My Lovely,My CEO

My Lovely,My CEO
part 34


__ADS_3

hari ini arisha dan Bryan melakukan aktivitas seperti biasanya namun hari ini harus penuh drama pagi sebab arisha harus bolak balik kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutnya semenjak hamil arisha harus merasakan morning sick


" sayang kamu gak usah kerja saja ya aku kasihan lihat kamu kayak gini " sambil memijit teguk leher arisha


" gak usah kak bentar lagi ini juga gak pa pa kakak bikin teh jahe anget aja buat ngilangin mual aku" perintah nya pada sang suami


bryan pun menuntut arisha ke ranjang dan segera membuat kan permintaan sang istri


setelah membuat dan diberikan kepada sang istri dia merasa lega sebab mual sang istri sedikit berkurang


" yang kamu siap siap aja dulu nanti terlambat kita aku udah gak pa pa kok yang " ucapnya


sang suami hanya mengangguk dan segera bergegas mandi dan bersiap sementara arisha segera bersiap dan menyiapkan sarapan untuk sang suami


setelah selesai dengan rutinitas mandinya bryan segera memakai baju yang sudah disiapkan oleh sang istri


Bryan pun menuruni tangga dan mencari sang istri sang tengah sibuk di dapur dia pun mendekati sang istri dan memeluk dari belakang


" sayang kamu kam lagi hamil jangan capek-capek! ucap bryan sambil menciumi leher sang istri


" iya aku akan ingat selalu nasihat kamu gak akan capek-capek"


" ayo kita sarapan dulu habis itu kita berangkat kerja " dengan melangkah menuju meja makan


" sayang apa kamu gak sebaiknya berhenti bekerja aku takut kamu akan kecapean dan itu bisa mempengaruhi anak kita,aku akan penuhi semua kebutuhan kamu "


" arisha pikirin dulu ya kak nanti kalau sudah ada keputusan aku bakal di rumah saja dan akn menghabiskan uang kamu " sambil tersenyum kepada sang suami


" iya gak pa pa kan kamu tau sendiri suami seorang CEO jadi gak akan bakal habis uang nya kalau hanya buat belanja sang istri " sambil mengacak acak rambut sang istri


mereka berdua menikmati sarapan mereka dan setelah selesai mereka berangkat bersama menuju kantor


***

__ADS_1


sementara itu zea dan suami hari ini mereka sudah kembali dan sudah beraktivitas seperti biasanya sebab mereka cuma libur 2 hari saja dikarenakan mereka memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggal terlalu lama


zea yang pagi ini sudah tiba di ruang nya segera meraih ponsel untuk menghubungi sahabatnya sebab dari acra pernikahan itu sampai bulan madu kemarin dia belum sempat memberi kabar


tut tut tut tut


lama menunggu telfon tak kunjung diangkat


" apa mungkin dia sedang sibuk ya ? hemm sudahlah biar nanti kalau gak sibuk dia pasti telfon balik, sekarang lebih baik aku fokus bekerja dulu" ucap zea sambil melihat berkasnya


***


Dikantor bryan


arisha sudah duduk di kursinya bersaman itu devi dan Ady datang


" hemmm kenapa kamu masih aja kerja mending kamu dirumah bubuk cantik? ledek devi


" udah deh jangan mulai ngeledek " sambil cemberut


" ya ya nanti di kantin kita lanjut rempong nya " ucap devi sambil meninggalkan arisha dan kembali ke meja kerjanya


mereka pun melanjutkan pekerjaannya masing-masing meskipun diruang tersebut banyak yang membicarakan arisha namun dia tetap cuek


jam berganti sekarang tiba waktunya makan siang arisha yang tadi sudah meminta ijin suami untuk makan siang dengan kedua sahabatnya memberikan ijin walaupun tadi harus penuh drama suaminya tak mengijinkan arisha namun pada akhirnya sang suami menyetujui nya


sementara dikantin ketika arisha,devi dan adi sedang asyik ngobrol sambil menikmati makan siang tiba-tiba ada tiga cewek yang juga satu ruangan sama arisha mereka mendekati meja arisha


" heh wanita j*l*ng kamu masih gak malu masih berkerja? oww aku tau kamu masih pengen cari target baru ya " sambil tertawa keras hingga mereka menjadi pusat perhatian para karyawan yang sedang menikmati makanan siang mereka


" heh nenek lampir jaga mulut kamu ya atau kamu akan menyesal nantinya" ucap devi dengan emosi


" halah sekali j*l*ng tetap j*l*ng dan elo gak usah nutup nutupi kebusukan sahabat kalian didepan kita aja dia baik tapi dibelakang kita dia wanita mur*h*n " ucap wanita itu dengan penuh nada menghina

__ADS_1


" heh nenek lampir jangan asal ngomong ya kamu itu punya mulut gak ada filter nya ya sampai ngomong gak kamu saring asal ngomong aja " ucap ady yang sudah gak bisa diam lihat sahabat nya dihina


" sudah sudah kalian gak usah ngeladeni mereka " ucap arisha melerai keduanya


ya kemarin waktu arisha pingsan dan dibawa ke rumah sakit adi dan devi sudah menceritakan semuanya bahwa dikantor beredar foto-foto nya dengan seorang laki-laki yang tak lain adalah bryan suaminya sendiri dan juga foto adiknya yang suatu ketika lagi berkunjung ke rumah arisha


dan arisha tak ambil pusing masalah ini dia terlalu malas untuk membahas nya yamg jadi fokus nya sekarang adalah anak dalam kandungannya


sepasang mata yang dari tadi mengamati pemandangan yang begitu membuat nya marah ingin rasanya dia menghampiri mereka dan memberikan pelajaran ya dia adalah bryan


" tuan apa sebaiknya anda menghampiri nona arisha?" ucap risky


" tidak belum waktunya aku masih menghargai istri ku dia masih belum mau semua orang mengetahui nya tapi jika mereka sudah keterlaluan maka aku akan kesana " dengan nada menahan emosi


risky yang mengerti akan ucapan tuannya hanya mengangguk kepala


sementara dimeja arisha semakin panas akan pertengkaran dian dan wanita tadi


" jaga mulut kamu ya saya dari tadi diam bukan berarti saya tidak berani tapi saya gak mau masalah ini mempengaruhi pekerjaan dikantor " ucap arisha dengan emosi


tiba tiba wanita itu mendorong tubuh arisha beruntung devi ada dibelakang hingga tubuh arisha bisa ditangkap oleh devi


sementara bryan yang sedari tadi sudah menahan amarahnya bergegas menuju tempat sang istri


" cukup... " ucap bryan dengan emosi


" apa kalian tau apa yang kalian lakukan sudah keterlaluan dan kalian tau siapa yang kalian hina dihadapan kalian " ucapnya dengan tatapan membunuh


arisha dan kedua sahabatnya hanya diam saja sementara wanita tadi dan kawan-kawan nya tertunduk takut


" berani sekali kalian menyentuh dan menyakiti istri saya" bentak bryan


" apa kalian tahu jika wanita yang tadi kalian hina adalah istri seorang Bryan Atalaric Ardiansyah " tambah bryan

__ADS_1


semua yang ada di situ kaget dan tidak percaya akan semuanya


ketiga wanita tadi menjadi pucat karena ketakutan akan tatapan sang presider


__ADS_2