
Tania mondar-mandir di rumahnya. Waktu sudah memunjukkan pukul 18.00 wib tapi Dio tak kunjung pulang juga. Tania sudah mencoba beberapa kali memghubungi nomor ponselnya tapi tidak aktif. Tania tidak mempunyai nomor teman kantor Dio selain Aicel. Akhirnya Tania nekat menaiki taxi mendatangi kantor Dio.
Sesampainya di kantor, Suasana terlihat sepi. Di sana tidak terlihat adanya aktivitas lagi. Tania akhirnya mengunjungi rumah Aicel. Begitu mengetuk pintu rumah Aicel. Ternyata yang membukakan pintu adalah Marcel. " Mau apa kau kemari?" tanya Marcel ketus
Namun Tania tidak peduli dengan ucapan Marcel. Dia hanya menabrak tubu Marcel agar bisa masuk kedalam. Di dalam rumah Tania berteriak memanggil Aicel. " Aicel.. Aicel kau ada di rumah gak?" teriak Tania
Aicel turun dari lantai atas. Ia langsung menghampiri Tania yang terlihat sedang kebingungan. " Ada apa sayang? Kenapa kau terlihat murung?" tanya Aicel
" Bi.. tolong buatkan minuman panas ya?" perintah Aicel
Aicel mengajak Tania duduk di sofa. Aicel mengelus-elus pundak Tania untuk menenangkannya. " Ada apa Tania?" ucap Aicel
" kamu sudah di rumah. Tapi kenapa mas Dio belum pulang ya. Apa terjadi sesuatu denagnnya?" tanya Tania
" kau sudah menghubungi nomornya?" tanya Aicel
__ADS_1
" Sudah.. tapi tidak aktif" jawab Tania
" Aku juga tidak tahu kenapa Tan. Mungkin mas Dio sedang ada urusan di luar. Kamu tunggu saja dia pulang. Kita sama-sama berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengannya." ucap Aicel
Marcel datang menghampiri Tanai dan Aicel. Ia mendudukkan tubuhnya di sofa. Lalu menyilangkan tangannya di dada. Ia memandang wajah Tania dengan sinis. Walauoun begitu sebenarnya ada rasa kasihan yang di dalam hatinya untuk Tania. " Bagaimana kalau sampai dia tahu dimana suaminya saat ini. Pria itu pasti sedang berada di rumah sakit saat ini." batin Marcel
Aicel mengajak Tania makan malam di rumahnya. Aicel, Tania serta Marcel sedang menikmati makan malam di sebuah meja makan keluarga. Marcel sebenarnya tidak tinggal bersama Aicel. Cuma kebetulan saatini ia sedang mampir. Tania terlihat sedang tidak nafsu makan. Ia hanya mengaduk- aduk nasi yang ada di depannya. " Tania kau harus makan, kasihanilah bayi yang ada dalam kandunganmu" ucap Aicel
Marcel memperhatikan Tania. Marcel mengambilkan ayam goreng dan meletakkannya di piring Tania. " Makan dan habiskanlah. Lalu cepat pulang. Mungkin suamimu sudah pulang sekarang." ucap Marcel
Setelah sampai di rumah Tania bergegas masuk ke rumah. Ia akan melihat dio sudah pulang atau tidak. Namun di sana hanya terlihat ibu mertuanya. Ibu mertuanya kemarin pergi ke rumah neneknya Dio.
" Ibu sudah kembali?" tanya Tania
" Iya nak. oma sudah sembuh jadi ibu kembali. Dio kemana nak?" tanya Ibu
__ADS_1
Tania tidak ingin mengatakan kalau sebenarnya dia dan Dio sedang bertengkar. Tania ingin menyembunyikan aib keluarganya dari ibunya. " Mas dio sedang tugas keluar kita bu. Jadi gak pulang." ucap Tania
" Oh kalau gitu kamu dari mana saja. Ibu pulang tidak ada orang di rumah." ucap Ibu
" aku dari rumah Aicel bu. Hanya sekedar kunjungan. " ucap Tania
Tiba-tiba ada sebuah pesan wa dari Dio. Pesan itu berisikan " Mas ke rumah sakit. Ada anak sahabat yang sedang sakit. Mungkin mas pulang malam hari ini." pesan Dio
" Kenapa anak Sahabat saja harus pulang malam?" tanya Tania
Tania menunggu jawaban namun tetap tidak ada balasan. jangankan balasan di baca saja belum.
Waktu telah berganti menjadi pagi. Tania tidak dapat tidur sama sekali. saar ini dia merasa kepalanya sangat pusing. Tania memikirkan Dio ada di mana saat ini. Tadi malam Dio hanya mengirimkan pesan kalau dia sedang di rumah sakit. untuk Menjenguk anak sahabatnya. Tania bertanya untuk apa menjenguk anak sahabat sampai tidak pulang. Namun sampai sekarang Dio masih tidak membaca pesan wa darinya.
Tania bersiap-siap mengunjungi kantor Dio. Dia ingin melihat apakah Dio sudah sampai di kantor atau belum.
__ADS_1
l.