My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Happy


__ADS_3

...—Chapter 14—...


Aku sangat terkejut melihat Cassy menggendong Leo dan membawa keranjang yang penuh dengan mainan anak kecil, mau tidak mau aku tetap masuk kedalam dan tertawa kecil.


"Kamu berencana menjual semua ini dirumah sakit, ya?". tanya diriku


"Eh! Mana ada, ini semua mainan milik Leo". jawab Cassy


"Haha! Aku kan hanya bercanda, kenapa kamu membawa Leo bersama mu?". ujar diriku


"Dia tidak mau tinggal bersama ayahnya, mungkin karena ayahnya sangat nakal dan suka menganggunya, iya tidak?". ujar Cassy


Leo menganggukan kepalanya sebagai tanda dia setuju akan pertanyaan Cassy, aku tersenyum manis menatapi wajah imut Leo dan bahkan sampai tidak sadar pintu lift sudah terbuka.


...—Lantai 5—...


"Victoria, apa kamu mau mengurus para ibu hamil didalam lift?". ujar Cassy diluar lift


"Hah? Kamu mengatakan sesuatu?". ujar diriku yang kebingungan


"Bibi! Cepwat keyuar!". ujar Leo


Aku terkejut melihat Leo diam ditengah-tengah lift agar tidak tertutup dan menungguku masuk, aku tertawa kecil dan berjalan keluar dari lift.


"Maafkan aku ya Leo". ujar diriku


"Hm! Bibi sangat cantik!". ujar Leo

__ADS_1


Aku tersipu mendengar seorang anak kecil mengatakan diriku cantik dan bahkan sudah menolong diriku, Cassy menatapku dengan wajah geram karena cemburu.


"Leo, kenapa kamu sangat bersemangat mengatakan orang lain sangat cantik? Sedangkan aku tidak pernah sama sekali!". ujar Cassy


"Karena ibu jelek!". ujar Leo


Sikap mereka berdua membuatku tertawa sekaligus membayangkan akan seperti apa anakku dimasa depan. Setelah itu, aku masuk kedalam ruangan dan memulai jam kerjaku. Beberapa jam kemudian, Dilan membuka pintu dan masuk kedalam ruanganku sambil tersenyum.


"Apa yang kau lakukan disini?". tanya diriku


"Hm, menemui istriku yang tercinta!". jawab Dilan


Aku tertawa melihat senyumanya yang seperti anak kecil, lalu aku berdiri dan menyentuh pipinya.


"Apa yang kamu lakukan disini, suamiku tercinta?". tanya diriku


Saat aku berkata seperti itu, wajahnya memerah dan balik memelukku dengan erat. Dilan mencium seluruh wajahku dan berkata sesuatu.


"Hm, kenapa kamu bertanya seperti itu kepadaku?". ujar diriku


"Tadi kamu bilang suamiku tercinta! Apa itu artinya kamu mencintaiku?". ujar Dilan dengan bersemangat


"Menurutmu bagaimana?". ujar diriku


Dilan tersenyum lalu mencium bibirku dengan penuh gairah, sesaat kemudian Cassy masuk bersama Leo dan terdiam melihatku dan Dilan berciuman.


"Wah! Maafkan aku, sepertinya aku datang diwaktu yang salah!". teriak Cassy

__ADS_1


"Bibi ditindas oleh paman asing!". teriak Leo


Aku mendorong Dilan dan merapikan diri sendiri, lalu keluar dari ruangan itu. Saat keluar, Cassy terdiam melihatku dan menutup mata Leo.


"Apa yang kamu lakukan kepada Leo?". tanya diriku


"Bagaimana aku tidak menutup matanya, disaat ada orang yang sedang melakukan adegan panas didalam!". ujar Cassy


"Astaga, lupakan kejadian tadi, ayo ke cafeteria bersama". ujar diriku


Sesaat kemudian, Dilan muncul dari ruangan itu dan tersenyum kearah Cassy.


"Victoria, ayo ikut aku untuk makan siang bersama". ujar Dilan


"Tapi aku–". ujar diriku yang terbantah


"Eh! Tidak apa, kalian pergilah berdua ya!". ujar Cassy


Setelah mengatakan hal itu, Cassy langsung membawa Leo pergi ke cafeteria. Dilan langsung membawaku ke sebuah kafe didekat rumah sakit.


...—Cafe—...


Saat masuk kedalam, aku terkejut melihat suasana kafe yang mirip seperti sebuah perpustakaan. Dilan mengajakku ke sebuah ruangan kecil dan masuk kedalam.


"Apa ini tempat membaca?". ujar diriku


"Hn, kafe ini sangat bagus kan untuk bersantai". ujar Dilan

__ADS_1


Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum kepadanya. Sesaat kemudian, Dilan keluar untuk mengambil buku dan memesan beberapa makanan untuk dibawa kedalam ruangan kecil.


BERSAMBUNG...


__ADS_2