My Lovely,My CEO

My Lovely,My CEO
Bab 19


__ADS_3

jam istirahat tiba


" sha kamu antar dokumen ini keruangan presdir" ucap bu dewi sambil menyerahkan berkas


" baik bu " sambil menerima berkas itu dan berjalan menuju ruangan presdir dalam hati ia merasa gembira


tok tok tok


suara pintu diketuk oleh arisha


" masuk " ucap bryan sambil fokus ke laptopnya


" selamat siang pak saya disuruh bu Dewi untuk menyerahkan berkas yang bapak minta " ucap arisha sambil menyerahkan dokumen dimeja bryan


sementara bryan yang hafal suara itu langsung mendongak kan kepala nya dan melihat pemilik suara itu


" sayang kenapa kamu gak bilang sih kalau sudah datang " sambil berhambur memeluk arisha


" ih...kak ini dikantor bukan diluar " sambil melepaskan pelukan bryan namun ternyata semakin erat dia memeluk arisha


" sayang aku kangen kamu biarin ini beberapa menit saja aku lagi pengen " ucapnya sambil mencium aroma wangi rambut arisha


tanpa penolakan arisha hanya diam menerima pelukan tersebut dan dia juga merasa kan kenyamanan dalam pelukan sang pujaan hati


setelah lama memeluk akhir nya bryan melepaskan pelukan tersebut


" kamu udah makan beb?" sambil membetulkan rambut yang menutupi kening arisha


" gimana mau makan kalau kakak nyuruh aku kesini " dengan wajah kesal arisha


" astaga aku lupa,ya sudah ayo makan kakak sudah siapin makan tadi sebelum kamu kesini " sambil menggandeng arisha ke tempat duduk


mereka pun menikmati makan siangnya dengan nikmat dan sesekali bryan minta disuapi arisha dan dengan senang hati arisha pun melakukan itu

__ADS_1


"sayang lusa aku ingin memperkenalkan kamu sama kedua orang tua ku " sambil mengelus kepala arisha yang bersandar di dada bryan


" apa...kenapa begitu cepat ?" sambil melepas pelukan bryan


" lebih cepat lebih baik sayang sebab aku ingin segera menghalalkan kamu sayang" sambil menarik arisha kedalam pelukannya


" tapi aku belum siap kak aku takut kedua orang tua kakak tidak menerima aku yang seorang karyawan biasa kak"


" tenang saja kedua orang tua ku baik kok sayang"


" aku juga belum siap semua orang tahu tentang kita aku takut jika mereka akan kecewa sebab para karyawan disini begitu mendabakan kamu"


" sayang yang menjalani kan kita bukan mereka kamu gak usah takut lagian kamu kan tau siapa saya " sambil tersenyum bangga


" ya ya arisha tau kalau kakak adalah seorang CEO pemilik perusahaan yang arisha bekerja sekarang ini " sambil mencebik bibirnya


" kok kamu jadi ngambek gitu sih sayang" sambil mencubit hidung arisha


" sayang kamu gak usah balik disini aja temenin kakak" sambil memegang tangan arisha


arisha hanya melotot ke arah bryan bisa bisanya dia berfikir seperti itu padahal ini kantor


" kakak apa kakak sudah gila ini kantor buka diluar " sambil melepaskan tangan bryan


" ya ya kakak tau tapi kan kakak masih kangen kamu sayang " dengan wajah memelas


" gak arisha gak mau malah jadi gosip yang tidak tidak nanti "


" ya udah arisha balik ke ruang arisha nanti disambung lagi ya kak "


dengan berat hati bryan pun membiarkan arisha kembali keruang arisha


sesampainya diruangannya masih begitu sepi sebab jam istirahat masih tersisa beberapa menit lagi

__ADS_1


" sha.. kamu tadi kemana gak ikut makan siang tumben banget ?" tanya adi yang baru saja sampai


" oh..itu anu tadi aku bawa bekal jadi aku makan disini" ucap nya dengan gugup


" oww ..kirain ada apa kok tumben gak makan siang" sambung devi


ruang mulai ramai dengan karyawan sebab jam istirahat sudah selesai mereka pun kembali bekerja


jam pulang kantor telah usai banyak karyawan yang sudah meninggalkan kantor, seperti pesan dari bryan arisha pun menunggu nya didekat halte bus


tin tin tin


suara klakson mobil membuyarkan lamunan arisha


" maaf ya kamu dah nunggu lama sayang " ucap bryan


" iya gak pa pa lagian arisha baru nyampek kok kak"


" ya sudah sekarang kita pulang ya " sambil menghidupkan mobilnya


mereka pun menuju tempat kost arisha jalan ketika pulang kantor tiba begitu ramai sehingga mereka sedikit terkena macet


" sayang besok kamu siapkan ketemu kedua orang tua ku " sambil menoleh arisha dan kembali fokus pada jalanan


" kakak sudah yakin " tanya nya dengan ragu


" hey sayang kalau aku gak yakin gak mungkin aku ngelakuin ini semua,dengar ya sayang aku itu sungguh sungguh sama kamu sayang dan aku janji gak akan buat kamu sedih " sambil menggenggam tangan arisha


" ya sudah aku siap kak " sambil tersenyum kearah bryan


" nah gitu dong ini baru cewek aku " sambil mengelus kepala arisha


mereka pun sampai ditempat kos arisha dan bryan pun langsung melaju kan mobilnya setelah berpamitan dengan arisha

__ADS_1


__ADS_2