My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Sweet Honesty


__ADS_3

...WARNING!!!...


...Konten ini berisikan cerita 17+...


...Walaupun tidak tergambarkan, saya harap tetap menjaga kebijakan yang ada....


...—Chapter 10—...


Dilan terus memelukku selama lima menit, aku mulai merasa sesak dan hendak mendorongnya. Dia membuka bajunya dan menciumku lagi dan lagi, aku merasa seluruh tubuhku panas dan wajahku tambah memerah.


"Ahh... tunggu dulu". ujar diriku


"Tidak perlu, aku mau dirimu sekarang!". ujar Dilan dengan tegas


Dilan menggendongku dan kami masuk kedalam kamar, dia membaringkanku dengan lembut dan terus menciumku. Dilan melepaskan pakaianku satu persatu dan satu menit kemudian aku merasakan sesuatu yang menyakiti diriku.


"Akh, pelan-pelan... Umh". desah diriku


"Uh, Victoria... aku mencintai dirimu". ujar Dilan


Dilan berhenti dan menangis didepanku, aku mengerutkan dahiku karena kebingungan dan mengusap air matanya, lalu tersenyum untuknya.


"Bodoh, jangan menangis seperti itu". ujar diriku


"Aku, sungguh tidak mau berpisah dengan dirimu dimasa depan, aku berjanji akan membuatmu bahagia dan menjaga dirimu selamanya". ujar Dilan

__ADS_1


Aku merangkulnya dan memeluknya dalam keadaan telanjang. Dilan memeluk diriku balik dan mencium perutku yang dimana bayi kami sedang tertidur disana. Dilan kembali bergerak dan kami terus bercinta sampai pagi tiba.


...—Ruang Makan—...


Aku duduk dikursi dan memakan sarapan bersama Dilan. Setelah selesai makan, Dilan berdiri dan mengulurkan tangannya kepadaku.


"Apa kamu bekerja hari ini?". tanya Dilan


"Tidak, aku meminta cuti kepada pihak rumah sakit, kenapa?". jawab diriku


"Kalau begitu... apa kamu mau pergi bersamaku ke pameran nanti malam?". tanya Dilan


"Tentu, tapi kenapa harus nanti malam?". ujar diriku


Dilan langsung bersemangat dan berjongkok, lalu memeluk diriku dengan erat. Aku hanya bisa tersenyum dan mengelus rambutnya yang berwarna hitam dan lembut.


"Oh ya? Kalau begitu aku akan mempersiapkan diri dulu". ujar diriku


"Jangan! Kita tidur lagi ya, lagipula ini masih pagi kan, waktu yang kita punyai masih banyak". ujar Dilan


"Tidak, aku mau memilih baju dulu dan membaca buku di perpustakaan". ujar diriku


Saat hendak berdiri, Dilan menggendongku dan membawaku kedalam kamar. Lagi dan lagi dia membuat pinggangku kesakitan.


...—Perpustakaan—...

__ADS_1


Pinggangku seperti mati rasa, Dilan terus menatapi diriku yang sedang terdiam memandangi buku. Dilan duduk disampingku dan mengambil buku yang ada ditanganku, lalu ia baca. Aku berdiri dan mencari buku yang lain di sepanjang rak buku itu. Dilan terus mengawasiku dari kejauhan, walaupun sedikit canggung, tapi ini juga demi keselamatan diriku.


"Victoria, jangan terlalu dekat saat mengambil buku, rak itu sangat besar". ujar Dilan


"Aku mengerti, tenang saja". ujar diriku


Saat melihat lihat, aku menemukan judul buku yang pernah aku lihat dirumah Melissa dua tahun yang lalu. Dengan segera, aku ambil bukunya dan membacanya sambil berdiri. Buku itu menuliskan mengenai sesuatu yang bersifat fantasi dan rahasia, aku sedikit tidak mengerti mengenai isi bukunya dan memutuskan untuk menaruhnya kembali.


"Apa yang kamu cari? Lama sekali". ujar Dilan


"Hah? Buku yang bagus, tapi tidak ketemu". ujar diriku


"Jangan bilang kamu mencari buku yang bergenre romantis kan?". tanya Dilan


"Iya, judulnya adalah Pride and Prejudice". ujar diriku


Dilan memanjat tangga dan mengambil buku dari rak paling atas, lalu turun dan memberikannya kepadaku. Judul buku yang dia berikan adalah apa yang aku inginkan.


"Baiklah, bacalah dengan tenang disini". ujar Dilan


"Terimakasih banyak, Dilan". ujar diriku


"Hn, kalau begitu aku pergi keruang kerja dulu". ujar Dilan


"Baiklah, selamat bekerja dan bersemangatlah". ujar diriku

__ADS_1


Dilan pergi meninggalkanku dan aku duduk disofa, lalu membaca buku itu dengan bersemangat dan bahagia.


BERSAMBUNG...


__ADS_2