My Lumpuh Husband

My Lumpuh Husband
06


__ADS_3

Haiii balik lagi bareng Ryntimtam disiniiii. Oh ya-oh ya, ini adalah kumpulan kamus bahasa milik Adit.


1.Shha-hang\=Sayang.


2.Anhh-yaa\=Anya.


3.Agh-ya\=Ayah.


4.Khuu-ha, khaa-hu, khee-han\=Suka, malu, senang.


5.shaa-hat, khee-hek, khee-hi\=cacat, jelek, benci.


6.Hun-da, i-bhu, agh-bah, hin-ha\=Bunda, ibu, abang, cinta.


7.khaa-han, khii-hum, ann-hi, khaa-her\=makan, minum, mandi, laper.


8.khi-hur, ghin-hu, kha-han, khe-hua\=tidur, rindu, jangan, keluar.


9.Ah-hi, khii-ha-hin, Khaa-khit \=Mati, tinggalin, Adit.


10.Heuks, Khe-hap\=Hiks, gelap.


Sekian kamus bahasa Adit.


Oh dan jangan lupa vote dan komen ya๐Ÿƒ.


...Enjoy the reading๐Ÿƒ...


.......


.......


.......


.......


Author Pov.


H+1 setelah menikah.


Ciutan dari burung-burung gereja menjadi simfoni indah pagi ini, sepasang anak adam dan hawa yang tengah bergelung dibalik selimut nampak tak terusik.

__ADS_1


Salah seorangnya, si wanita yang memeluk erat tubuh kaku si pria. Tak memperdulika rambutnya yang sudah basah karena liur dari sang pria.


Mereka nampak kelelahan, pantas saja sih karena semalam mereka baru pindahan ke rumah ini.


Bau tak sedap tiba-tiba menyapa indra penciuman sang wanita, membuatnya mau tak mau membuka matanya perlahan.


"Adit, kamu eek ya?" gumamnya linglung. Dia melepas pelukannya kemudian bangun, terduduk sebentar lalu mengusap rambut panjangnya.


Anya menoleh ke arah Adit yang masih tidur dengan bibir yang tak lupa selalu terbuka. Wajahnya terlihat damai sekali, membuat Anya gemas.


Dengan sengaja dia menciumi pipi, dahi, hidung, kedua mata Adit dan yang terakhir adalah bibir mungil Adit.


"Sayang aku, suami aku, cintanya aku, belahan jiwaku, bangun ayooook. Mandi, kamu eek kan? Bener kan? Uda kecium ini sayangku." oceh Anya sembari menepuk pipi Adit pelan.


Adit terusik, alisnya bertautan dan matanya terbuka pelan. Gelap, sudah biasa sebenarnya tapi tetap saja Adit kaget.


Tangan kanannya bergerak spontan menggenggam tangan Anya dengan erat. "Adit? Kenapa sayang?" tanya Anya heran. Adit gemetaran walau pelan, dia menggerakan kepalanya kekanan dan kekiri perlahan.


Anya semakin heran "Adit?" Adit berhenti menggerakan kepalanya.


Matanya mulai berangsur normal kembali, Adit mengerjab pelan guna menyesuaikan cahaya yang masuk. Tak lama dia bisa melihat wajah cantis istrinya.


"Anhh-ya, kha-gi." sapa Adit seolah yang tadi tak terjadi.


Anya turun dari kasur kemudian berjalan ke sisi kanan ranjang, dengan perlahan dia meletakan tangannya dibawah bahu Adit, kemudian yang satunya dibawah lutut Adit.


"Untung aku kuat." gumam Anya sebelum akhirnya menggendong tubuh ringan Adit menuju kamar mandi.


Adit tertawa pelan, dia menempelkan kepalanya ke dada Anya dan memejamkan matanya lagi.


"Eeee, jangan bobok lagi sayang. Ayo bangun, kamu harus berjemur dulu dimatahari pagi, terus nanti siang kita Terapi." Adit kembali membuka matanya, dia menatap sebal Anya.


"Khe-hit" ujarnya sebal.


"Aku gak pelit sayang, cuma ya kamu kan mau mandi. Masa bobok lagi sih."


Adit tertawa pelan "Khe-han-ha..shaa-han." Anya ikut tertawa mendengar tawa Adit.


"Bercanda sayang."


Akhirnya Anya melakukan ritual kamar mandi Adit.

__ADS_1


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


Setelah urusan kamar mandi dan pakaian selesai, kini Anya mendudukan Adit di sofa rumah, tak perlu pakai kursi roda karena Anya cukup kuat menggendong Adit.


Adit mengenakan kaus biru bergambar Capten America dan celana pendek bergambar spongebob.


Adit tak mengenakan handu supernya, Anya memilih untuk tidak memakaikan handuk itu sesering mungkin. Anya akan melatih Adit untuk bisa menyeka liurnya sendiri.


Anya meletakan tisu dipangkuan Adit "Adit, nanti seka liurnya pake tisu ini. Kamu harus belajar supaya gak bergantung sama handuk lagi." ujar Anya lembut.


Adit mengerjab polos, matanya melirik ke kotak tisu dipahanya. Perlahan tangan kanannya meraih selembar tisu, dan menyeka liur di dagunya.


Anya bertepuk tangan dengan riang, kemudian menciumi pipi Adit yang sudah diberi bedak bayi. "Gemas-gemas-gemas. Suami Anya gemasin bangeeeet." Adit hanya tertawa mendengarnya.


Anya begitu bahagia hanya karena Adit berhasil menyeka liurnya sendiri, bagaimana jika nantinya Adit berhasil berjalan atau berbicara.


Mungkin Anya akan buat tumpengan 7 tingkat saking bahagianya.


"Aku gak masalah nyuciin baju kamu, yang penting kamu gaperlu pake handuk itu lagi. Lagipula liur kamu gak sebanyak awal kita ketemu, aku lihat volumenya mulai berkurang."


Adit menyetujui ucapan Anya, liurnya tak sebanyak dulu, mungkin efek Adit yang tek setress dan mulai rileks dengan kehadiran Anya.


"Saatnya makan, tadi aku ditelepon sama Bunda Jihan. Katanya didepan pintu rumah kita ada bubur buatan Bunda. Untuk hari ini kamu makan yang Bunda kasih, untuk seterusnya biar Anya yang masak hohoho."


Adit sungguh terhibur mendengar ocehan Anya, dia tertawa lagi. "Iih, kok ketawa? Kamu ngetawain aku ya?" tuding Anya.


Wajah cantiknya cemberut sedemikan rupa. Adit semakin mengeraskan tawanya "Iiih, Adit mah gitu." rajuk Anya.


Dia memeluk perut Adit dan menciuminya bertubi-tubi, membuat Adit kegelian dan semakin tertawa.


"Hahahha, iih..khee-hiii..hahaha..huu-haaah!..Anhh-ya..khee-hiii..heuks..Aaaaaaaaaa..heuks..hu-haaaa..heuks..khee-hiii."


"Hahahah, iiih geliii, hahaha udaaaah!! Anya gelii, hiks..aaaaaaa..hiks...udah..hiks..geliii"


Anya menghentikan acara cium-ciumnya setelah mendengar tangisan Adit. Dengan gemas dia menciumi pipi Adit yang sudah basah dengan air mata.


"Maaf ya sayang."


Adit hanya menatap sebal Anya, isakan kecil masih ada namun dia sudah tak menangis lagi.


Lucu sekali sih, Anya kan jadinya gemas gak ketulungan.

__ADS_1


...Bersambung๐Ÿƒ...


...Iih, gemas banget penganten baru ini yaaa....


__ADS_2