
" Aicel..Kau kemana saja. Sudah lama sekali kita tidak bertemu." ucap Tania sambil memeluk Aicel
" Aku baru kembali dari london Tania. Kalau begitu kenapa kita tidak berbincang bincang dulu. Kangen-kangenan." ajak Aicel ke cafe di dekat mall itu.
1 tahun kemudian
Dira kini telah hamil 7 bulan. Perutnya kelihatan kian membuncit. Kondisi Dimas juga sudah membaik. Dimas sudah bisa bersekolah sebagaimana anak seumurannya.
Namun Dio belum juga memberitahu Tania. Dio merasa takut kehilangan Tania tetapi juga tidak bisa kehilangan Dira. Dio kadang berada di sisi Tania. Namun dengan alasan ke luar kota. Ia juga lebih banyak berada disisi Dira.
Mirana ibu mertua Tania tidak tega melihat Dio menyakiti Dira maupun Tania. Biar bagaimanapun Tania berhak mencari kebahagiaannya sendiri. Mirana juga tidak tega melihat Dira yang suka rela membagi cintanya. Apalagi sebentar lagi Dira lebih banyak membutuhkan Dio di sisinya.
" Tania.. Ke sini sebentar nak" ucap Mirana
Tania datang menghampiri ibu mertuanya. Dia mendudukkan tubuhnya di samping Mirana.
__ADS_1
" Ada apa ma?" tanya Tania
" Begini ada suatu hal yang harus ibu beritahu ke kamu. Ini foto ini lihatlah." ucap Ibu sambil menunjukkan sebuab foto pernikahan
" Ini Mas Dio dengan Dira. Kenapa mereka bisa foto dengan baju pengantin begini ma?" ucap Tania sambil menangis.
" Tania.. Kini mereka telah menikah 1 tahun yang lalu. Maaf jika Dio telah mengkhianatimu. Tapi perlu kamu tahu. Dimas adalah anak kandung Dio. Dimas hasil dari hubungan Dira dan Dio sebelum kamu menikah dengan Dio dulu. Demi Dimas kini mereka bersam kembali. Tania ibu mohon. Ceraikanlah Dio. Sekarang Dira telah hamil dan sebentar lagi akan melahirkan. Dio harus memilih salah satu antara kalian. Dira lebih membutuhkan Dio dari pada kamu. Kamu juga harus melanjutkan hidup dan mencari kebahagiaan kamu sendiri." ucap Mirana
" Apa ibu tidak memikirkan perasaan saya saat ini. Ibu tidak tahu bagaimana hancurnya hati saya." Ucap Tania dengan air mata yang bergelinang.
"Tania. Kamu harus sadar kalau kamu tidak dapat memberi Dio anak. Dio butuh keturunan. Jangan egois Tania. Mintalah cerai dengan Dio." teriak Mirana
Tania menangis di dalam taxi. Membuat supir taxi bingung harus bagaimana.
" Kita mau kemana neng?" tanya supir taxi
__ADS_1
" ke jalan Gagak hitam pak." jawab Tania
Sampailah Tania di sebuah rumah yang begitu mewah. Tania menyuruh supir taxi untuk menunggu sebentar. Dengan kaki gemetarnya Tania melangkah masuk ke dalam. Ia melihat apakah Dio ada di dalam melalui pintu gerbang. Disana terlihat Dio sedang mencium pipi Dira. Dira kelihatan kesusahan berjalan karena perutnya kian membesar. Di sana juga ada Dimas yang sudah kelihatan membaik.
Tania dengan menggenggam surat cerai yang di berikan mertuanya itu berjalan menghampiri Dio.
" Assalamualaikum" ucap Tania dengan berusaha keras menahan air mata.
Semua mata kini tertuju padanya. Dira begitu kaget melihat Tania ada di sana. Dio juga tak kalah kagetnya.
" Sayang kau ada di sini. Kau jangan salah paham. Mas di sini hanya untuk urusan bisnis. Tadi presdir menyuruh mas ke sini." ucap Dio berusaha mengelak
" Sudahlah mas jangan mengelak lagi. Jelaskan saja ke dia yang sebenarnya. " ucap Dira
" Dira tolong diamlah dulu. Biar aku yang menyelesaikan semuanya." ucap Dio
__ADS_1
" Mas.. Sudah cukup. Ibu sudah menjelaskan ke aku tentang semuanya. Aku datang ke sini hanya untuk memberikan ini. Besok kita bertemu di pengadilan agama." Ucap Tania sambil menyerahkan sebuah amplop coklat.
bersambung