My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Mistake


__ADS_3

...—Chapter 18—...


Saat masuk kedalam dan berdiri ditengah suasana yang canggung, aku melihat seorang wanita memeluk Dilan dari belakang. Begitu terkejutnya Dilan, dia langsung berdiri dan hendak menggapai tanganku.


"Cukup, kau adalah orang pertama yang mampu mendapatkan rasa iba dariku! Dilan Wei!". teriak diriku


"Victoria, aku mohon jangan salah paham". ujar Dilan


"Hmph, hentikanlah semua aktingmu dan jangan sia-siakan tenaga mu, Dilan". ujar diriku


Aku pergi setelah mengucapkan perkataan itu, Dilan hanya diam menatap kebawah dan berteriak setelah itu. Aku berjalan keluar dan pergi dari sana menggunakan mobil, aku menyetir dengan penuh kemarahan.


...—Rumah Victoria—...


Aku sampai dirumah dan masuk kedalam, saat itu aku melihat ibu yang sedang berada didapur. Aku terdiam dan tersenyum melihatnya, ibu berbalik dengan terkejut, lalu memelukku.


"Selamat datang sayangku, bagaimana pekerjaanmu?". tanya ibu


"Sangat bagus, semuanya berjalan lancar". jawab diriku


"Baiklah, ibu membuat makan malam kesukaanmu, apakah Dilan tidak ikut?". ujar ibu


Aku hanya menggelengkan kepalaku dan pergi kekamar untuk mandi dan mengganti baju, ibu hanya melihatku dengan wajah kebingungan dan lanjut memasak didapur.


...—Kamar Victoria—...

__ADS_1


Setelah masuk kedalam, aku menaruh barang-barangku dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Didalam, aku terus berpikir kenapa Dilan berani menghianati diriku dan siapa wanita yang merangkulnya dari belakang.


"Sungguh memuakkan, huh! Group Wei, benar-benar akan hancur". ujar diriku


...—Ruang Makan—...


Ibu terlihat sedang menata semua masakannya diatas meja makan, aku keluar dari kamar dan berjalan kearah ruang makan.


"Duduklah sayang, semua makanan hari ini adalah kesukaanmu". ujar ibu


"Terimakasih, bu". ujar diriku


Aku mulai menyantap makanan dan ibu hanya melihatku dengan wajah bahagia sambil tersenyum, aku menatap ibu balik dan membalas senyumannya.


"Ibu tidak makan? Ayolah makan bersama". ujar diriku


"Ibu, tidak sopan melihat orang yang sedang makan, lebih baik ibu ikut makan". ujar diriku


"Baiklah sayang, ibu akan makan bersama dirimu". ujar ibu


Ibu mengambil piring dan beberapa makanan, lalu dia menyantapnya sambil tersenyum kepadaku. Setelah makan malam, aku berbaring diatas kasurku sambil menatapi langit-langit dinding.


"Wanita itu seperti *******, dandanannya terlalu banyak, sampai wajahnya terlihat seperti patrick, hmph! Bodoh". ujar diriku


Aku berpaling dan mendengar seorang wanita berteriak ingin bertemu dengan diriku, aku berdiri dan keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"Maaf, tadi kamu siapa? Mencari putriku dijam segini?!". tanya ibu sambil menaikkan suaranya


"Ah! Itu dia, wanita bodoh yang datang ke perusahaan tadi siang!". ujar wanita itu


"Siapa yang kamu panggil wanita bodoh?!". tanya ibu dengan kesal


"Diam wanita tua!". teriak wanita itu


Wanita itu hendak menampar ibukku dengan tangannya, namun dengan cepat aku menahannya untuk tidak menampar ibu.


"Jaga sikapmu disini, tempat ini bukanlah milikmu!". ujar diriku


"Hmph, namaku adalah Teresa Xin dan aku ini putri dari presdir Grup Xin, aku bisa membeli rumahmu ini". ujar wanita itu


"Sebaiknya kamu membaca papan nama rumah sebelum masuk dan marah disini, lihatlah". ujar diriku


Wanita itu berbalik dan melihat papan nama yang bertuliskan "Mansion Keluarga Wu", dia membuka matanya dan terlihat ketakutan setelah membaca tulisan itu.


"Kau! Hmph, mana mungkin wanita seperti dirimu ini bagian dari Keluarga Wu!". ujar Teresa


"Terserah padamu, apa mau mu?". tanya diriku


"Dilan adalah tunanganku, sebaiknya kamu menjauh darinya". jawab Teresa


"Oh ya? Tapi tunanganmu adalah suamiku dan ayah dari anak-anakku, sebaiknya dirimu yang menjauh darinya". ujar diriku

__ADS_1


Teresa yang terlihat sudah kesal, hendak memukulku dengan tangannya. Namun sesaat sebelum tangannya memukulku, Dilan datang dan menggenggam tangannya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2