My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Final Decision


__ADS_3

...—Chapter 5—...


Besok paginya aku bangun dari tidur dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhku, lalu bersiap-siap untuk pergi bekerja.


...—Ruang Makan—...


Saat berjalan keruang makan, aku tidak melihat ibu disana. Mungkin dia sudah pergi dan kembali ke istana sebelum aku bangun.


"Nyonya muda, sarapan anda sudah siap". ujar salah satu pelayan


"Baik, terimakasih atas sarapannya". ujar diriku


Aku duduk dan menyantap sarapan yang telah dibuat oleh pelayan dirumah. Setelah beberapa menit, makananku habis dan aku langsung pergi kerumah sakit. Selama perjalanan aku terus memikirkan Dilan Wei, keputusan yang aku ambil adalah jalan terbaik untuk masa depan anakku. Bersamanya akan lebih baik daripada sendirian.


...—Rumah Sakit—...


Aku memarkirkan mobil ku seperti biasanya, lalu berjalan kearah gedung rumah sakit. Aku melihat Dilan Wei yang berdiri didepan gedung dan menatapi diriku dari kejauhan, aku menghampirinya dan bertanya.


"Apa yang kamu lakukan disini?". tanya diriku


"Seperti biasa, menjenguk calon istriku". jawab Dilan


Setelah berkata seperti itu, aku tidak memperdulikannya dan lanjut berjalan kearah lift. Dilan berbalik melihatku menjauhinya, sebelum masuk kedalam lift aku berbalik dan mengatakan.

__ADS_1


"Tuan muda Wei, aku harap kamu menepati janji untuk mencintaiku dan bayi ini". ujar diriku


"Hah? Apa maksud dari perkataanmu?". tanya Dilan


"Aku akan bersama dirimu, mencoba untuk mencintai dirimu". jawab diriku


Aku langsung menekan tombol yang menuju ke lantai 5, didalam lift aku tersenyum lega dan bahagia mengenai jawaban yang aku berikan kepadanya.


...—Lantai 5—...


Saat keluar, aku melihat Cassy diam didepan ruanganku. Aku berjalan kearahnya dan menepuk pundaknya.


"Cassy, apa yang kamu lakukan didepan ruanganku?". tanya diriku


"Memangnya kenapa aku harus libur?". tanya diriku


"Karena kamu lagi hamil, tidak baik untuk wanita hamil untuk terus berkegiatan seperti ini". jawab Cassy


Aku hanya menghela nafas dan membuka pintu, lalu masuk kedalam ruangan. Cassy yang ikut masuk kedalam hanya diam menatapku yang sedang menaruh tas dan duduk dibangku.


"Ada apa? Pergilah dari sini jika tidak ada hal penting". ujar diriku


"Hn, aku hanya penasaran mengenai dirimu". ujar Cassy

__ADS_1


"Memangnya aku kenapa, sampai membuatmu penasaran?". tanya diriku


"Um, lupakan saja... aku akan kembali bekerja, sampai jumpa!". ujar Cassy


Cassy berjalan keluar dan tiba-tiba seorang perempuan masuk kedalam dan memukul mejaku.


"Halo dokter, selamat pagi". ujar seorang perempuan


"Heidi? Apa ada urusan penting, sampai kamu harus memukul mejaku?!". tanya diriku


"Bantu aku mencari seseorang di jepang". ujar Heidi


Aku mengehela nafas dalam dalam dan menaruh pulpen yang kupegang, lalu melihat dirinya dengan mata dingin.


"Apa kamu mau menargetkan seseorang disana?". tanya diriku


"Haha! Aku, Mary, dan Lucy mengikuti program pertukaran pelajar, dan aku akan pergi kesana seminggu lagi. Aku hanya membutuhkan bantuanmu untuk mencari Moto Takuza dan Mikadzuki Asashi". ujar Heidi


"Baiklah, aku akan memberikan mu informasi itu empat hari lagi, aku memiliki kesibukan saat ini. Jadi, aku tidak bisa membantumu secepat itu". ujar diriku


"Baiklah, kalau begitu... sampai ketemu lagi, kakak sepupu". ujar Heidi sambil melambaikan tangan


Heidi keluar dari ruangan, setelah itu pasien masuk dan memintaku untuk mengecek kandungannya. Setelah beberapa jam, waktu untuk istirahat tiba. Aku memutuskan untuk pergi ke alamat Dilan Wei sendirian.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2