My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Feeling #2


__ADS_3

...—Chapter 9—...


Aku masuk kedalam mansion dan berjalan kearah dapur untuk membuat teh, namun aku melihat Dilan sedang memasak sesuatu. Dia menyadari kehadiranku, lali berbalik dan memberikan senyuman hangat kepadaku. Beban yang kubawa dari luar seketika hilang setelah melihat senyuman darinya.


"Apa yang sedang kamu masak, Dilan?". tanya diriku


"Hah? Aku sedang memasak soup untuk istriku tercinta". jawab Dilan


Aku berjalan mendekatinya dan melihat soup yang sedang dia masak, Dilan bergeser dan memberikan tempatnya kepadaku. Aku mencoba soup yang dia masak.


"Soupnya lumayan enak, kamu belajar dari mana masak seperti ini?". ujar diriku


"Hm, aku senang kalau soupnya enak, aku belajar dari buku tentunya". jawab Dilan


"Hm, baiklah... lanjutlah memasak, aku akan mengganti pakaianku dengan baju santai". ujar diriku


"Baiklah, berhati-hati saat mengganti baju". ujar Dilan


Aku naik keatas dan masuk kedalam kamar untuk mengganti baju, lalu keluar dari kamar dan turun kebawah. Dilan terlihat menatap soup diatas meja makan dan setelah itu berjalan kearahku dan menyentuh tanganku.

__ADS_1


"Ayo makan, Nyonya muda Wu". ujar Dilan


Aku hanya menganggukkan kepalaku dan berjalan kemeja makan bersamanya, Dilan memundurkan kursi dan mempersilahkan diriku duduk. Kami berdua memakan soup itu dengan santai, setelah makan kami pergi ke halaman belakang dimansipn dan menikmati pemandangan dari bunga-bunga disana.


...—Taman—...


Aku menyandarkan kepalaku di dadanya dan dia mengelus kepalaku, lalu mencium bibirku dengan lembut. Kami terus menatapi taman yang penuh dengan bunga dan akhirnya tertidur disana. 30 menit kemudian, ponselku berdering dan membuatku terbangun dari tidur. Aku berdiri dan ketempat sepi untuk mengangkat panggilan itu. Setelah ku angkat, panggilan itu terhubung ke Melissa dan kami berbincang mengenai masalah Heidi kemarin. Dilan muncul dibelakangku dan membuatku terkejut, lalu mematikan panggilan itu.


"Jangan diam disini terlalu lama, nanti kamu akan masuk angin". ujar Dilan


"Aku sedang berbicara dengan sepupuku di telpon". ujar diriku


"Aku mengerti, masuklah kedalam dan berbicara disana, ok?". ujar Dilan


...—Percakapan di Telpon —...


"Kenapa kamu memutuskan panggilannya?". tanya Melissa


"Maaf, tadi aku sedang ada urusan lain, lanjutkan apa yang kamu bicarakan". ujar diriku

__ADS_1


"Sudahlah lupakan saja, kapan-kapan kita bertemu untuk membahas masalah ini, sampai jumpa". ujar Melissa


"Baiklah, sampai jumpa lagi". ujar diriku


...—Akhir Percakapan—...


Aku duduk karena kelelahan dan Dilan masuk membawa secangkir teh untukku, kami berdua meminum teh dan berbincang-bincang mengenai diri sendiri. Malam sudah tiba, aku keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaianku dengan baju tidur. Aku melihat sekeliling dan sadar Dilan tidak ada, aku pergi kearah ruang kerjanya dan masuk kedalam.


...—Ruang Kerja—...


Saat masuk, Dilan menyadariku dan melihatku. Aku merasa bersalah karena menganggunya bekerja dan berbalik untuk pergi dari sana.


"Victoria, kamu mau keluar?". tanya Dilan


"Ya, apa kamu membutuhkan sesuatu?". ujar diriku


"Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, hm?". tanya Dilan


"Aku tidak tahu kalau kamu sedang bekerja disini, maaf". jawab diriku

__ADS_1


Dilan berdiri dan mendekatiku, lalu menciumku dengan bergairah. Aku merasa sesak dan wajahku memerah dibuatnya, dia mengelus pipiku dan memelukku dengan erat.


BERSAMBUNG...


__ADS_2