My Lumpuh Husband

My Lumpuh Husband
17


__ADS_3

jangan lupa vote dan komen ya🍃.


...Enjoy the reading🍃...


.......


.......


.......


.......


Author Pov🍃


Anya baru sampai ke ruang tamu, ternyata ada 2 tamu pria muda yang tengah duduk santai disofa. Gian bercengkrama dengan serunya bersama 2 orang itu.


Anya merasakan genggaman tangan Adit pada pinggiran kursi roda mengerat, wajahnya mulai berkeringat dingin.


"Abang, ada apa ini?" tanya Anya langsung, sontak ketiganya menoleh, sekilas pada Adit tapi kemudian berfokus pada Anya.


Senyum lebar terlihat diwajah mereka "Adik lo cantik banget yang cewek, tapi yang laki-laki lumayan cakelah. Sayang sih..duduknya dikursi roda." cemooh yang berwajah manis dengan kulit tan nya.


"Jangan gitu lo Wildan, gak sopan. Tapi lo ada benernya juga sih hahahaha." sambung yang satunya lagi. Wajahnya manis sama seperti Wildan, namun terlihat lebih dewasa.


Anya tak suka ucapan mereka "Maaf ya, kalian gak berhak menjelek-jelekan Adit!" ketusnya kesal. Dia mengelus rambut lebat Adit dan mengecupnya pelan.


Mereka biasa saja "Sini Anya, kenalan dulu sama temen abang. Dan buat Adit, BIK INEM! TOLONG BAWA ADIT KE TAMAN BELAKANG BIK!" Anya melotot tak percaya.


"Abang apa-apaan sih!?" bentaknya marah, dia tak membiarkan Bik Inem mengambil alih kursi roda Adit.

__ADS_1


Adit sedari tadi hanya diam dengan kepala yang tertunduk. Gian menatap Anya tajam "Ingat, abang gabakal biarin kalian deketan selama abang disini!" tukasnya datar.


"Bang, abang tu gaber-"


"U-dah, a-ku ke-be-la..kang..a-ja." Anya merunduk, apa-apaan Adit ini.


"Tapi Adit-"


"Bik.."


Anya menatap nanar Adit yang menyela ucapannya tadi, bahkan dia tak memandang kewajah Anya. Bik Inem mundur dengan sopan dan mendorong kursi roda Adit.


"Anya, sini kamu."


Anya melengos "Gamau!"


"Anya!"


Wajah cantiknya memerah, urat-urat menonjol dilehernya. Gian hanya tersenyum santai begitu juga dengan Wildan dan Kelvin. "Abang punya, dan abang mau kamu pendekatan dengan Wildan ataupun Kel-"


"GAK! ITU GABAKAL TERJADI! Anya bakal aduin Abang ke Ibu! Abang udah lancang masuk ke rumah tangga Anya!"


Tatapan santai Gian berubah, menjadi datar dan penuh intimidasi. Dia bangkit kemudian berjalan mendekati Anya yang masih marah "Berani kamu bentak abang?" tanya nya dingin.


Anya mendongak angkuh "Ya! Memangnya kenapa!?" tantangnya tak takut. Kedua tangan Gian sudah mengepal erat, dia menunjuk tepat diwajah Anya.


"Kamu bakalan nyesel untuk apa yang kamu lakuin hari ini Anya." bisiknya serak.


Anya mendengus remeh, dia bersidekap dada "Gak ada kata penyesalan bagi Anya untuk apa yang terjadi sekarang. Camkan itu!" hardik Anya kemudian berjalan menjauh.

__ADS_1


Dia harus menyusul Adit saat ini juga.


"Udalah Gian, adik lo gamau tu." cetus Wildan sembari memakan kue kering dimeja yang tersedia. Kelvin mengangguk setuju "Bener Gian, biarin aja kali adek lo sama lakik cacatnya itu." sahut Kelvin.


Gian menggeleng "Gue gabakal ridho kalau Anya berumah tangga sama pria cacat itu. Gue akan rusak rumah tangga mereka." desisnya jahat. Seringai kejam mulai terbentuk diwajah tampan Gian.


Dia punya rencana yang sempurna.


Sementara itu, Anya kini mendekati Adit yang duduk menatap pohon apel ditaman belakang rumah. Dia langsung memeluk Adit.


"Dit maaf.." bisiknya lirih, tapi Adit tak merespon sedikitpun.


"Dit...Adit? Kamu kok diam aja?" Anya memilih untuk berjongkok didepan Adit yang hanya diam dengan tatapan kosongnya.


Bibirnya terbuka pelan, dan liurnya kembali menetes, ada yang aneh. Anya menepuk pipi Adit pelan tapi responnya masih sama. Anya mulai panik "Adit!?" serunya panik.


Tapi nihil, Adit hanya memandang kosong kedepan dengan raut wajah datarnya. "Jangan-jangan.." Anya segera mencari sesuatu diinternet.


Ciri-ciri penderita Demensia kambuh.


-Tak mengenali siapapun.


-Tak bisa bereskpresi.


-menganggap keluarga bagaikan orang asing.


Anya terus membaca, sampai akhirnya dia paham akan satu hal. "Ya ampun....demensia kamu kambuh Dit.." lirihnya shock.


...Bagaimana ini? Apa Anya bawa saja Adit pulang ke rumah bundanya?....

__ADS_1


...Bersambung🍃...


...Syalalalalala....


__ADS_2