
Oh ya dan jangan lupa vote dan komen ya๐.
...Enjoy the reading๐...
.......
.......
.......
Author Pov๐
H+2 setelah menikah.
Anya membuka matanya perlahan, matahari pagi baru saja masuk melalui celah gorden dikamarnya. Dengan pelan Anya bangkit sembari memindahkan tangan Adit yang ada dipinggangnya.
Baru saja Anya hendak turun, rengekan pelan terdengar dari sela bibir terbuka Adit. "Anhh-yaa..iish..Anhh-yaa..a-na.." rengeknya dengan mata yang masih terpejam.
Anya mengulum bibirnya gemas, kemudian menggenggam tangan Adit dan mengeluskan tangan kurus itu ke pipi Anya. "Ini sayang, ini Anya." ujar Anya lembut.
Adit berhenti merengek, kemudian melanjutkan kembali tidurnya dengan damai. Bibir terbuka yang membuat Anya gemas ingin memainkannya.
Tapi tak sekarang, dia takut Adit mengamuk jika sekarang dijahili.
Anya melepas genggamannya kemudian turun dari kasur, berjalan menuju jendela seukuran tubuhnya dan membuka gorden berlapis sulaman emas itu.
Terlihatlah taman yang berada di halaman depan rumah. Anya membuka jendela yang merangkap menjadi pintu geser, dia berjalan keluar.
Meregangkan tubuhnya kemudian melakukan yoga sebentar. Udara pagi sangat baik untuk kesehatan, dia harua menjaga kesehatan jika tak ingin sakit.
Sesuai apa yang Kak Dion katakan padanya.
Anya berjalan menuju kolam rena persegi panjang yang hanya sedalam 2 meter. Sepertinya mengajak Adit berenang bagus untuk sendi-sendi tubuhnya.
"Apa aku ajak saja dia berengang?" gumam Anya.
Tapi sebelum itu, Anya harus beresin rumah dan memasakan bubur Adit, urusan berenang bisa diurus belakangan.
__ADS_1
...๐๐๐๐...
Adit mengerutkan dahinya begitu melihat pakaian renang yang Anya pakai, untung saja kolam renang ini adanya di samping rumah, dan tembok tinggi menjadi penghalang untuk jarak rumah lainnya.
Jadi tak akan ada yang melihat tubuh cantik istrinya. "Au..khaa-pa?" tanya Adit penasaran, dia dibiarkan tak pakai baju dan hanya mengenakan boxer upin-ipin.
Dia juga tak pakai selang makanan maupun pempers. Anya terkekeh pelan sembari menyeka liur Adit dengan handuk super.
"Kita mau berenang, supaya melatih tubuh kamu biar gak kaku lagi. Oke?"
Adit mengangguk pelan, dia membiarkan Anya menggendong tubuhnya dan masuk kedalam air kolam yang hangat.
Karena matahari pagi menyorot kekolam renang dengan sempurna "Rileks ya sayang." Adit bergumam tak jelas, tangan kanannya melingkar dileher Anya dengan erat.
Sedangkan tangan kirinya hanya terkulai lemas.
Anya mendudukan dirinya di tangga pinggiran kolam, kemudian mendudukan tubuh Adit ditengahnya.
"Aku pijit bahu kamu ya." tawar Anya sembari menyenderkan tubuh Adit ke dada Anya kemudian memijit bahunya pelan.
Adit merasa damai, rileks dan nyaman. Dia menyenderkan kepalanya didada Anya dan sesekali menggerakan kepalanya kekiri dan kekanan.
"Khee-hak."
"Adit suka?"
"Hi-ha, Khaa-khit..khuu-ka."
"Bagus deh. Aku seneng dengernya."
Adit tak menjawab, dia ingin menggerakan 1 kakinya, tapi tak ada tenaga sama sekali, kakinya lemas tak bisa digerakan. Anya berganti posisi.
Dia membalikan tubuh Adit kemudian memegang kedua tangannya. Anya menggerakan tubuhnya sembari menarik tubuh Adit seolah mengajarkannya berenang.
Adit hanya tertawa senang, walau sesekali wajahnya kelelep karena dia tak bisa menahan kepalanya dengan leluasa. Itu tak membuat Adit menyerah.
Dia terus berusaha menggerakan anggota tubuhnya.
__ADS_1
Dia senang, dengan seperti ini saja Adit sudah bahagia. Melihat senyuman Anya dan tawanya, melihat binar dimata Anya membuat Adit serasa hidup.
Aku mencintaimu Anya, kumohon jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi. Batin Adit sendu.
Dia tak mau ditinggalkan Anya, tak tau mengapa tapi dia tak sanggup membayangkan hidup tanpa adanya Anya disebelahnya.
"Udah yuk."
"Ha?"
"Udah siap yuk. Kamu harus mamam lagi. Terus nanti kita latihan berdiri pakai walker." nampak sih wajah lelah Anya.
Pasti capek berenang sembari menahan tubuh Adit.
"Anhh-ya..kha-peh?"
Anya menatap Adit pelan, kemudian tertawa "Enggak, aku cuma gamau kamu masuk angin sayang. Soalnya kan belum makan." ujar Anya.
Dia memegang pinggang Adit dan menyandarkan tubuh Pria itu ditubuhnya. "Aku gamau kamu makin sakit." bisik Anya lembut ditelinga Adit.
Membuat pria lugu itu merona hebat, jantungnya berdegup lebih cepat dari deguban yang biasanya. "Sayang.." Adit meremang, suara Anya menggetarkan hatinya.
Dia mencoba memeluk Anya, dan berhasil. Kedua tangannya berhasil memeluk pinggang Anya.
"Shha-hang.."
Anya tertawa "Kenapa sayang?"
Adit merengut sebal "Anhh-ya..ha-hil..".
"Gak jahil, gak Anya namanya."
Adit hanya mendengus pelan, tapi kemudian tertawa dengan suara lembut halusnya yang khas. "Shaa-hang, Anhh-ya..." bisik Adit.
Sayangnya Anya gak dengar. Tapi tak apa, yang penting Anya tau bahwa Adit sayang sama dia.
...Bersambung๐...
__ADS_1
... So sweet beut ah....