
Haiii semuanyaaa, jangan lupa vote dan komen ya. Unch-unch aku sayang kaliaaaaan💃✨
...Enjoy the reading🍃...
.......
.......
.......
.......
Author Pov🍃.
Sejak saat itu setelah Terapi Adit bersama Bunda Jihannya, kini Adit lebih sering duduk ditaman rumah dan melamun seperti biasanya. Dia kangen sama Anya, sungguh.
Anya juga sudah jarang meneleponnya dan membuat kadar kerinduan Adit meningkat. Biasanya jam segini dimana saat ini adalah jam 10 pagi, Anya akan bermain dengannya.
Bermain seperti ular tangga, monopoli atau main game dihp. "Ka-ngen A-nya.." lirihnya sedih, dia menghela napas panjang kembali.
Mendongak dan menatap birunya langit pagi ini, banyak hal berkecamuk dikepalanya. Terhitung sudah 2 minggu Anya pergi, dan Adit masih galau saja.
Tanpa Adit sadari, dia mulai merasakan apa yang dinamakan kehilangan. Sangat mendalam sampai membuat sesak saja, cih menyebalkan.
"A-nya ka-pan..pu-lang..sih.." rutuknya kesal, dia kan kangen. Lagipula kenapa Anya gak nelepon dia, apa Anya gak kangen sama Adit? Anya tega sekali.
Adit meraih tongkatnya, kemudian berdiri perlahan. Jujur saja kakinya sudah mulai membaik, terapinya 2 minggu ini mulai menghasilkan hal yang luar biasa.
Adit sudah bisa berjalan menggunakan tongkat, walau saaangat pelan baginya agar sampai ketujuannya. Karena langkahnya selambat siput.
__ADS_1
Adit berjalan perlahan menuju pintu rumah, tapi klakson dari mobil yang sangat Adit kenal mengejutkannya. Adit lantas menoleh, wajahnya langsung sumringah.
"Mi-raaaa~" serunya senang, dia tak mendekati Mira karena gadis itulah yang akan mendekatinya. Mira gadis yang manis, dia sangat baik dengan Adit. Adit sampai bahagia memiliki teman seperti Mira.
"Adit, kamu mau ikut aku gak?" tanya Mira begitu sampai didepan Adit. Jangan heran, karena sejak pertemuan pertama mereka, Mira gencar mendekati Adit.
Bahkan bukan sekali Adit pergi berdua bersama Mira. Sifat Jihan dan Kardi juga mulai berubah pada Adit, keduanya tak selembut dulu. Mereka mulai cuek pada Adit.
Tapi tak apasih, kan masih ada Mira.
"Ma-u ke-ma-na?" tanya Adit antusias, wajahnya berbinar cerah. Untuk pergi jalan-jalan sih Adit gak perlu ganti pakaian. Dia sudah tampan hanya mengenakan kemeja biru berdalaman kaus hitam.
Dan celana bahan berwarna coklat selututnya. Mira tersenyum manis, dia meraih tangan Adit kemudian mencium punggung tangannya "Ayo ke rumah Mira. Ada yang mau kenalan sama Adit." ujar Mira lembut.
Adit terdiam, kemudian dia mengangguk disertai senyuman manisnya. "Ba-iklah, a-yo..per-gi." ujar Adit semangat.
Cekrik!
"Berani sekali kau merangkul suami orang. Dasar murahan!" sinis Jihan seketika.
"Bun-da, ga-boleh gitu.." tegur Adit.
Jihan lantas mendelik.
"Diam kau dasar anak durhaka! Suami gatau diri! Kegatelan banget mentang-mentang Anya gak ada disini kau malah asik berselingkuh! Lihat saja setiba Anya nanti dia pasti akan langsung menceraikanmu!" hardiknya.
Tanpa menanti respon Adit, Jihan memilih untuk masuk ke dalam rumah, entah kenapa Jihan jadi merasa jijik pada putranya sendiri. Dengan mudahnya memberi celah bagi pelakor.
"Bodoh!" umpatnya kesal, dasar anak bodoh!. Batin Jihan emosi.
__ADS_1
"Ma-afin..bun-da ya." ujar Adit merasa bersalah, Mira tersenyum lugu "Gak papa kok, mungkin aja calon bunda mertua lagi kecapekan." ujar Mira lembut.
Adit tersenyum, kemudian mereka melanjutkan langkah bersama mereka.
Dilain tempat.
"Ckckckc, selingkuh eh?"
Dia Anya, sedang duduk diruang Kepala Rumah sakit miliknya. Bohong sebenarnya, Anya tak pergi koas karena dia sudah melakukan Koas semester lalu.
Dia ke Kalimantan untuk mengecek rumah sakit miliknya yang barus selesai dibangun. Dan lihatlah apa yang dilakukan suaminya itu diluar sana.
Berselingkuh! Dan Anya benci itu.
"Tolong, katakan pada Asisten ku. Pesankan tiket kembali ke Jakarta hari ini."
"Baik Nyonya."
Anya menyeringai, sepertinya akan ada hal yang menarik terjadi. Dan Anya tak sabar untuk melihatnya, perceraian akan terjadi atau tidak.
Pasalnya Adit sudah sehat dan dia mulai berkelakuan seperti yang dia mimpikan. "Anjing gak tuh?" gumamnya dingin.
Anya memang mencintai Adit, tapi dia tak bodoh. Jika Adit berselingkuh maka Anya akan melepaskannya, untuk apa dipertahankan. Anya mengelus perut ratanya.
"Maaf ya Nak. Nampaknya kamu gabakal punya Ayah saat kamu lahir nanti." lirihnya sendu, padahal dia membawa kabar baik.
Tapi, suaminya malah asik berselingkuh. Anjing.
...Sakit hati Anya seketika....
__ADS_1
...Bersambung🍃...