
Author Pov.
H+3 setelah pernikahan.
ADIT melirik Anya yang sedang menyiapkan berbagai hidangan dimeja makan, dia sudah mandi dan memakai dress selututnya.
Tak biasanya Anya mengenakan dress, biasanya dia hanya pakai kaus oversize dan celana pendek. Anya juga terlihat bersemangat.
Sesekali dia akan menghampiri Adit demi menyeka liurnya yang jatuh sampai dagu. Adit sampai lupa menyeka liurnya saking fokusnya pada Anya.
"Duh Adit, kamu melamun ya?" Adit tersentak, dia menatap Anya polos kemudian tertawa pelan. "Anhh-ya, khaa-tik" ujar Adit lembut.
Anya terdiam, pipinya terasa panas dan menghangat saat ini. Dia berdehem pelan kemudian tertawa malu "Makasih.." cicitnya.
Adit gemas, kenapa dia bisa melakukan hal bodoh yang ada dimimpinya ya. Padahal Anya sangat berharga baginya, Anya cantik, setia, tak malu bersama dengan dirinya yang cacat ini.
Adit menahan tangan Anya begitu gadisnya hendak pergi. "Kenapa Dit?" tanya Anya heran.
Adit menempelkan punggung tangan Anya ke bibirnya. "A-khu, shha-han..Anhh-ya." ujarnya tulus sembari mendongak dan menatap tepat dikedua mata Anya.
Anya terpaku, jantungnya berdegup semakin cepat saat ini. "Dit, aku juga sayang kamu." balas Anya lalu memeluk tubuh Adit dan menyandarkan kepala prianya ke dadanya.
Baru kali ini Anya menyadari satu hal, Adit mulai berbicara sedikit manis, seperti memuji Anya yang cantik, mengatakan sayang or else.
Momen manis mereka harus terhenti seketika. Lantaran bel rumah yang ditekan berulang kali mengusik ketenangan rumah.
Anya berdecak, dia melepas pelukannya kemudian berjalan menuju pintu. Adit sendiri sudah tau siapa yang datang, dia bersiap dengan kenyataan pahit yang akan dia terima kedepannya.
Cklek.
Adit memejamkan matanya.
"Anyaaaaa gue kangen banget sama loooo"
__ADS_1
Dan membuka matanya kembali, sudah berair dan menetes begitu saja kepipinya. Itu Depri, pria itu sudah datang dan akan memulai rencananya.
Sama seperti yang dia katakan di kampus 1 hari sebelum Adit menikahi Anya. Saat Adit menunggu diluar ruangan Rektor.
Pria tampan berwajah teduh, yang memiliki daya tarik tinggi dengan senyum maut serta attitude baiknya dimata orang lain.
"Cacat, gue bakalan datang dan rebut Anya kembali."
"Adit, ini foto sahabat aku. Yang namanya Depri."
Adit menyesal sudah membolehkan Anya menerima Depri. Dia tau wajah Depri saat Anya memberikan fotonya pada Adit, pria yang sama dengan pria yang mengancamnya di Kampus.
Takdir burik apa ini.
Apa yang harus Adit lakukan?
..........
Berharap Anya mengalihkan pandangannya terhadap Depri kepada Adit.
"Lo tau gak Dep, ternyata pak Jarwo Dospem gue udah nikah ***!" seru Anya heboh.
Depri tampak serius dalam mendengarkan ucapan Anya "Kok gue baru tau?" tanya Depri. Anya mendengus sebal "Kan lo selama ini di luar kota ogeb, gimana bisa tau." celetuk Anya.
Depri tertawa kikuk "Bener juga ya. Nikah sama siapa Pak Jarwo nya?" tanya Depri.
"Sama Mbak Limei! Anaknya Bah Bacang yang dikantin ituloh."
Depri menutup mulutnya dengan telapak tangan "Omo, kaget gue. Berhasil juga Pak Jarwo dapetin Mbak Limei." gumam Depri.
Adit yang tak paham ucapan mereka hanya mendengus datar dan melirik kearah lain. Anya sebenarnya sadar jika suaminya itu cemburu, tadi saja Adit nangis walau sebentar.
Anya beralih pada Adit yang duduk dikursi roda sebelah Anya, tangannya meraih tisue lalu hendak menyeka bibir Adit.
__ADS_1
Tapi Aditnya malah mendorong jauh tangan Anya. "Kha-uha!" sinisnya.
Anya terdiam, kemudian tawa kuat pecah dari bibirnya. "Hahaha, ya Allah Aditku sayang. Kamu ngambek?" goda Anya.
Adit melengos marah, dengusan kesal masih terdengar. "Ya ampun, gemesin banget kamu. Sini-sini Anya peluk." Anya memeluk Adit dari samping, awalnya Adit mencubit pinggang Anya pelan.
Kemudian malah bersender dibahu Anya, matanya melirik Depri yang menatap mereka dingin. Adit memberikan sedikit senyum kemenangannya.
Matanya menatap rendah Depri, menunjukan sekarang bahwa Anya lebih sayang pada Adit ketimbang Depri si kemayu ini.
Benar kemayu, bulu matanya lentik. Jika tertawa dia akan menutup mulutnya dengan telapak tangan ataupun punggung tangan. Kemayu sekali bukan?.
"Nya, gue ke kamar gue dulu ya. Capek banget gue."
Anya mengangguk tanpa melepaskan pelukannya pada Adit "Met malam Dep. Jan lupa baca doa lo." ujar Anya.
Depri mendengus malas "Iye, tau gue." jawabnya malas kemudian beranjak menuju kamarnya yang ada dibagian paling belakang.
Anya menepuk punggung Adit pelan, dia memikirkan sesuatu saat ini "Dit, kamu gausah khawatir. Aku gabakalan selingkuh sama Depri. Dia sepupu aku kok, cuma ya dia memang cinta sama aku." Adit diam.
Dia tak mau mendengarkan hal itu. Biarkan saja Adit menikmati pelukan penuh cinta dari Anya, sangat hangat dan nyaman.
Sampai matanya terasa berat, dan Adit tertidur. Sebelum nyenyak, dia sempat mendengar sesuatu.
"Yang aku takutkan itu, kamu. Takut kamu berpaling saat sembuh nanti."
Tidak akan Anya. Aku gak akan berpaling dari kamu. Bisik batin Adit.
Adit gak bakal berpaling, cintanya pada Anya sudah terlampau kuat dan kokoh. Hanya saja rasa percaya dirinya sering naik turun dan itu yang menjadi kendala mereka.
...Bersambung🍃...
...Jangan lupa vote dan komen💃...
__ADS_1