My Perfect Dad

My Perfect Dad
KHiLAF


__ADS_3

***


pagi hari di sebuah hotel.


"Hai sayang"


"gimana nyenyak boboknya" Tanya dira


"si siapa kamu?"


" aku di mana? trus baju aku kemana?" Dio terlihat kebingungan.


"segitu cepatnya ya kamu uda lupa kejadian semalam " kata dira


"kejadian apa? jangan bilang aku dan kamu udah?"


"iya."


"kita emang udah. kamu begitu jantan sayang" ucap dira


"gak mungkin"


nggak nggak aku harus pulang. ni udah salah!aku gak ada urusan ama kamu." kata Dio


"pulang? jadi aku mas! kata Dira


"ini untuk kamu". kata dio sambil mengeluarkan uang dari dompetnya


dira yang melihat itu lalu merampas dompet dio dan membuangnya.


"kamu pikir aku wanita apaan mas!"bentak dira


"jadi kamu mau apa?" tanya dio


"cinta... "

__ADS_1


"aku mau cinta kamu mas."


ucap dira sambil tersenyum sinis..


"assalamualaikum ma " ucap dio.


"waalaikum salam nak, kamu dari mana saja semalam gak pulang?"


Tania dan mama khawatir loh. hp kamu juga gak bisa dihubungi".


"aku kerja ma, karena kemalaman aku tidur di kantor " jawab dio


"dio mandi dulu ya ma"


dio sengaja tidak menyapa tania. ia merasa malu menatap wajah tania.


sementara Tania hanya terdiam di depan meja makan, karena dio tidak menyapanya.


***


"aduh aku berasa bersalah banget ama tania. gimana kalo dia cium baju aku. baju ini masih ada wangi cewek itu."


"ya allah kok bisa bisa nya sih aku khilaf kayak gini" ucap dio sambil mengacak ngacak rambutnya


Tania masuk ke dalam kamar, ia melihat dio begitu gusar. apa sebenarnya yang terjadi pada dio?


"kamu dari mana semalam mas" tanya tania.


"aku kerja " bentak dio


"kenapa sih kamu nanya lagi. kamu curiga ama aku ya?


"loh aku kan nanya baik baik kenapa kamu bentak aku " tania sedih.


"habisnya kamu nanya terus... gak percaya kamu aku kerja". bentak dio lagi

__ADS_1


"aku gak ada bilang gak percaya mas "


tania pun tak kuasa menahan air matanya


dio sengaja membentak tania, dia takut ketahuan bohong apalagi dia takut tania mendekatinya dan mencium bau parfum cewek di bajunya.


"ah uda lah kamu pergi aja. susah punya istri yang curiga terus kayak kamu." bentak dio lagi sambil buru -buru masuk ke kamar mandi.


di dalam kamar mandi dio menangis..


"maafin aku tania, selama 3 tahun aku gak pernah berprilaku kasar ama kamu. apalagi membentak seperti tadi. kenapa aku bisa khilaf."


"mas aku cuma mau bicara sebentar sama kamu mas. kenapa kamu harus marah marah sama aku gini. apa salah aku mas " tanya tania"


"kamu tau mas.


kunci dari rumah tangga itu adalah kepercayaan mas ,jadi tolong jaga kepercayaan yang aku kasi selama 7 tahun ini jangan kamu khianati mas. tania pun semakin terisak.


tania menunggu dio untuk sarapan.


"sabar ya nak semua masalah harus di hadapi dengan kepala dingin" ucap mertuanya


"iya ma".. jawab tania


"mas kamu gak sarapan dulu.?" tanya tania


"gak..".


" aku sarapan di kantor aja nanti". sahut dio sambil buru -buru naik mobil.


dio memang menghindari tania. melihat wajah tania membuat dio merasa bersalah. dia begitu menyesal, kenapa dia begitu mudah tergoda. dia begitu terbuai melihat dira yang usianya masih muda dan telihat lebih cantik.


bersambung--->


HAPPY READING ALL😁

__ADS_1


__ADS_2