My Lumpuh Husband

My Lumpuh Husband
Epilog


__ADS_3

Haiii semuanyaaa, jangan lupa vote dan komen ya. Unch-unch aku sayang kaliaaaaan💃✨


...Enjoy the reading🍃...


.......


.......


.......


.......


Author Pov🍃.


Baby twins saat umur 1 tahun 2 bulan.


Anya tengah sibuk menyetrika pakaian milik Adit, semenjak punya anak, Adit perlahan mulai sehat total, walau bicaranya tak bisa selancar biasanya.


Adit juga mengambil alih pabrik keramik milik Ayahnya, dan Anya sesekali akan pergi kerumah sakit cabang miliknya untuk sekedar memeriksa saja.


Jam menunjukan pukul 4 sore, biasanya sebentar lagi Adit pulang dan baby twins harus segera mandi.


"Ditya, Atya. Kemari nak." panggil Anya pada kedua putranya, yang bernama Atya berjalan dengan cepat sedangkan saudaranya hanya bisa berjalan perlahan.


"Unda~unda~" celoteh Atya begitu sampai didekat Anya, dia bergelantungan dileher Anya dan menciumi leher Bundanya.


Anya terkekeh pelan "Kenapa saudaranya ditinggal Atya." ujar Anya lembut sembari memeluk Ditya yang baru sampai didekatnya.


Atya hanya tertawa saja "Unda..Iya..apay.." ucap Ditya sembari menepuk pelan pipi Anya. Anya tertawa gemas kemudian menciumi pipi Ditya, dia beralih pada Atya dan memeluknya.


Kemudian menggendong kedua anaknya, sebelum itu dia mematikan setrikaannya terlebih dahulu. "Ayo makan anak-anak bunda yang cantik." ujar Anya semangat.


Keduanya juga ikut semangat, Atya bertepuk tangan riang sedangkan Ditya hanya tepuk tangan pelan. Memang beginilah mereka, Atya yang ceria, selalu kepo dengan hal baru.


Sedangkan Ditya pendiam, pemalu, kalem dan tak terlalu perduli dengan sekitarnya kecuali pada Bundanya.


Kenapa Anya sebut anaknya Cantik? Karena memang kedua putranya sangat cantik, dulu saat masa ngidam Anya sangat suka melihat wajah Irene red velvet dan Park Boyoung. Dia berharap memiliki anak perempuan.


Tapi yang berojol malah cowok, jadinya anak cowoknya pada cantik dua-duanya.


"Unda, yayah eyun uyang?" tanya Atya.


Anya menggeleng pelan "Belum sayang, Ayah masih kerja." ujar Anya lembut. Dengan telaten dia menyuapi kedua putra cantiknya itu, sesekali menanggapi celotehan Atya yang tak ada habisnya.


Setelah selesai makan dan juga selesai mandi, ketiganya duduk diruang depan dan bermain lagi. Anya memperhatikan kedua anaknya yang sedang bermain mobil-mobilan.

__ADS_1


Ditya bermain lego sedangkan Atya lah yang main mobil-mobilan. Sudah terlihat siapa yang lebih gentle saat besar nanti.


Cklek.


"Assalamualaikum." Anya lantas berdiri dan mendekati Adit yang baru pulang, dia memeluk Adit erat dan menciumi pipinya. "Adit capek? Mau Anya panasin air buat mandi?" tanya Anya lembut.


Adit mengangguk, tapi dia malah memeluk leher Anya dan mendusel disana "Ca-pek..tapi..Adit..ka-ngen A-nya.." gumamnya.


Anya mengelus punggung Adit, kasihan sekali suaminya ini. Setelah selesai bermanja kini Anya memilih pergi kekamar mandi yang ada dikamar mereka.


Adit sendiri duduk disofa dan memperhatikan kedua anaknya, Adit sedikit mengerucutkan bibirnya. Kenapa kedua anaknya ini tak mau memeluknya gitu.


"Ati, Ita. Pe-luk..a-yah..sini." panggilnya sedikit merajuk, kedua putranya sontak mendongak mendengar panggilan haram itu.


"Ama ayu utan Ati!" protes Atya sembari melempar mobilan tadi kewajah Adit yang hanya tersenyum lesu.


Gusti, apa salah hamba?.


Sedangkan Ditya hanya diam kemudian melanjutkan permainannya, Adit sedih, karena Ati dan Ita gamau main sama Adit.


