
MOHON MAAF NOVEL INI SEDANG DALAM TAHAP REVISI. JIKA ADA BAB YANG BELUM NYAMBUNG MAKA BAB ITU BELUM SELESAI DI REVISI. TERIMA KASIH😊
" Aku akan pulang naik taksi saja. Sekarang loe masuk ke mobil dan jangan lupa pesan gue tadi. Segera kabari jika ada yang mencurigakan." Ucap Tania sambil mendorong tubuh Aicel masuk ke dalam mobil.
Marcel menatap Tania dengan sinis. Dengan cepat Marcek menutup kaca mobilnya. Sementara Tania hanya menatap mobil mewah itu melaju sampai tidak terlihat lagi.
Di dalam mobil Aicel merasa kesal dengan sikap galaknya Marcel pada sahabatnya. Marcel memang bukanlah pria ramah. Ia sangat dingin. Itu karena masa lalunya yang kelam. Ayahnya mempunyai wanita lain. Saat umurnya 7 tahun ia harus melihat kedua orang tuanya bercerai. Ia tinggal bersama ibunya. Namun ketika ibunya meninggal ia juga harus kembali tinggal bersama ayah kandungnya.
" Cel. Loe jangan terlalu galak sama sahabat gue dong." ucap Aicel
" Apaan sih gak penting." ucap Marcel
" Loe gak tahu kisah hidup dia sama loe gak jauh beda. Kalian sama-sama yatim. Lalu sekarang gue rasa suaminya juga sudah mengkhianatinya." Ucap Aicel
" Baguslah berarti dia bakal cium kaki gue sesuai janjinya." Ucap Marcel santai
__ADS_1
" Ih ni anak ya. Gak bisa apa bersikap baik sedikit sama orang. Dia di selingkuhi sama seperti ibu loe cel." Ucap Aicel
" Itu kehidupan dia. Sama sekali bukan urusan gue. Sekarang kita sudah Sampai." Ucap Marcel
Mereka berdua telah sampai di kantor tempat Aicel bekerja. Namun mereka melihat dua orang yang sedang berkelahi. Tanpa sengaja Aicel dan Marcel yang sedang di dalam mobil bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
" Sekarang loe puas Rio. Gara-gara ngikuti loe. Sekaranh kehidupan gue jadi hancur." Ucap Dio sambil mencengkeram kerah baju Rio
" Hancur apaan?" tanya Rio
Rio menyeka mulutnya yang sudah berdarah karena hantaman Dio. Ia tertawa keras. "Baguslah kalau anak presdir suka sama loe. Mungkin loe bisa naik jabatan. Anak orang kaya men." Ucap Rio sambil menepuk bahu Dio
Dio menatap Rio dengan tatapan yang penuh api amarah. Tanpa aba-aba Dio kembali melayangkam tinju kearah Rio. akhirnya darah mulai kembali keluar dari sudut bibir Rio. "Bagus loe bilang? Gue sudah punya istri bro. Gimana rumah tangga gue kalau sampai istri gue tahu." teriak Dio
" Istri loe juga mandul kan. Sudah 3 tahun kalian menikah. Tapi apa hasilnya? Dia tidak juga hamil. Dira itu cantik bro. Masa depan loe sama dia lebih terjamin." Ucap Rio
__ADS_1
Dio mengepalkan tangannya. Ia kembali mencengkeram kerah baju Rio. "Tutup mulutmu. Jangan pernah ikut campur urusan gue. Ingatlah! mulai hari ini kau bukan temanku lagi." Ucap Dio sambil mendorong tubuh Rio hingga jatuh ke tanah.
Dio pergi meninggalkan Rio. Rio kembali tertawa keras dan berteriak pada Dio. "Suatu hari nanti keadaan akan berbalik. Kau akan berterima kasih padaku. Kau akan terpikat dengan wanita itu " ucap Rio
Aicel yang sejak tadi mendengar percakapan mereka. Ia mengepalkan tangan karena merasa sangat kesal." Ternyata benar, Dia selingkuh dengan wanita lain. Dasar pria bajingan. Lihat saja jika Tania tahu hal ini. Aku akan menampar wajah Dio." Ucap Aicel yang hendak membuka pintu mobil. Namun tangan Aicel sudah di pegang oleh Marcel.
" Jangan campuri urusan rumah tangga orang lain." Ucap Marcel
" Kau tidak tahu cel. Tania sedang hamil, Sumianya itu tidak tahu kalau sekarang anak yang mereka idamkan akan ada. Dia malah selingkuh. Apa kau tidak perihatin dengan sahabatku. Nasibnya dan nasib ibumu itu sama." Teriak Aicel
" Cukup Aicel" Teriak Marcel. " Biar bagaimanapun itu bukanlah urusan kamu. Biar mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri. Kamu juga jangan memberi tahu sahabatmu. Biarkan dia tahu sendiri. Sekarang lakukan pekerjaan seperti biasa."
Aicel menghela napas panjang. Ia berpikir kata-kata yang di ucapkan Marcel ada benarnya. Sepandai-pandainya Dio menyembunyikan bangkai. Pasti akam tercium juga.
bersambung---->
__ADS_1