
Haiii semuanyaaa, jangan lupa vote dan komen ya. Unch-unch aku sayang kaliaaaaan💃✨
...Enjoy the reading🍃...
.......
.......
.......
.......
Author Pov🍃.
Ternyata tidak, mereka tidak ke rumah Mira. Keduanya mengubah tujuan menjadi ke Mall, berbelanja dan berkeliling bersama.
Jika orang lain tak tau, mereka akan berfikir jika Adit dan Mira adalah sepasang kekasih, padahal kenyataannya bukan seperti itu.
"Kamu belum makan kan?" tanya Mira sembari menciumi pipi Adit, Adit menggeleng pelan, tak ada tuh raut wajah risih karena diciumi Mira.
Mira akhirnya membawa Adit makan disalah satu cafe yang ada di Mall, mereka duduk di meja paling sudut Cafe. "Selamat datang, silahkan memesan." ujar pramusaji.
Keduanya mengangguk. "Kamu kan belum boleh makan yang berat, aku pesenin sup aja yah." ujar Mira lembut. Adit mengangguk, dia mengelus punggung tangan Mira pelan.
Halus, seperti tangan Anya.
Ah..ANYA!? sial, kenapa Adit baru teringat Anya saat ini. Belum tentu Anya ingat sama Adit kan sekarang, buktinya saja Anya gapernah ngehubungin Adit
Wajarkan Adit jalan berdua sama Mira, Adit kesepian dan Mira datang menghilangkan rasa kesepiannya. Adit terus memandang wajah Mira, cantik.
"Hihi, Mi-ra..can-tik.." pujinya sembari mengelus pipi Mira. Mira membeku, seketika pipinya menghangat dan mulai merona.
"Adit ih! Jangan buat aku deg-deg an gini ah." rajuknya.
Adit tertawa pelan "Ma-af." ujarnya lembut. Mira mengangguk, dia berdiri kemudian mengecup pipi Adit sekilas.
"Kita impas ya." ujarnya.
__ADS_1
"Hahaha, I-ya."
Uwu, bahagianya mereka berdua.
.
.
.
.
2 hari setelah kencan mereka di Mall, kini mereka kembali berkencan. Tapi kencan sambil terapi, Mira memeluk Adit dari belakang dan membantunya berjalan menggunakan walker.
"Punggung kamu lebar ih, aku suka." gumamnya. Adit hanya tersenyum saja "Bisa, a-ja..ka-mu.." jawablah halus.
Mira tertawa, dia melepas pelukannya kemudian beralih kedepan Adit, dia memegang kedua tangan Adit "Pelan-pelan ya." peringat Mira.
Alasan Mira melepas pelukannya karena Dion mengamati tindak-tanduk mereka berdua dengan tatapan tajam dan menusuknya. "Kalian jangan pacaran disini, bisa menebar fitnah." ketus Dion.
Mira dan Adit mengangguk, siapa juga yang mau menebar Fitnah. "Dan untuk kau Adit, semoga Anya menceraikanmu." rutuk Dion emosi kemudian berlalu pergi.
Dan Adit "Dasar cacat gatau diuntung! Udah nikah malah main sama cewek lain!" gerutunya emosi. Kasihan sekali Anya, gadis itu pasti terpukul jika melihat apa yang suaminya lakukan.
Dion masih asik meracau sembari membereskan pekerjaan dimejanya, dia jadi berfikir ingin merebut Anya dari Adit. Tapi dia tak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Dokter muda itu mengusap kasar rambutnya, kenapa jadi dia yang pusing. Dion mengusak kasar rambutnya, hatinya sakit melihat tingkah kedua manusia itu. Seakan perasaan sakit ini adalah perasaan milik Anya.
"Anya..maaf aku gabisa jagain suami kamu..." lirihnya sedih.
"Kak Dion, Anya titip Adit ya. Tolong jagain dia selama dia Terapi, Anya harus keluar kota Kak."
"Tapi, kenapa harus Kakak?"
"Karena aku percaya, Kak Dion adalah orang baik. Kak Dion sudah kuanggap sebagai sahabatku, boleh ya kak?"
Dion mengerjab pelan, kemudian menghela napas panjang "Baiklah aku usahakan. Boleh kakak dapat pelukan sahabat?" tanya nya.
__ADS_1
Anya tertawa pelan, kemudian berjalan mendekati Dion. Lalu memeluknya sangat erat "Kak Dion udah kayak Abang bagi Anya, abang yang bener-bener Abang. Gak kayak para abang Anya." lirihnya.
"Kenapa dengan abang kamu?"
"Haha..mereka..sedikit gila.."
"Loh?"
"Yah..karena mereka menyukai Anya, dan akan melakukan apapun agar Anya berpisah dari Adit."
"APA!? TAPI KAN KAMU ADIK MEREKA!?"
"Yah, tapi aku bukan adik kandung mereka. Aku hanya anak angkat mereka Kak, aku bukan anak kandung Ibu Auli ataupun Ayah Azran. Merekalah anak kandung bukan aku."
Dion baru tau, pantas saja tatapan para saudaranya saat Dion menjenguk Anya dirumah sakit beberapa waktu silam. Sangat amat berbeda.
Terlebih 2 diantara mereka, nampak sangat eum...terobsesi pada Anya.
Cklek.
Dion mendongak, ternyata dua manusia itu udah selesai pacarannya "Mira kamu bisa pergi, dan Adit duduk didepan." perintah Dion.
Mira mengangguk, dia mencium pipi Adit sekilas kemudian pergi. Dion melotot tak percaya. Amjing apa-apaan itu bamsat!? Dan kenapa Adit gak ngelarang Mira!?.
"A-da apa?" tanya Adit tenang.
Dion menahan emosi yang menggebu "Ceraikan Anya ya Dit. Biar dia jadi milikku." ujar Dion tenang.
Adit menatap Dion kalem "Heum, o-ke, si-lahkan ambil. A-ku j-uga tak perduli..pa-danya." celetuk Adit santai.
Dion menyeringai tipis, dia sudah merekam ucapan Adit barusan. Hahaha mampus "Dit, kamu ini sangat tak tau diuntung." celetuk Dion kalem disertai senyum manisnya.
Adit tak perduli dan memilih untuk keluar dari dalam ruangan itu. Muak dia jika ada yang membahas Anya didepannya, rasanya dadanya sesak dan dia ingin menangis.
...Dia rindu Anya, tapi dia juga marah pada Anya karena tak ada lagi komunikasi yang Anya berikan....
...Bersambung🍃...
__ADS_1
...Kok gaje ya? Aku mulai merasa ini gaje guys....