
MOHON MAAF NOVEL SEDANG DALAM MASA REVISI. JIKA ADA BAB YANG BELUM NYAMBUNG HARAP MAKLUM. BERARTI BAB ITU BELUM SELESAI REVISI.😊
Tania datang ke kantor tempat Dio bekerja. Di saat yang sama Marcel juga sedang ad di sana. Marcel baru saja mengantar Aicel ke kantor. " Tania, buat apa kamu ke sini?" tanya Aicel.
" Apa mas Dio di kantor ya? Semalam dia gak pulang katanya di rumah sakit." ucap Tania
" Di rumah sakit. memangnya anak siapa yang sakit?" tanya Aicel
" Kata mas Dio anak temannya. Apa kamu tahu temannya yang mana?" tanya Tania
__ADS_1
Aicel sudah tahu kalau sebenarnya Dio telah berbohong pada Tania. Pasti saat ini Dio tidak pulang karena anak dari presdir perusahaan mereka. Tapi Aicel tidak tega memberitahu Tania. " Aku gak tahu tan, Mungkin temannya yang lain. Ayo kita temui mas Dio di dalam." Ajak Aicel sambil merangkul lengan Tania
Sesampainya di dalam meja tempat Dio bekerja juga kosong. Tidak ada pemberitahuan sama sekali kenapa Dio tidak bekerja hari ini.
Pikiran Tania semakin tidak karuan. Dia pamit untuk pulang kerumah pada Aicel. Tania berjalan dengan langkah gontai menuju ke luar kantor. Di sisi lain Marcel juga belum pulang. Ia masih menerima telpon dari kliennya. Marcel melihat Tania yang hampir saja tertabrak motor. Marcel dengan sigap berlari ke Tania lalu menarik tangannya serta memeluk pinggang Tania. Sepeda motor itu tetap saja melaju kencang, Tanpa mempedulikan orang yang mau dia tabrak. Untung saja Marcel sempat menolongnya, Kalau tidak kondisi Tania bisa fatal. Apalagi dia sedang hamil.
"Apa kau tidak punya mata. Kau bisa mati kalau tidak aku tolong tadi." ucap Marcel kesal
Tania berusaha berdiri tegak. " terima kasih" ucap Tania singkat. Ia berusaha berjalan mencari taxi. Namun lama kelamaan Tania merasa semuanya terasa berputar. Pemandangan sekelilingnya terasa pudar setelah itu Tania jatuh pingsan.
__ADS_1
Marcel dengan sigap mengangkat tubuh Tania. Entah mengapa darah segar terlihat mengalir dari rok yang ia pakai. Marcel memasukkan Tania ke dalam mobil. Lalu membawanya ke rumah sakit. " Ah gawat.. Apa dia keguguran?" batin Marcel
Marcel memperhatikan Tania yang sedang tidur di kursi belakang. Keringat dingin mengalir deras di dahi Marcel. Ia merasa takut jika sampai terjadi sesuatu pada Tania. Dengan cepat Marcel mengemudikan mobilnya.
Tidak berapa lama Marcel tiba di sebuah rumah sakit terdekat. Marcel menggending tubuh Tania sambil memanggil perawat. "Suster.. Suster cepat ada pasien darurat." Teriak Marcel sambil berlari
Perawat datang membawa pertolongan. Tubuh Tania di letakkan di atas tempat tidur pasien. Tubuh itu di dorong masuk ke dalam ruang IGD. Pakaian yang di kenakan Marcel di penuhi dengan noda darah. Ia terduduk lemas di kursi tunggu. " Mimpi apa aku semalam. Andai saja tadi aku meninggalkan tempat itu. Pasti aku tidak akan mengalami kejadian seperti ini. Kenapa harus aku yang menolongnya." batin Marcel.
Aicel yang sudah di telpon oleh Marcel akhirnya tiba di rumah sakit. " Bagaimana keadaan Tania cel?" tanya Aicel
__ADS_1
" Dia masih di tangani dokter di dalam. Karena sudah ada kamu sebaiknya aku pulang. Bajuku penuh dengan darah. Lagian kau bisa telpon suaminya untuk mengurusnya."ucap Marcel yang hendak pergi.
Namun sebelum Marcel melangkah pergi. Mereka berdua melihat Dio yang sedang naik di kursi roda. Dio menatap ke arah Aicel. Aicel berjalan menghampiri Dio. " Untuk apa kau di sini?" tanya Aicel