My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Last Wish


__ADS_3

...—Chapter 4—...


Aku duduk dikasur dan membuka kotak itu dengan berhati-hati agar tidak berantakan. Setelah terbuka, didalam kotak tersebut terdapat gelang dan beberapa perhiasan. Aku menyentuh mereka semua dan terdapat kertas disela sela kotak itu, aku mengambilnya dan membacanya.


...—Isi Surat—...


...Dear Nyonya Muda Wu dimasa depan....


...Aku adalah ayahmu Charles Wu, aku ingin meminta maaf jika dimasa depan kamu kecewa kepadaku karena kamu tidak pernah melihat rupaku seperti apa. Dan, jika kamu sudah mendapatkan pasangan, jangan biarkan dia kecewa sedikitpun. Kamu lahir tanpa ayah disampingmu, jadi jangan biarkan anakmu mengalami hal yang sama dimasa depan, mengerti? Ini semua perhiasan dari ayah, anggap saja semua benda ini sebagai hadiah pernikahanmu dengan suamimu....


...Dari ayahmu tercinta....


Aku meneteskan air mata setelah membaca surat dari ayah, aku kembali memikirkan kejadian tadi siang dirumah sakit. Aku keluar dari kamar dan mencari ibu di kamarnya.


...—Kamar Tamu—...


Aku mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kedalam kamar.


"Victoria, apa itu kamu?". tanya ibu


"Iya, apa aku boleh masuk?". ujar diriku

__ADS_1


"Tentu, masuklah sayang". jawab ibu


Aku membuka pintu dan masuk kedalam kamarnya, aku berjalan kearahnya dan duduk dikasurnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?". tanya diriku


"Merapikan baju, ibu harus pergi besok". jawab ibu


"Aku ingin bertanya kepadamu mengenai ayah". ujar diriku


Ibuku berhenti menata bajunya dan melihat diriku, sesaat kemudian dia duduk disampingku sambil mengelus tanganku.


"Apa kau dan ayah sudah menikah?". tanya dirimu


"Mengenai hal itu... ibu dan ayahmu belum menikah, kami hanya sekedar hidup bersama saja". jawab ibu


"Lalu, apa yang membuatnya pergi dirimu?". tanya diriku


"Sebelum kamu lahir, Charles mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan diriku yang sedang hamil saat itu". jawab ibu


"Apa kamu menyesal tidak menerima ajakannya menikah?". tanya diriku

__ADS_1


"Entah, aku sudah terlanjur jatuh cinta kepadanya, namun ternyata takdir tidak berpihak padaku, dia malah pergi untuk selama-lamanya disaat aku sudah mulai menerimanya". jawab ibu sambil menangis


Melihat ibu menangis, aku langsung memeluknya dan menenangkan hatinya. Ibu melepaskan pelukanku dan mengelus wajahku, lalu berkata sesuatu.


"Dilan adalah lelaki yang baik, dia melamar dirimu bukan karena kamu anak dari Charles, melainkan karena bayimu dan juga dirimu". ujar ibu


"Ibu, biarkan aku memikirkan itu nanti". ujar diriku


"Baiklah kalau begitu, ibu hanya mau bilang... jangan sampai kau salah memilih jalan, mengerti?". ujar ibu


"Hn". gumam diriku


Aku berdiri dan berjalan keluar dari kamar, setelah itu pergi kearah ruang kerja dan masuk kedalam. Saat disana, aku melihat foto ibu dan ayah yang sedang tersenyum bersama disebuah pantai, aku mulai mengerti kenapa ibu tidak memiliki foto resmi bersama ayah. Sesaat kemudian, aku mulai memikirkan bayi yang ada didalam kandunganku, dan tiba-tiba menangis. Aku mengelus perutku dan berkata.


"Aku tidak akan membuatmu menderita dimasa depan, nak". ujar diriku


Aku mulai merasa lamaran dari Dilan Wei adalah jalan terbaik dan terbenar untuk masa depan anak ini. Sesaat kemudian, aku mencari info mengenai Dilan Wei diseluruh sosial media, sampai pada akhirny aku merasa yakin bahwa dia adalah lelaki yang tepat untukku.


"Aku sudah membuat keputusan sendiri. Dimasa depan, bayi ini akan mendapatkan keluarga yang lengkap". ujar diriku


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2