My One Night Stand Wife

My One Night Stand Wife
Together


__ADS_3

...—Chapter 6—...


Aku terus bertanya kepada orang sekitar mengenai alamat yang diberikan oleh Dilan. Setelah berkeliling, akhirnya aku menemuka sebuah rumah yang mirip seperti mansion dan aku memarkirkan mobil, lalu turun untuk masuk kedalam.


...—Halaman Mansion—...


"Selamat siang, Nyonya muda". ujar seorang laki-laki


"Ya, kamu siapa?". tanya diriku


"Saya seorang keamanan, berikan kunci mobil anda untuk saya parkirkan dengan benar". ujar keamanan itu


Dengan canggung, aku mengeluar kunci mobil dan memberikannya kepada petugas keamanan dimansion itu. Lalu Andy berjalan mendekati diriku dan membungkuk.


"Selamat datang, Nyonya muda Wu". ujar Andy


"Terimakasih, bisakah kamu tidak membungkuk seperti orang aneh?". ujar diriku


Setelah mendengar perkataanku, Andy merasa tidak enak dan berjalan kearah mansion. Aku mengikutinya dari belakang dan melihat sekeliling. Setelah itu, pintu mansion terbuka dan aku masuk kedalam, disaat masuk aku melihat Dilan yang berdiri membawa bunga lavender kesukaanku.


...—Mansion—...


"Selamat datang istriku!". ujar Dilan dengan bersikap imut


"Hn, ini tempat tinggalmu?". tanya diriku

__ADS_1


"Iya, apakah kamu menyukainya?". ujar Dilan


"Aku lebih nyaman tinggal di sebuah rumah yang minimalis, daripada sebuah mansion". ujar diriku


"Kalau begitu, aku akan membeli rumah minimalis seperti yang kamu inginkan". ujar Dilan dengan mata bersinar


Saat aku melihat dirinya, aku merasa sifatnya yang dingin itu hanya sebuah topeng agar orang menganggapnya seram. Tapi, setidaknya dia bukan lelaki yang suka menyiksa orang.


"Apa yang kamu ingin aku lakukan disini?". tanya diriku


"Apa saja, semua pergerakan yang kamu lakukan selalu sempurna dimataku". ujar Dilan


Aku terdiam mendengar gombalan darinya, dan berjalan kearah dapur untuk memasak sesuatu. Saat membuka kulkas, tidak ada satu bahan makanan dan aku pun menutupnya kembali.


"Apa kamu tidak pernah makan dirumah?". ujar diriku


"Aku selalu makan diluar bersama para gadis". jawab Dilan


"Mulai sekarang, kamu harus makan dirumah dan jangan pernah berkeliaran seperti ******, mengerti?". ujar diriku


"Siap! Aku berjanji, istriku". ujar dirinya


Aku mengambil tasku dan menghubungi Cassy untuk membawakanku beberapa bahan makanan yang lengkap. Sejam kemudian, dia datang dengan membawa empat tas berisikan bahan makanan.


"Apa kamu mencoba untuk mengadakan lomba makan? Kenapa banyak sekali menyuruhku berbelanja bahan makanan". ujar dirinya

__ADS_1


"Taruh disana, aku akan menaruhnya di kulkas dan laci". ujar diriku


Cassy menaruh semua tas yang dia bawa diatas meja dapur, dibantu oleh Andy yang membawa tas yang sangat berat. Setelah itu, aku menata semua bahan makanan ditempatnya dan mulai untuk memasak makan malam.


"Aku harus pergi sekarang". ujar Cassy


"Kamu tidak tinggal untuk makan malam?". tanya diriku


"Tidak, suamiku sudah menungguku dirumah, aku juga harus menyiapkan makan malam untuknya dan anakku". ujar Cassy


"Baiklah, sampai ketemu besok". ujar diriku


"Hn, sampai jumpa". ujar Cassy


Cassy berjalan membuka pintu dan keluar, sedangkan Dilan turun dari atas dengan baju tidurnya dan memelukku dari belakang.


"Untuk pertama kalinya aku menyentuh wanita secara langsung". ujar Dilan


"Memangnya kamu tidak pernah menyentuh semua wanita yang kamu kencani?". tanya diriku


"Tidak, mereka semua murahan dan lagipula aku hanya menjadikan mereka teman kencan, bukan teman hidup". jawab Dilan


Dilan terus memelukku dan mencium leherku, aku merasa terganggu akan sikapnya, tapi disamping itu aku merasa nyaman disentuh olehnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2