My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
My Family


__ADS_3

...—Chapter 13—...


Keesokan paginya, aku bersiap-siap dengan pakaian rapi untuk mengunjungi keluarga besar Wu bersama Dilan. Aku berniat memperkenalkan Dilan kepada yang lainnya, termasuk ayahku yang sudah tiada.


"Apa kamu yakin mau membawaku menemui keluarga besarmu?". tanya Dilan


"Memangnya aku terlihat seperti sedang bercanda ya?". ujar diriku


Dilan hanya menggelengkan kepalanya dan menggenggam tanganku, kami berdua turun kebawah dan pergi menuju Istana. Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya kami sampai.


...—Istana Wu—...


Kami berdua masuk dan melihat semua orang sudah berkumpul, kecuali Heidi. Bibi Lara mendekatiku dan memelukku dengan erat sampai aku tidak bisa nafas.


"Selamat datang, ayo kemari sayang". ujar bibi Lara


Vanessa datang dan menjabat tanganku, lalu begitu juga dengan yang lainnya. Aku berdiri didepan mereka semua dan memperkenalkan Dilan.


"Semuanya, dia adalah Dilan Wei dan dia suamiku". ujar diriku sambil tersenyum


"Bagus, kapan kalian menikah?". tanya paman William


"Kami menikah beberapa hari yang lalu, paman". jawab Dilan


"Apa alasanmu menikahi Victoria? Katakan sekarang tanpa ragu-ragu". ujar Melissa

__ADS_1


Saat itu juga, suasana menjadi hening dan kami berdua hanya diam tanpa kata. Sesaat kemudian, Dilan memegang tanganku dan menjawab pertanyaan dari Melissa.


"Nyonya muda, aku jatuh cinta kepadanya sejak pandangan pertama, dan memutuskan untuk mengejarnya". jawab Dilan


"Kamu memanggilku apa?". tanya Melissa


"Hm, Nyonya muda?". jawab Dilan


Saat itu semua orang terkejut mendengar Dilan memanggil Melissa dengan sebutan "Nyonya muda", lalu aku pun membisikannya sesuatu.


"Dia adalah anak sulung dari paman dan presiden dari grup wu, dia Nyonya Besar Wu". bisik diriku


Dilan melihatku dan membungkuk kearah Melissa, lalu berdiri tegak dan meminta maaf.


"Maafkan aku, Nyonya besar!". ujar Dilan


"Ma! Kenapa kamu mencubitku?!". tanya Melissa


"Sudah sudah! Ayolah, aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua, ayo ikuti aku". ujar bibi Lara


Kami berdua berjalan mengikuti bibi Lara dan yang lainnya, sedangkan Melissa memutuskan untuk naik keatas. Kami semua mulai memakan semuanya dan berbincang-bincang setelah makan.


"Kapan kalian akan memiliki keturunan?". tanya paman William


Aku terkejut dan tersedak mendengar pertanyaan paman, lalu Dilan memberiku air minum. Saat itu, aku merasa takut mengatakan mengenai kehamilanku kepada mereka, sampai Dilan memberanikan diri untuk mengakuinya.

__ADS_1


"Kami sedang menunggu kelahiran bayi yang sedang Victoria kandung, paman". ujar Dilan


"Oh! Sudah hamil ternyata, baguslah kalau begitu". ujar paman William


"Bagaimana dengan yang lainnya? Maksudku itu... apakah keluarga Wu belum memiliki keturunan lainnya?". tanya Dilan


Saat hendak menjawab pertanyaan Dilan, tiba-tiba seorang anak perempuan datang dan memeluk paman. Anak itu bernama Adeline Wu, dia putri satu satunya Melissa.


"Adeline, kamu mau kemana sayang?". tanya paman William


"Aku akan pergi jalan-jalan bersama ibu ke tempat ayah!". ujar Adeline


Dari belakang, Melissa berjalan kearah kami dan menggendong Adeline. Sesaat kemudian, bibi Lara berdiri mendekati Melissa dan mengatakan sesuatu.


"Apa kamu mau membawa Adeline kepada Damien?". tanya bibi Lara


"Hn, tadi dia menghubungiku dan mengatakan dirinya merindukan Adeline, makanya aku akan pergi kesana". jawab Melissa


"Baiklah, berhati-hati saat mengendarai mobil". ujar bibi Lara


"Baik bu, aku pergi dulu". ujar Melissa


Melissa berpamitan kepada kami semua dan pergi meninggalkan rumah. Sesaat kemudian, aku dan Dilan memutuskan untuk pergi karena kami berdua masih memiliki pekerjaan yang belum selesai.


...—Rumah Sakit—...

__ADS_1


Dilan menurunkanku didepan rumah sakit, lalu aku berjalan masuk kedalam sendirian. Saat masuk kedalam lift, aku bertemu Cassy dan putranya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2