My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Rejection


__ADS_3

...—Chapter 3—...


Andrea berhenti dan menarikku kebelakangnya. Dilan hanya terdiam melihat kejadian ini, aku langsung menepis tangannya dan Cassy pergi kesampingku.


"Tuan muda Wei, apa maksudmu dengan menikahi Victoria?". tanya Andrea


"Apa kamu tidak mendengar dengan jelas? Dia sedang mengandung bayiku". ujar Dilan


Andrea terkejut dan memegang pundakku dengan erat, sampai aku merasa kesakitan.


"Apa itu benar?! Dia berbohong kan, jawab aku!". teriak Andrea


Aku langsung menampar wajah Andrea dan membuat orang-orang disekitar terkejut.


"Berani sekali dirimu menaikkan suara kepadaku?". ujar diriku dengan tegas


"Victoria, kenapa kau menamparku?". tanya Andrea


Tanpa basa basi, aku langsung pergi dari sana dan masuk kedalam lift, lalu menekan tombol lantai 5. Setelah sampai, aku keluar dari lift dan mencari salah satu temanku yang juga seorang dokter.


"Victoria, kenapa kamu kesini?". tanya Jason


"Bisakah kamu membantuku untuk mengecek kesehatanku?". ujar diriku


"Eh, tiba-tiba? Kamu tidak mungkin sakit". ujar Jason

__ADS_1


"Aku perlu mengecek kesehatan tubuhku untuk mengetahui, apakah aku hamil atau tidak". ujar diriku


Aku langsung berbaring diatas kasur dan Jason mengecek kesehatan tubuhku. Sesaat kemudian pengecekan sudah selesai dan hasil sudah diketahui.


"Benar-benar... kamu tidur dengan siapa?". tanya Jason


"Tuan muda dari keluarga Wei". jawab diriku


Jason yang sedang meminum kopinya pun tersedak mendengar jawabanku.


"Kamu lagi bercanda kan?". tanya Jason


"Apa aku keliatan seperti bercanda denganmu?". ujar diriku


Saat sedang berbincang dengan Jason, Dilan masuk dan membawaku keluar dari gedung rumah sakit.


"Apa kamu sudah memeriksanya? Bagaimana, apa kamu percaya aku sekarang?". tanya Dilan


Aku tidak menghiraukan pertanyaannya dan hendak masuk ke rumah sakit, namun di menghentikan diriku.


"Aku melamarmu dengan tulus, bukan karena kamu berasal dari keluarga Wu". ujar Dilan


"Tuan, aku bisa menjaga bayi ini sendiri dan aku tidak memerlukan dirimu, jadi aku mohon pergi dari hadapanku selamanya". ujar diriku


"Victoria Wu! Aku ingin bersama mu dan anak kita, aku jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama!". teriak Dilan

__ADS_1


Aku tetap berjalan kearah lift dan masuk kedalamnya. Setelah itu, pintu lift terbuka dan aku berjalan kearah ruang periksa. Sesaat kemudian, Cassy masuk dan mencoba untuk menenangkan diriku.


Beberapa jam sudah berlalu, aku mengambil beberapa barangku dan pergi ke tempat parkir. Disana aku bertemu dengan Andrea, namun aku tidak menghiraukannya dan membuka pintu mobilku. Dia mengetuk kaca mobilku, dan aku tidak memperdulikannya.


...—Rumah—...


Sesampainya dirumah, aku disambut oleh ibuku. Saat itu aku mulai merasa pusing dan akhirnya pingsan ditempat, ibu dengan khawatir memanggil asistennya dan membawaku kekamar. Sesaat kemudian, aku terbangun dan menyadari bahwa aku sudah ada dikamar. Ibu masuk dengan membawa beberapa makanan yang penuh gizi.


"Bagaimana keadaanmu, Victoria?". tanya Ibu


"Hm... aku baik-baik saja". jawab diriku


"Jangan terlalu banyak lelah, agar kandunganmu tetap sehat". ujar Ibu


Aku memakan makanan yang dibawah oleh ibu untukku. Sesaat kemudian, ibu memberikanku sebuah kotak rahasia.


"Bukalah setelah makan, ibu akan pergi ke kamar". ujar Ibu


"Kapan kamu akan pergi dari sini?". tanya diriku


"Besok, ibu hanya merindukan dirimu dan datang kemari kemarin malam untuk melihatmu". jawab Ibu


"Baiklah, terimakasih makanannya". ujar diriku


Ibu keluar dan menutup pintu dengan pelan. Beberapa menit kemudian, makananku sudah habis dan aku memutuskan untuk berjalan ke teras. Aku melihat bulan yang begitu terang sambil menikmati susu yang dibawakan ibu tadi, aku masih memikirkan lamaran dari Dilan dan bingung akan jawaban yang akan aku berikan kepadanya. Tiba-tiba aku teringat, ibu memberikanku sebuah kotak dan aku memutuskan untuk membukanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2