
Tania sudah terlihat rapi. Ia ingin ke rumah sakit untuk menjaga Dio. Namun ia di larang oleh mertuanya. " Mau kemana kamu nak?" tanya Mertua Tania
" Aku akan kerumah sakit menjaga mas Dio." ucap Tania
" Kebetulan sekali tadi Dio baru telepon. Katanya kamu tidak usah menjaganya. Biar ibu saja yang jaga. Kamu di suruh di rumah Istirahat biar cepat pulih." ucap Ibu
" Tapi bu, aku sudah merasa baikan. Jadi biarkan saja aku yang menjaganya. " ucap Tania
" Tidak.. Jika kau tetap ke sana Dio akan marah dengan ibu. Jadi kau tetap di rumah dan ibu yang akan menjaganya. Tidak ada alasan lagi. Kalau gitu ibu akan pergi.
Tania hanya bisa menuruti keinginan mertuanya. ia menatap kepergian ibu mertuanya.
__ADS_1
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
Ibunya Dio masuk ke dalam kamar tempat Dio di rawat. Di sana ia melihat seorang anak laki-laki yang sedang tertidur pulas. " Dio..apa dia itu cucu ibu?" tanya ibu pada Dio yang sedang duduk di kasurnya.
" Iya bu" jawab Dio
Mata Ibu berkaca-kaca. Ia merasa bersalah pada anak itu. Jika saja dulu ia tidak memaksa Dio menikahi Tania. Pasti sekarang anak itu merasa bahagia dengan ayah dan ibunya. " Wajahnya sangat mirip dirimu saat kecil nak" ucap Ibu
Lalu Dira masuk ke dalam kamar. Dira memandang wajah ibu yang sudah berlinang air mata. " Rupanya tante sudah datang?" tanya Dira
Dira melepaskan pelukan ibunya Dio. Sebenarnya masih ada rasa dendam di dalam dirinya saat ini. Namun semua itu sudah tidak ada artinya lagi. " Nak apa yang harus ibu lakukan untuk menebus kesalahan ibu nak" ucap Ibu
__ADS_1
" Ibu cukup merestui aku dan mas Dio menikah" ucap Dira
Dio kaget ketika mendengar kata menikah."Bagaimana bisa menikah? Aku ini masih punya istri. Tidak mungkin aku menceraikan Tania. Dia akan depresi kembali. ucap Dio
" Aku bersedia di jadikan istri ke dua. Aku juga mau di nikahi secara diam-diam. Yang penting status Dimas jelas. Aku juga ingin Dimas bahagia memiliki keluarga. " Ucap Dira
Dio menjambak rambutnya kasar. Ia merasa yang di katakan Dira itu benar. Tapi ia tidak bisa juga mengkhianati Tania.
Tiba-tiba masuklah ayah Dira yang tak lain presdir dari tempat Dio bekerja. " Yang di katakan Dira itu benar. Yang terpenting itu kebahagiaan Dimas. Aku akan menaikkan jabatanmu menjadi direktur jika kau mau" ucap Ayah Dira
Dio semakin di lema. Pernikahannya dengan Tania juga tidak begitu bahagia. Sampai 3 tahun ini dia juga belum memiliki anak. Sementara dengan Dira,Ia punya Dimas. Dimas yang berjuang melawan kanker di tubuhnya. Ia butuh dukungan dari keluarga yang lengkap. Dimas juga sangat bahagia ketika Dio datang dalam hidupnya. " Baiklah aku akn menikahi Dira. Tapi saya mohon pak. Rahasiakan semua ini sebelum saya siap untuk memberitahu istri saya. " ucap Dio
__ADS_1
" Baiklah. Kalau gitu setelah keluar dari rumah sakit pernikahan itu akan segera kita selenggarakan. Mulai sekarang jangan panggil saya pak. Panggil saya ayah." ucap Ayah Dira sambil memegang bahu Dio
Hari semakin berlalu. Kini Dio telah dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke rumah. Tania begitu bersemangat menyambut ke pulangan suaminya. " Mas Dio akhirnya kamu pulang." Ucap Tania sambil memeluk tubuh Dio.