !


" ya sudah arisha kembali lagi kerja ya kak sekali lagi makasih hadiahnya"


" iya sama sama "


mereka pun mengakhiri panggilan mereka dan berkutat dengan pekerjaan masing-masing

__ADS_1


__ADS_2