
HAI SEMUANYA. MAAF NOVEL INI SEDANG DALAM MASA REVISI. JIKA ADA BAB YANG BELUM NYAMBUNG HARAP MAKLUM BERARTI BELUM DI REVISI.😊
"Saya suaminya dok" ucap Dio sambil berusaha berdiri dan berjalan menghampiri dokter.
" bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Dio dengan penuh cemas.
" Silahkan anda ikut saya keruangan. Ada suatu hal yang harus saya beri tahu." ucap Dokter
Sesampainya di ruangan Dokter, sang Dokter menatap Dio dengan tatapan serius. " Apa ibu Tania pernah ada riwayat kista sebelumnya?" tanya Dokter
" Iya dok. Dia menderita kista 3 tahun yang lalu. Istri saya sempat di vonis tidak bisa punya anak. Tapi alhamdulilah allah memberi rezeki kami anak saat ini. Bagaimana kandungan istri saya dok?" tanya Dio
"Iya ini memang suatu keajaiban. Tapi seharusnya dokter yang menangani ibu Tania sudah menyarankan agar dia selalu kontrol. Kondisi kehamilan pasien itu lemah. Tendi darah pasien juga rendah. Apa bapak tidak melakukan USG beberapa bulan ini. Seharusnya anda tahu kalau janin pasien tidak berkembang." jelas Dokter
__ADS_1
" Maksud dokter? Dokter yang menangani istri saya memang sudah menyarankan check up. Tapi kami melakukannya saat di bulan pertama dan kedua saja. Sudah dua bulan ini kami tidak periksa karena saya sibuk." jelas Dio
" Seharusnya bapak bisa lebih menyempatkan waktu untuk istri bapak. Saat ini kami terpaksa harus melakukan kuret janin itu karena dia tidak berkembang sebagaimana mestinya di dalam rahim ibu Tania. Ibu Tania terlalu stres sehingga sempat terjadi pendarahan. Untung saja cepat di bawa ke rumah sakit. Jadi kami bisa melakukan pertolongan dengan cepat. Saat ini pasien akan di pindahkan ke ruangan." jelas dokter
" Jadi apakah ada kemungkinan istri saya hamil lagi dok?" tanya Dio
" Untuk saat ini sulit pak. Tapi kita tetap berdoa saja. Semoga ada mu'jizat untuk yang kedua kalinya. Saya harap bapak bisa menjaga agar pasien jangan sampai stres secara berlebihan. Kondisinya belum pulih. Saya takutkan beliau akan depresi dan pendarahan kembali." jelas dokter
" Terima kasih dok" ucap Dio sebelum melangkah keluar
kembali ke 3 tahun yang lalu
Sudah 1 tahun mereka berdua menikah. Tapi Tania tidak kunjung hamil. Setiap kali ia telat menstruasi. Ia selalu melakukan test kehamilan menggunakan testpack. Tapi hasil yang di dapat selalu negatif. Lalu Tania merasa perutnya sering sekali sakit. Akhirnya Dio membawa Tania periksa ke dokter. Setelah melakukan berbagai macam pemeriksaan. Akhirnya ketahuanlah kalau Tania menderita kista. Kista tersebutlah yang membuat Tania sulit untuk hamil.
__ADS_1
" Aku tidak bisa hamil mas. Aku bukanlah istri yang layak untukmu. Kau tidak akan bahagia jika bersamaku. " ucap Tania sambil terisak menangis di hadapan Dio
" Sudahlah sayang. Anak bukanlah segalanya. Tanpa anak aku sudah sangat bahagia bersamamu. Nanti kita bisa adopsi anak sayang." ucap Dio sambil mengelus rambut Tania.
Namun Tania ternyata mengalami depresi karena penyakitnya. Berulang kali dia melakukan percobaan bunuh diri. Tania pernah meminum racun serangga. Untung saja Dio cepet mengetahuinya. Sehingga nyawa Tania sempat tertolong.
Dio masuk ke kamar Tania. Ia amat kaget melihat Tania tergeletak dengan mulut berbusa. Bau racun serangga begitu menyerebak di ruangan itu. " Astaga.. Kenapa kau melakukan ini sayang" Ucap Dio sambil menggendong Tania dan membawanya ke rumah sakit.
Tidak sampai di situ. Tania juga sempat memotong urat nadinya. Ia begitu frustasi saat melihat Dio begitu senang melihat anak kecil. Sementara Dia tidak bisa memberikannya. Namun lagi- lagi Dio menyelamatkannya.
Sampai suatu ketika keajaiban itu muncul. Di saat Tania tiba-tiba telat menstruasi selama 2 minggu. Hal ini selalu terjadi tetapi hasil selalu menunjukkan negatif. Kali ini allha berkata lain. Dengan keraguan Tania melakukan test kehamilan. Di saat ia takut melihat hasilnya. Ia memicingkan matanya, membuka secara perlahan. Samar-samar di lihatnya garis dua berwarna merah. Tania merasa tidak percaya juga. Ia mengucek-ngucek matanya dan melihatnya sekali lagi. Dan akhirnya benar saat ini dia hamil.
kembali ke cerita
__ADS_1
Dio tidak bisa membayangkan jika Tania bangun dan mengetahui kalau janinnya sudah tidak ada. Dio takut Tania berbuat nekat. Dio takut depresi yang Tania derita kambuh kembali.
" Semua ini salahku. Seharusnya aku lebih memperhatikanmu. Aku bahkan lupa mengajakmu check up. Aku benar-benar suami yang tidak berguna." Batin Dio sambil bergelinang air mata. Ia menciumi punggung tangan Tania. Sementara Tania tidak kunjung membuka matanya.