
Haiii semuanyaaa, jangan lupa vote dan komen ya. Unch-unch aku sayang kaliaaaaan💃✨
...Enjoy the reading🍃...
.......
.......
.......
.......
Author Pov🍃.
Anya duduk dikursi sebelah ranjang pesakitan Adit, dia masih asik mengupas apel tanpa sadar jika Adit sudah mulai sadar dari pingsannya.
Kepalanya pusing, dan tangannya terasa ngilu "Eungh.." lenguhnya pelan, dia mengerjab pelan guna menyesuaikan cahaya yang masuk.
Anya masih akting cool dan tak perduli, bahkan ketika Adit menoleh dan menatapnya, Anya tetap cuek saja. "A-nya.." bisiknya lemas.
"Apa?" ketus Anya.
Adit tersenyum sendu, akhirnya Anya mau menyahut saat dipanggilnya "A-nya..nga-pa-in?" tanya Adit lembut, dia berusaha menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Anya.
Senyum manis tercipta disana, jujur Adit senang kala Anya duduk disana, berarti Anya menunggunya sadar, tak sia-sia percobaan bundir yang Adit lakukan tadi.
Anya mengunyah potongan apelnya, kemudian menjawab "Mau jenguk mantan suami aku." jawabnya santai.
Jder!
Dun dun tararara dun dun.
__ADS_1
Entah kenapa backsound utaran tergiang-giang.
Adit langsung pias, dia berusaha duduk dan menatap Anya sepenuhnya, dia meraih tangan kanan Anya guna memastikan adakah cincin kawin mereka disana.
Jantungnya langsung mencelos dikala tak menemukan adanya cincin disana "J-jadi..hiks..kita..u-da..ce-rai?" lirihnya parau dengan tangan yang gemetar.
Anya mengangguk santai. Adit merasa kepalanya berkunang-kunang, semua terasa berputar disekitarnya. "Ga-k..mung-kin.." lirihnya sebelum jatuh pingsan kekasurnya.
Brugh!.
Anya menahan tawanya melihat betapa shocknya Adit, padahal kan Anya hanya bercanda "Anya, sampe segitunya Adit." Jihan yang baru keluar dari kamar mandi tertawa pelan.
Kasihan sekali anaknya, baru sadar eh udah pingsan lagi. "Kasihan Bund, Anya rasanya pengen ngunyel-ngunyel sama Adit..aktingnya udahan ya bund." melas Anya.
Jihan tertawa pelan kemudian mengangguk, kasihan sih anaknya itu "Yaudah gapapa, lain kali kalau Adit lakuin kesalahan kayak gini. Langsung ceraikan aja ya, gaperlu ragu-ragu lagi." pesan Jihan.
Anya mengangguk patuh "Siap bunda." dasar menantu mertua no akhlak sekali.
.
Anya bersidekap dada seraya memandang kedua mantan abang angkatnya itu "A-"
"Eit-eit diam, gaperlu ngomong sama aku. Kalian cukup jahat denvan ngerencanain perselingkuhan Adit, gak mikir perasaan aku ya?" Anya saat ini ada dirumah keluarganya.
Rian melengkungkan bibirnya "Maaf.." lirihnya pilu, air mata mulai menggenang dan menetes dipipinya, Anya sendiri cuma mendengus malas melihat akting itu.
"Sudahlah, Ibu, Ayah. Anya pamit mau ke rumah sakit tempat Adit." pamitnya pada kedua orang tua angkatnya. Aulia dan Azran mengangguk.
Mereka tak mau mengurusi urusan mereka, sudah cukup umur bagi mereka menyelesaikan urusan masing-masing. Tugas Aulia dan Azran hanya menikmati waktu mereka kini.
Anya merasa bahunya ringan, seperti beban sudah hilang dipundaknya, ringan sekali Ya Tuhan. "Nak, sekarang saatnya kita bertemu dengan Ayah kalian yang lagi stres dirumah sakit. Hahahah." Anya semakin bersemangat.
__ADS_1
Masalah sudah selesai, kini tinggal perbaikam hubungan antara dia dan Adit. "Aaaaaa hari baru akan segera tibaaaaa. Adit tunggu Anya disana ya sayang, jangan gila dulu." pekiknya antusias.
Tawa ringan terdengar dari sela bibirnya, dia tak sabar ingin bertemu Adit lagi, dia mau cium pipi Adit, mau peluk-peluk Adit, mau sayang-sayang Adit.
Hehe, segitu bucinnya dia sama Adit guys. Allahu.
Sementara itu Adit saat ini.
"MA-NA A-NYA!!..BA-LIKIN A-NYA! ATAU..A-DIT HANCURIN..HP BUN-DA!!!"
"HEH PERKEDEL TEMPE!! ITU HP BARU BUNDA JANGAN DILEMPAR!!"
"BUNDA JANGAN TERIAK!"
"AYAH JUGA TERIAK YA!"
"MA-NA A-NYAAAAAA!!"
"DIA LAGI CARI CALON SUAMI!!"
"HUAAAAAAAAAAAAA A-NYAAAAAAAAAA"
Ingatkan para perawat agar tak menerima pasien atas nama Adit Wiradana sekeluarga. Mereka sudah stress, berteriak bersahutan seperti orang tawuran.
"ANYAAAAAAAAAAAAAAA!!!"
Telinga Anya berdengung, ada apaan nih. "Apa ada yang gosipin aku?" gumam Anya sembari mengorek telinganya dengan jari kelingkingnya.
"ADIIIIIIT I AM COMING BABEEEEEEE" teriaknya bahagia. Tak perduli beberapa orang yang memandangnya aneh. Anya bodo amat yang penting dia ketemu sana Adit.
...Diawali dengan teriakan dan kini diakhiri dengan teriakan juga. Manisnya kisah mereka....
__ADS_1
...Selesai🍃...