
Haiii semuanyaaa, jangan lupa vote dan komen ya. Unch-unch aku sayang kaliaaaaan💃✨
...Enjoy the reading🍃...
.......
.......
.......
.......
Author Pov🍃.
2 hari sejak pertengkaran mereka, Adit memilih untuk tinggal dirumah mereka dan Anya juga begitu. Mereka masih 1 rumah tapi hawa didalamnya tak pernah mengenakan.
Anya yang menganggap Adit tak ada disekitarnya, sedangkan Adit yang berusaha menarik perhatian Anya.
"An-ya lihat!" seru Adit sembari berjalan ke arah Anya yang tengah menyirami tanaman dihalaman rumahnya. Dia melirik sekilas kemudian kembali mengabaikan Adit.
__ADS_1
Adit menahan denyut nyeri didadanya "Li-hat, A-dit buat..ini..un-tuk A-nya." ujarnya riang sembari menunjukan hasil gambarannya pada Anya. Bisa dibilang gambarannya sangat bagus.
Disana Adit menggambar dirinya sedang tertawa bersama Anya. Anya mematikan kran air kemudian memegang gambaran itu.
Adit tersenyum manis, dia fikie reaksi Anya menunjukan kemajuan jika dia mulai memaafkan Adit. Adit ingin menjelaskan semuanya tapi sayangnya tak ada kesempatan.
Anya selalu mengabaikannya, tak pernah lagi menegurnya. Dia lebih sering pergi berdua bareng Dion ketimbang bareng Adit dirumah.
"A-nya s-uka?" tanya nya riang. Anya mendengus dingin, kemudian merobek gambar itu sampai menjadi potongan terkecilnya. Adit terpekur, menatap nanar kertas-kertas itu.
Anya tersenyum datar "Anda tidak perlu repot menggambarnya, yang perlu anda lakukan hanyalah menandatangi surat cerai itu. Dan masalah kita selesai." ujar Anya dingin.
Adit merasa dadanya sesak, air mata kembali menggenak "T-tapi..A-nya..la-gi..ha-mil..hiks..ka-sian..ba-yinya..." cicit Adit serak, air mata sudah meluruh di kedua matanya. Hatinya seakan sudah hancur berkeping-keping.
Anya tertawa pelan "Tenang saja, bayi saya akan memiliki Ayah baru. Dan jelasnya itu bukan Anda!" hardiknya sinis. Anya melengos pergi meninggalkan Adit yang berdiri sendirian disana.
Bahunya bergetar "Hiks..A-nya ma-af..hiks..huhuuuu ja-ngan a-baikan..hiks..A-dit lagi..hiks..sa-kit..hiks..ha-ti Adit..sa-kit..hiks.." tangisnya lirih.
Bicara soal Mira, gadis itu sudah mengakui semuanya, bukti pembicaraannya bersama Rian dan Fian di kamar hotel malam itu. Bukti chat jika merekalah yang menyuruh Mira untuk menghancurkan Anya dan Adit.
__ADS_1
Adit tinggal mengatakan semuanya dan menunjukannya pada Anya, tapi wanita itu tak mau berbicara lebih lama dengan Adit.
...🍃🍃🍃🍃...
Adit berjalan mendekati Anya yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya, dia memilin ujung kasunya karena grogi, dia takut Anya akan mengusirnya lagi.
"A-nya..a-da..ya-ng ma-u..A-dit..kata-kan.." lirihnya.
Anya berhenti mengetik, kemudian mendongak, decihan malas kembali terdengar, walau sakit tapi Adit berusaha tersenyum. Ini semua memang salahnya, wajar Anya sebenci ini padanya.
"Saya gak sudi membicarakan apapun lagi dengan Anda. Tidak berguna dan hanya membuang waktu saya." sinis Anya kemudia membawa laptopnya pergi dari sana.
Adit menunduk, Anya kembali menjauhinya. Dia meremat kausnya erat dan kembali menangis, menangis untuk kesekian kalinya karena Anya.
"Hiks..huhuuuu...hiks..A-nya..hiks..huhuuuu Adit..ka-ngen..hiks..s-ama Anya..hiks..A-dit gak..sa-nggup..hiks..la-gi..." tangisnya.
Jika bisa memilih, Adit tak akan memulai rencana bodoh itu, sampai membuat hubungannya dengan Anya diambang kehancuran seperti ini.
"Bo-doh..hiks..ADIT BODOH!!..hiks..HUAAAAAAA ADIT..hiks..GAK BERGUNA!!" jeritnya prustasi sudah.
__ADS_1
...Berdoa saja semoga dia gak gila ya kawan. Aku lebih suka dia jadi gila hahahhahahahahha....
...Bersambung🍃...