
...—Chapter 17—...
Setelah bekerja keras dan waktu untuk makan siang datang, aku pergi ke cafeteria dan memesan beberapa makanan, lalu mencari tempat duduk yang sepi. Aku hanya menghela nafas, sampai Cassy melihatku dan duduk didepanku.
"Hai, bagaimana kabarmu?". tanya Cassy
Aku hanya melihatnya namun tidak merespon pertanyaan darinya dan lanjut memakan rotiku. Cassy nampak begitu kebingungan dengan sikapku.
"Ehem! Hei, apa kamu baik-baik saja? Wajahmu seperti orang yang sedang sedih". ujar Cassy
"Jawabanmu salah, sebenarnya aku sedang kebingungan". ujar diriku
"Okay, wajahmu seperti orang yang sedang kebingungan, bagaimana?". ujar Cassy
Aku menatapnya dan menghembuskan nafas, lalu tersenyum kepadanya.
"Apa yang membuatmu bingung, Victoria?". tanya Cassy
"Ukh! Apa pertanyaanku salah? Sampai membuatnya kesal seperti itu!". ujar diriku
"Wow! Santai jangan terlalu emosi". ujar Cassy
Aku menggebrak meja dan meminum tehku, Cassy terlihat sedikit ketakutan dan memakan waffle miliknya.
__ADS_1
"Apa kamu pernah bertanya kepada suamimu, apakah kamu memiliki kekasih lain?". ujar diriku
"Hm, pertanyaan seperti itu kamu tanyakan kepada siapa?". tanya Cassy
"Pastinya Dilan! Saat aku bertanya dia hanya terdiam dan memilih untuk tidak menjawab! Apa masalahnya sebenarnya?". ujar diriku
Cassy menatapku sambil tersenyum dan menyentuh tanganku untuk menenangkan emosiku yang sudah meluap.
"Dengarkan aku, setiap laki-laki tentunya akan menolak pertanyaan seperti itu, mereka takut akan kehilangan pasangan mereka". ujar Cassy
"Baiklah, itu sama saja jika mereka memilih untuk berbohong, tetap saja mereka akan kehilangan pasangan!". ujar diriku
"Tidak, jika Dilan benar-benar mencintai dirimu, dia akan pergi dan memohon maaf kepadamu, lalu memberitahu jawabannya kepadamu". ujar Cassy
...—Group Wei—...
Aku menaruh mobil tepat didepan perusahaannya, lalu turun dan masuk kedalam gedung itu. Saat masuk, semua pegawai nampak terkejut melihatku dan beberapa dari mereka ada yang bergosip.
"Hei, bukankah dia Nyonya Muda dari keluarga Wu? Apakah perusahaan kita berbuat kesalahan?". ujar karyawan yang sedang duduk
Aku berhenti berjalan dan melihat sekelilingku yang penuh dengan karyawan, mata mereka menuju kepadaku dan berbicara sesuatu mengenai diriku.
"Apakah Group Wei akan ditutup?". ujar karyawan laki-laki
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan? Jangan menyumpahi seperti itu". ujar karyawan disebelahnya
"Seperti perusahaan kita dalam masalah, dia berasal dari Keluarga Wu, bukan?". ujar resepsionis
Aku tidak bisa berhenti melihat sekeliling dan terus mendengar perkataan orang-orang disekitarku. Tiba-tiba aku bertemu dengan kakak sepupuku, Vanessa.
"Hai, apa yang kamu lakukan disini?". tanya Vanessa
"Vanessa? Apa yang sedang kamu lakukan?". tanya diriku
"Hm, aku bertanya kepadamu, tapi kamu balik bertanya kepadaku". ujar Vanessa
Aku kebingungan melihat Vanessa dan pikiranku begitu kosong setelah mendengar perkataan darinya. Dia menepuk pundakku dan berpamitan pergi, lalu sesaat kemudian seorang wanita datang dan mengarahkanku kesebuah ruangan.
"Selamat siang, Nyonya Muda Wu". ujar seorang wanita
"Kenapa kamu membawaku kemari?". tanya diriku
"Didepan adalah ruangan Tuan muda, anda boleh masuk kedalam". ujar seorang wanita
Aku terdiam melihatnya, lalu berpaling kedepan dan berjalan kearah ruangan itu. Aku membuka pintu dan masuk kedalam, aku sangat terkejut melihat suasana canggung didalam ruangan itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1