
...—Chapter 11—...
Setelah membaca buku, aku pergi keatas dan masuk kedalam kamar. Disana, aku membuka lemari dan memilih baju yang akan kupakai untuk pergi berkencan dengan Dilan. Aku sangat terkejut melihat seisi lemari yang sudah penuh dengan gaun dan baju mahal lainnya. 30 menit telah berlalu, aku masih belum mengetahui baju apa yang akan kupakai untuk kencan. Dilan membuka pintu dan berjalan kearah ruang pakaian, lalu memelukku dari belakang.
"Apa yang sedang kamu lakukan, sayangku?". tanya Dilan
"Um, memilih baju untuk kencan nanti". jawab diriku
"Apapun yang kamu pakai selalu bagus dimataku". ujar Dilan
Saat sedang fokus melihat lihat baju, Dilan terus memelukku dan mencium leherku berulang kali. Lalu, aku melihat sebuah baju yang sudah dan aku hendak untuk mencobanya. Setelah itu, aku keluar dan menunjukkannya kepada Dilan.
"Bagaimana, apa bagus jika aku pakai?". tanya diriku
"Pakaian atau telanjang selalu bagus dimataku". jawab Dilan
Aku hanya menghela nafas dan masuk kedalam untuk mengganti baju lagi, lalu keluar dan menujukkannya kepada Dilan.
"Bagaimana dengan baju yang satu ini?". tanya diriku
"Sudah aku katakan, apapun itu akan selalu bagus dimataku". jawab Dilan
Aku menghela nafas untuk yang kedua kalinya dan menutup tirai, lalu mengganti baju. Setelah itu, aku keluar dari sana dan turun kebawah. Dilan kebingungan dan pergi mencariku.
...—Ruang tamu—...
__ADS_1
Aku duduk disana dan menonton acara nasional. Dilan duduk disampingku dan memegang tanganku, aku melepaskan genggamannya dan dia kembali memegang tanganku.
"Kenapa kamu melepaskan genggamanku?". tanya Dilan
"Karena itu kelihatan bagus untukku". jawab diriku
Aku kembali mengacuhkannya dan menonton acara yang ada di televisi. Dia berbaring dipahaku dan terus menatapi wajahku, sampai pada akhirnya dia mencium perutku dan aku berdiri sampai membuatnya terjatuh.
"Akh! Victoria, ada apa denganmu sebenarnya?". tanya Dilan
"Karena itu terlihat bagus untukku". jawab diriku
"Victoria? Apanya yang terlihat bagus untukmu?". tanya Dilan
"Berisik! Aku mau makan!". ujar diriku
"Apa yang kamu lakukan? Taruh apelnya". ujar diriku
Dilan langsung menaruh apelnya dan memelukku dengan sangat erat, aku hanya diam dan menikmati apel.
"Istriku, apa kamu masih lapar? Apa aku harus memasak sesuatu untukmu?". tanya Dilan
"Tidak, aku tidak lapar". jawab diriku
"Baiklah, apa yang kamu inginkan?". tanya Dilan
__ADS_1
"Tidak ada". jawab diriku
Dilan terdiam menatapku dan menarik tanganku, dia membawaku kembali keruang ganti dan memilihkan baju yang bagus untukku.
"Aku menyadari kesalahanku, tolong jangan marah lagi ya". ujar Dilan sambil bersikap imut
"Hm, okay". ujar diriku
Aku berbalik dan hendak keluar dari sana, namun Dilan mengahadang jalanku dan menarik tanganku, lalu memberiku pakaian dan mendorongku untuk mencobanya.
"Cobalah bajunya, kalau sudah langsung keluar! Aku ingin mencobanya". ujar Dilan
"Baiklah, tunggu disana". ujar diriku
Dilan duduk disofa dan aku menutup tirai, lalu mengganti baju. Lima menit kemudian, aku keluar dan menunjukkan baju yang sudah aku coba kepada Dilan.
"Bagaimana menurutmu? Berpendapatlah, kalau tidak aku akan pergi tidur". ujar diriku
"Bagus, apa kamu suka? Kalau kamu setuju, aku juga setuju". ujar Dilan
"Hm, boleh juga". ujar diriky
"Okay, kalau begitu baju itu kamu pakai untuk kencan kita malam nanti, ya?". ujar Dilan
"Hm, okay". ujar Diriku
__ADS_1
Aku kembali masuk dan menutup tirai untuk mengganti baju tidur, lalu keluar dan berbaring dikasur untuk tidur. Dilan hanya menatapi diriku dan mencium keningku.
BERSAMBUNG...