Lo pikir aja Dit, mana mau mereka main kalau lo manggil Ati sama Ita, anak lo cowok, setdah punya pemain kok gini amat.-Ryn.


Ta-pi..namanya..lu-cu.-Adit.


Lucu pala lo.-Ryn.


#savementalAdit


#Aditmeriang


#Aditbutuhperhatian


#AtidanItacantik


Ati dan Ita umur 15 Tahun.


Anya tengah memakaikan kedua putranya itu bedak dan minyak kayu putih, walau udah berusia 15 tahun tapi tetap saja mereka manja sama Anya.


"Wih, udah cantik anak bunda." puji Anya seraya mengelus rambut hitam lebat kedua anaknya. Atya merengut sebal kemudian melengoskan wajahnya.


"Atya ini cowok Bund! Jangan dipanggil cantik dong." sebalnya.


Sedangkan Ditya hanya menghela napas panjang "Bunda, Ditya ini ganteng. Gak cantik." protesnya pelan.


Dia tak mau bersuara terlalu keras, karena apa? Karena suaranya mirip perempuan. Saat SMP dia selalu diam dan berbicara dengan suara yang dipaksa berat jika perlu. Untuk wajah Alhamdulillah gak secantik dulu, wajah Ditya sedikit mendapat tambahan ganteng.

__ADS_1


Cuma, suaranya kek cewe. Halus, lembut dan tidak ada berat atau serak-seraknya. Malahan Atya, walau wajahnya cantik mirip cewek tapi suaranya berat bro, suaranya lakik banget. Hidup ini adil ya Bund.


Ditya yang dapat sedikit kegantengan tapi suaranya kek cewek, Atya yang mukanya kek cewek dapat suara kek lakik. Bagi dua yekan.


"Kalian berangkat bareng Ayah yah."


Keduanya mengangguk "Jangan lupa minum obatnya."


Keduanya mengangguk lagi. Ternyata penyakit batten Disease milik Adit menurun pada kedua anaknya, Ditya akan mengalami lumpuh sementara pada kakinya jika anak itu sedang tertekan.


Sedangkan Atya yang kasihan, dia pernah mengalami lumpuh total sekujur tubuhnya saat batinnya tertekan akibat olokan teman-temannya. Beruntung mereka tak terkena Demensia.


Atya memiliki watak keras, dia suka tawuran dan hobi berkelahi, walau dia pintar tapi cap badboy sudah tertera pada dirinya. Sedangkan Ditya, dia memiliki watak yang lembut.


Hanya saja dia lebih suka diam, sifatnya pemalu dan juga sedikit kalem. Dia siswa teladan, beruntungnya mereka beda sekolah jadinya gak akan terlibat cek cok unfaedah.


"Berangkat ya Bund." pamit Ditya lembut dengan suara perempuannya. Anya mengangguk "Iya cantiknya bunda, TTDJ ya sayang."


Atya mendengus "Bunda ih, nyebelin." gerutunya sembari masuk kedalam mobil kemudian diikuti Ditya.


"A-ku gak di-sayang nih?"


Anya terkekeh pelan, dia menciumu bibir ranum suaminya "Iya sayangnya aku. Hati-hati dijalan ya Ayah" ujar Anya lembut.


Adit tersenyum manis, dia mencium dahi Anya lembut "Iya Bun-da..sayang." duh, manisnya.


Dan begitulah akhir dari permasalahan mereka selama ini, masalah selesai, rumah tangga Adit maupun Anya masih berlangsung baik. Tapi ada kabar buruk setahun silam.


Mertua tersayangnya meninggal dunia karena mobil yang mereka tumpangi dihantam truk fuso sampai hancur. Jihan dan Kardi dinyatakan meninggal ditempat.


Kasihan sekali, saat itu Adit sangat terpuruk, bahkan kakinya sempat melumpuh lagi. Tapi bersyukurnya Adit kembali bangkit dari keterpurukannya.


Karena dia tau masih ada anak dan istri yang menemani Adit. Dia tak boleh terpuruk terlalu lama.


...#AlfatihabuatJihandanKardi...


...#selamattinggalJihanKardi...


...#RipJihanKardi...


...#ReaderssayangbundaJihan...


...#RynsayangAyahKardi...


...Tamat dengan bahagia✨...

__ADS_1


...Yeeeeey akhirnya kelar juga, apa mau dibuat sequel anak mereka?...


...Yakin kalian? Yaudah, follow akun Ryn dulu....


__ADS_2