My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Loving


__ADS_3

...WARNING!!!...


...Konten ini berisikan cerita 17+...


...Walaupun tidak tergambarkan, saya harap tetap menjaga kebijakan yang ada....


...—Chapter 7—...


Aku sudah selesai memasak semuanya dan menaruhnya diatas meja makan. Dilan terus menatapku dengan senyumnya yang manis, setelah itu aku duduk dan makan bersamanya. Beberapa menit kemudian, kami berdua selesai makan dan aku naik keatas mencari kamar mandi.


...—Lantai 2—...


Aku berjalan membuka satu persatu pintu disana, sampai Dilan menyentuh tanganku dan membuatku terkejut.


"Kamu mau kemana sebenarnya? Dari tadi membuka pintu satu persatu". tanya Dilan


"Uhm... aku mau mandi, tapi disini tidak ada kamar mandi". jawab diriku


"Haha... kamar mandi selalu ada didalam kamar, aku tidak memakai kamar mandi luar". ujar Dilan


"Um, jadi dimana aku harus mandi?". tanya diriku


Dilan yang mendengar pertanyaanku, mendekat dan merangkulku dalam pelukannya, lalu membisikkan sesuatu.


"Dikamarku, kamu buka pintu yang ada didepanmu dan masuklah, itu kamarku". bisik Dilan

__ADS_1


Aku seketika merasa geli dan wajahku memerah, aku langsung memalingkan wajahku agar tidak diketawai olehnya. Dengan buru-buru, aku membuka pintu itu dan masuk kedalam.


...—Kamar Utama—...


Jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya dan wajahku masih saja memerah. Untuk menghilangkan perasaan ini, aku langsung mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah beberapa menit, aku keluar dari kamar mandi dengan handuk. Saat keluar, aku melihat Dilan yang duduk diatas kasur sambil membaca sebuah buku.


"Apa kamu tidak kedinginan? Kemarilah, aku bantu untuk mengeringkan rambutmu". ujar Dilan


"Hn, baik". ujar Diriku


Aku berjalan mendekatinya dan duduk didepannya, dia mengambil handukku dan mengeringkan rambutku dengan hati-hati. Saat sedang mengeringkan rambut, dia tiba-tiba mencium punggungku yang telanjang dan membisikkan sesuatu.


"Victoria, aku menginginkanmu sekarang juga". bisik Dilan


Dilan melepas handuk yg menutupi tubuhku dan menindihku. Dia membuatku terkejut, lalu dia menciumku dengan sangat lembut. Tubuhku terasa panas dan lemas, aku seperti gagal menolaknya.


"Um... kamu berat, aku tidak bisa bernafas". ujar diriku


"Kalau begitu, kamu yang berada diatasku". ujar Dilan


Seketika dia membalikkan badanku, sesaat kemudian aku mulai merasa kesakitan seperti dicabik-cabik.


"Ah... pelan-pelan, umh". desah diriku


"Hm... aku akan pelan-pelan, kamu tidak perlu menahan teriakanmu". ujar Dilan

__ADS_1


Pagi sudah tiba, aku terbangun dan melihat Dilan yang telanjang disampingku. Lalu aku duduk dikasur dan merasakan pinggangku terasa sakit.


"Ukh... pinggangku sakit sekali, hm". ujar diriku


Sesaat kemudian, dia bangun dan memelukku dari belakang. Dia meraba-raba perutku dan mencium leherku, lama kelamaan dia mulai menyentuh dadaku dan aku perutnya dengan siku.


"Akh, kenapa kamu menyiku diriku?". tanya Dilan yang kesakitan


"Siapa suruh meraba-raba dadaku". ujar diriku


"Hmph, sudahlah... aku akan mandi, kamu mau ikut?". ujar Dilan


Tanpa basa basi, aku berdiri dari kasur dengan tanpa sehelai baju yang menutupi tubuhku. Aku melihatnya dan dia langsung menggendongku, lalu membawaku kedalam kamar mandi.


...—Kamar Mandi—...


Kami berdua membasahi diri dibawah shower, dia membersihkan tubuhku dengan lembut dan aku menyentuh dadanya dengan malu-malu.


"Victoria, aku mencintaimu". bisik Dilan


"Um... aku tahu, terimakasih". ujar diriku


Dilan tersenyum dan membalikkan tubuhku untuk membersihkan bagian yang belum bersih. Beberapa menit kemudian, kami berdua turun dengan pakaian kerja. Dilan mengantarku kerumah sakit, lalu dia meninggalkanku untuk pergi ke perusahaan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2